Rabu, 03 Oktober 2018

Mengenal Jenis Ikan Sungai Asli dan Habitatnya Beserta Umpan Jitunya


sumber : https://seputarmancing50.blogspot.com/2017/02/mengenal-jenis-ikan-sungai-asli-dan.html

Selamat pagi semoga agan-agan semuanya sehat selalu dan rezekinya dilancarkan terus aminnn,ketemu lagi dengan saya di blog mancing,masih seputar mancing sesuai dengan blog saya seputar mancing,nih buat agan-agan semuanya yang hususnya hoby mancing dan akan mancing di sungai kemudaian ingin mengenal jenis ikannya dan habitatnya beserta cara menangkapnya dan juga umpan yang cocok untuk memancingnya,maka saya akan memberitahukannya kepada agan-agan semuanya silahkan baca saja sampai akhir.


Nah pada kesempatan ini saya akan menuliskan tentang Mengenal Jenis Ikan Sungai Asli  dan Habitatnya Beserta Umpan Jitunya.Mungkin itu judul yang akan saya bahas pada kesempatana ini.


Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang merupakan penompang kehidupan manusia karena dengan sanya sungai maka manusia dapat melakukan berbagai aktivitas dan dapat digunakan sebagai sumber rezeki yang telah diberikan Tuhan kepada kita semuanya,kita akan mengetahui akan banyak sekali manfaat sungai sebagai kehidupan yang salah satunya sebagai sumber tenaga listrik bahkan sungai juga digunakan sebagai sumber para petani untuk mengairi sawahnya,dan ternyata masih banyak lagi gan.

Nah disamping itu semua masih banyak lagi manfaat-manfaatnya gan,diantaranya kita akan mengetahui ataupun juga akan menemukan berbagai macam habitat di sungai tersebut yang diantaranya kehidupan ikan,di sungai itu sangat beragam sekali jenis-jenis ikan yang hidup didalamnya yang meliputi ikan-ikan jenis air tawar karena sungai airnya tawar,dan kebanyakan pula si ikan-ikannya yang hidup di sungai itu ialah jenis ikan yang biasa kita pelihara atau masyarkat pelihara di kolam-kolam,karena pada dasarnya ikan-ikan tersebut akan menempati sungai saat banjir datang jadi dari kolam-kolam masyarakat terbawa bankir sehingga bertebaran di sungai dan berkembang biak ahirnya banyak habitatnya.

Untuk para angler yang akan memancing di sungai saya akan menginformasikannya kepada agan-agan semua sebelum memancing kita harus menegetahui terlebih dahulu bagaimana habitatnya,jenis ikannya,makanannya dan sebagainya,maka disini saya akan menginformasikannya ya gan.

Inilah jenis ikan yang hidup di sungai dan habitatnya beserta umpan jitunya :


  • IKAN WADER


Ikan wader merupakan salah satu jenis asli ikan sungai yang menjadi salah satu penghuni sungai sejak lama sekali bahkan sejak zaman nenek moyang kita berada,entah darimana asalanya tapi ketika saya setiap mancing di berbagai sungai maka si ikan wader itu akan selalu ada disana,ikan wader akan menjadi pengganggu umpan kita saat kita sedang memancing ikan-ikan besar yang saya rasakan seperti itu.

Habitatnya yang sangat banyak tersebar luas di seluruh sungai di indonesia hususnya,untuk bentuknya ikan wader ini sangatlah kecil dan unik namun saat memakan umpan tarikannya agak lumayan gan :D.Biasanya ikan wader akan sering kita jumpai di ir-air sungai yang berderas atau berarus dan yang berbatu karena disana mereka berkembang biak.

Untuk umpannya ikan wader sangatlah mudah dan tidak rumit mau menggunakan umpan buatan ataupun yang reel reel saja,yang mana kalau mengguanakan umpan buatan ikan wader ini maka yang harus kita perlukan ialah :


  • Tepung terigu
  • Kacang 
  • Ubi 
  • Telur
  • Goreng tempe

Sudah itu saja gan tinggal kita  campurkan dan buatkan adonannya saja sesuai dengan keinginana kita asalkan itu saja yang harus di siapkannya.

Selain umpan racikan ada juga umpan biasa yang sering kita gunakan gan yaitu cacing dan udang nah jika agan-agan malas untuk membuat umpan racikan tadi dan tidak mau mengeluarkan uang maka cacing dan udang termasuk salah satu jenis umpan jitunya.


  • IKAN PARAY


Ikan paray juga termasuk jenis ikan asli air sungai yang telah berada sejak lama sekali yang tersebar diseluruh sungai di indonesia hususnya,sama halnya dengan ikan wader ikan paray juga akan sangat mengganggu umpan kita saat kita sedang memancing ikan-ikan besar,mereka akan segera cepat dengan perlahan memakan umpan kita.

Untuk habitatnya ikan paray agak jauh berbeda dengan ikan wader mereka sangat banyak sekali habitatnya di air dan perkembang biakannya juga cepat,utuk bentuknya ikan sama denga ikan wader yang mempunyai tubuh kecil dan unik,namun ikan wader ini mereka mempunyai mulut yang sangat besar beda dengan ikan wader.

Jika agan-agan ingin memancing ikan paray lebih baik gunakanlah ikan cacing karena agara siumpan kita awet jadi akan dapat beberapa ikan dengan hanya satu umpan cacing saja beda lagi dengan halnya dengan menggunakan umpan udang satu kali disambar juga akan habis.Dan juga nih gan saat memancing ikan paray sebaiknya kita tabur dulu kroto di permukaan air tersebut maka si ikan paray akan segera berkumpul dan memakan si umpan kroto tersebut padahal itu hanya jebakana saja,karena ikan wader termasuk ikan permukaan air.


  • IKAN GABUS


Nah ikan gabus mungkin sudah familiar dikalangan masyarkat dan para angler iya kan gan?iya betul sekali karena ikan gabus ini termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang sangat banyak dicari oleh para pemancing hususnya di sungai,penyebarannya ikan gabus di usngai sangatlah luas.

Habitatnyapun sangat banyak,dan pertumbuhannyapun sangatlah cepat,karena ikan gabus termasuk jenis ikan predator maka saat memancing juga ini adalah termasuk buruan yang sangat dicari,untuk mengenal lebih dalam tentang ikian gabus silahkan baca di artikel saya yang berjudul Mengenal Perbedaan Ikan Gabus dan Ikan Toman.

Nah untuk umpannya kita pasti akan berbeda-beda sesuai dengan keinginan kita sendiri,bagaimana dengan menggunakan lure?silahkan saja gunakan lure,tetapi menurut saya gunakanalah umpan katak,loh ada kan lure soft frog juga kaya katak iya itu juga ada namun disugaikan banyak sekali ranting atau[pun yang lainnya tidak lagi halnya dengan di muara bahkan dilaut-laut itu,jadi selain mudah didapatkan dengan menggunakan umpan katak hidup juga memancing ikan gabus di sungai akan menjadi salah satu umpan jitu.

Nah untuk umpan katak ini usahakan si kodoknya harus yang hidup jangan sampai si kataknya itu mati kemudian kita umpankan,karena tidak akan gerak di air jadi susah untuk di temukan oleh ikan gabus itu.


  • IKAN HAMPALA



Hey hey hey ikan hampala merupakan ikan yang sangat diburu oleh para pemancing saat memancing di sungai,banyak sekali tujuan mendapatkan ikan ini yang dianataranya tarikannya yang sangat mantap dan juga rasanya itu loh rasa dagingnya sangat nikmattttt sekali.

Habitatnya ikan hampala itu sangat tersebar luas sekali di sungai,namun biasanya saat kita akan memancing ikan hampal ini kita harus mencari sungai yang alirannya deras sekali dan banyak bebatuannya,karena disitulah keberadaan mereka berada,ukurannyapun berpariasi namun ikan hampal ini sangatlah besar dan normal seperti ikan-ikan pada umumnya.

Untuk umpannya apa sih yang jitu?yang pasti untuk memancing ikan ini kita gunakan lure saja gan sesuaikan saja untuk lurenya itu.Namun selain lure juga ternyata ada umpan yang jitu lainnya yaitu mengguankan umpan laron silahkan saja agan-agan mencobanya dengan menggunakan umpan laron.

Itu saja jenis ikan asli air tawar beserta habitatnya dan juga umpannya,jadi sebelum agan-agan ingin memancng hususnya disungai silahkan saja baca terlebih dahulu mau seperti apa mancingnya dan juga buruannya,yang terpenting keep safey gan.

Panduan Ternak Lele Bioflok Tingkatkan 10x Lipat Hasil Panen

  • Sumber : http://duniaterpal.com/panduan-ternak-lele-bioflok/
Anda pernah mendengar istilah budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok?
Sistem ternak lele bioflok akan meningkatkan keuntungan hasil panen ikan lele hingga 10x lipat loh!! Anda ingin tahu caranya?
Simak artikel ini sampai akhir!
Sebenarnya apa sih sistem bioflok itu?
Banyak peternak lele modern yang menggunakan sistem ternak lele bioflok. Bioflok asal katanya “bio” yang artinya kehidupan dan “floc” yang artinya gumpalan. Bioflok sendiri menurut istilah mengandung pengertian tentang sebuah bahan organik hidup yang menggumpal menjadi satu. Pembesaran ikan lele hampir sama dengan pembesaran ikan nila.
kolam terpal bulat siap pakai
Ternak lele bioflok mengandung pengertian dimana sistem budidaya lele akan semakin menguntungkan dengan memanfaatkan mikroorganisme yang bisa menggunakan limbah dari budidaya lele sistem bioflok itu sendiri. Pertumbuhan mikroorganisme dan limbah budidaya ikan lele bisa diubah menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau biasa disebut dengan (flok) dengan bantuan bakteri non probiotik.
Gumpalan-gumpalan tersebut sebenarnya terdiri dari mikroorganisme air yang tersusun atas bakteri, fungi, algae, metazoa, protozoa, gastrotricha, nematoda, rotifera, dan organisme lainnya yang secara langsung bekerjasama dengan unsur partikel organik.
Lalu unsur tersebut akan berubah menjadi pakan ikan alami.
Proses perkembangan mikroorganisme dapat dilakukan dengan memberi tambahan probiotik. Banyak produk probiotik yang tersedia di toko pertanian. Penambahan probiotik ditambah dengan memasang aerator, yang kemudian secara langsung dapat menyuplai oksigen dan dapat mengaduk-aduk kolam.
INTINYA sistem bioflok adalah memanfaatkan organisme air dan limbah budidaya lele sistem bioflok untuk diolah lagi menjadi pakan lele. Jadi Anda bisa menghemat pakan hingga 50%.
Sistem budidaya bioflok awalnya merupakan rangkaian sebuah teknologi yang bisa digunakan untuk pengolahan limbah secara lebih simpel dan bermanfaat. Proses pengolahan limbah bisa diurai dengan menggunakan bahan organik yang unsurnya ialah limbah lumpur yang secara terus-menerus terus diaduk dan diaerasi.
Pengadukan ini sebenarnya bertujuan agar limbah dalam kondisi yang padat yang bisa diurai oleh bakteri. Pengadukan atau aerasi dalam sistem pengolahan limbah bisa terjadi karena bahan organik mengendap terus akan menimbulkan kondisi anaerob (tidak ada oksigen) pada limbah tersebut.
pembuatan kolam terpal bioflok
Bakteri anaerob dapat mengurai bakteri anorganik berubah menjadi senyawa sederhana dan beracun yang isinya ialah Nitrit, H2S, ammonia, dan Metana. Teknologi bioflok merupakan proses pengolahan limbah yang diterapkan di Thailand pada budidaya ikan nila.
Sebenarnya bukan hanya ikan nila, bisa juga pada ikan lele, gurami atau bahkan udang.
Sistem bioflok ini terus mengalami perkembangan dan selanjutnya dan bisa diterapkan pada budidaya udang. Teknologi bisa terus berkembang sepanjang waktu dan terus diterapkan di berbagai Negara maju diantaranya ialah Brasil, Jepang, Australia, dan lain sebagainya.
Penerapan teknologi bioflok merupakan sistem budidaya ikan yang banyak dikembangkan di Indonesia dan masih modern atau belum terlalu lama dikembangkan. Sehingga banyak membuat pembudidaya ikan lele yang ingin membuka usaha ternak lele bioflok.

Apa Saja Kelebihan Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok?

Ada beberapa kelebihan dari sistem bioflok yang perlu Anda ketahui ialah sebagai berikut:
  1. Kadar PH bisa dibilang relatif stabil atau sekitar pH 7 – pH 7,8.
  2. Kadar PH lebih cenderung bisa dibilang rendah, sehingga membuat kandungan di dalamnya seperti amoniak (NH3) terbilang relatif kecil.
  3. Sistem kerja bioflok memang tidak tergantung dengan sorotan sinar matahari yang aktivitasnya dapat menurun dalam kondisi suhu rendah.
  4. Sistem bioflok tidak perlu mengganti air dalam kondisi yang singkat sehingga kondisi biosecurity atau (keamanan) bisa terus terjaga dengan baik.
  5. Limbah dari tambak berupa (kotoran, sisa pakan, algae, amonia) bisa didaur ulang dengan menggunakan aneka makanan alami yang memiliki protein sangat tinggi.
  6. Sistem bioflok bisa dibilang memang lebih ramah lingkungan sehingga dapat memberikan dampak yang lebih baik.

Teknis dan Konsep Ternak Lele Bioflok di Kolam Terpal

Ada beberapa teknis dan konsep yang perlu dilakukan dalam melakukan budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok. Ternak lele bioflok perlu dilakukan dengan beberapa teknis dan konsep yang bisa dijabarkan dalam beberapa cara berikut ini :
  • Proses Pembuatan Kolam Terpal pada Ternak Lele Bioflok
Sebaiknya proses pembuatan kolam terpal bisa dilakukan untuk menghemat biaya dari proses pembuatan kolam. Proses pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang memakai bahan dasar terpal.
Terpal bisa digunakan untuk budidaya ikan lele bahkan bisa meningkatkan hasil panen dengan modal yang lebih terjangkau dibanding kolam beton. Tapi rangkanya harus lah memakai bahan dasar besi sehingga lebih awet dan konstruksi yang diterapkan bisa menggunakan sistem knockdown atau dapat dibongkar pasang kembali.
Proses pembuatan kolam terpal yang pertama adalah harus mempersiapkan lahan yang akan digunakan. Ukuran kolam terpal standar yang bisa digunakan adalah diameter 2 hingga 3 meter, bergantung dari kebutuhan yang diminta.
Semakin besar ukuran diameter kolam, maka kapasitas ikan yang bisa ditampung juga semakin banyak.
Untuk menjaga kestabilan dan kualitas air sangat dibutuhkan payung atau atap. Cahaya matahari dan hujan tidak bisa secara langsung masuk karena sinar matahari dan air hujan secara langsung dapat mempengaruhi kualitas air sehingga merusak segi PH dan mikro-organisme yang hidup di dalam area kolam terpal.
ternak lele sistem bioflok
  • Persiapan Air Kolam Bioflok Untuk Pembesaran Ikan Lele
Apabila proses pembuatan kolam terpal sudah selesai, maka Anda perlu mempersiapkan air sebagai media pembesaran benih ikan lele. Caranya memang bertahap yaitu diawali dengan proses pengisian bak kolam terpal yang sudah direncanakan yaitu sekitar ketinggian 80 hingga 100 cm.
Kemudian untuk hari kedua, adalah proses memasukkan bakteri pathogen atau pun probiotik dengan dosis sekitar 5 ml/m3 di dalam kolam. Kemudian perhatikan hari ketiga, dimana Anda perlu memasukkan pakan bakteri atau prebiotik molase sebanyak 250 ml/m3.
Ketika saat malam hari tiba, maka Anda bisa menambahkan dolomite dengan takaran sekitar 150-200 gram/m3 ke area kolam. Kemudian pastikan media air yang sudah diolah hingga 7 hingga 10 hari sehingga mikroorganisme didalamnya dapat berkembang baik.
  • Pembenihan Ikan Lele
Apabila media air selesai disiapkan, maka Anda bisa memasukkan benih lele ke area kolam terpal. Ciri dari pembenihan yang sehat ialah melalui indukannya yang unggul. Benih induk yang unggul dapat menurun dari sang indukan untuk diturunkan kepada bibit-bibit baru yang dilahirkan.
Sifat benih lele yang unggul ialah memiliki sifat gesit, aktif, ukurannya seragam, dan warnanya seragam. Organ tubuh lengkap, panjang tubuhnya sekitar 4 hingga 7 cm. Benih yang berkualitas tersebar baik, dan tambahkan probiotik.

Porsi Pemberian Pakan pada Ternak Lele Bioflok

Cara pemberian pakan lele membutuhkan trik-trik khusus agar hasil panen dapat lebih meningkat dari pada periode sebelumnya. Anda perlu memberi pakan lele dengan cara yang baik dan benar untuk menghasilkan panen yang baik sehingga perlu diperhatikan kadar pH airnya, sistem aeratornya, dan lain sebagainya.
Pemberian pakan ikan lele dengan cara yang baik dapat mendukung produktivitas perkembangan ikan lele sehingga tidak membuat lele mati atau bisa saling memangsa satu sama lain.
Makanan yang buruk bisa membuat ikan lele mati karena makanannya sulit dicerna dan bisa menjadi racun yang mematikan lele.
pakan lele
Anda perlu memperhatikan cara pemberian pakan yang baik dan benar dalam budidaya ikan lele dengan cara sebagai berikut:
  • Atur Jadwal Pemberian Pakan
Anda dapat mengatur ritme pemberian pakan dengan manajemen waktu yang tepat. Pengaturan jadwal ikan lele dalam waktu sehari dua kali atau tiga kali, sebanyak 3x sehari, pada waktu pagi, siang dan malam.
Jangan terlalu pagi dalam memberikan pakan kepada ternak lele, karena sebagian besar ternak lele tidak memiliki nafsu makan yang terlalu tinggi saat pagi. Saat pagi hari tiba, permukaan air kolam banyak tercemar oleh zat-zat dari udara sehingga merugikan pada budidaya ikan lele.
Pemberian makan kalau bisa jangan terlalu pagi, karena bisa menjadi racun bagi ikan lele. Hasilnya akan membuat banyak ikan yang mati. Standarnya memberikan ikan ketika pagi minimal ya pukul 9. Saat air sudah mulai netral, maka Anda bisa memberi pakan ikan.
Saat siang hari, maka Anda bisa memberikan pakan ketika waktu menunjukkan jam 1 hingga jam 2 siang. Kemudian saat malam hari, Anda dapat memberikan pakan ikan lele ketika jam 8 hingga jam 9 malam.
  • Persiapan Pemberian Pakan Ikan Lele
Apabila Anda sudah memasang standar penjadwalan pakan lele, Anda bisa melakukan persiapan sebelum melakukan penebaran pakan lele. Pada tahap awal, Anda harus mengetahui ukuran ikan lele, kemudian sebaiknya pelet segera diberikan.
Anda perlu membedakan pelet untuk ternak lele yang masih kecil dan besar, sebaiknya campurkanlah sesuai dengan ukurannya, kemudian ganti dengan pelet yang ukurannya lebih besar saat ikan lele sudah siap berkembang. Lele bisa diberikan pakan pelet sesuai dengan ukuran agar tidak kekurangan pakan.
jual kolam terpal siap pakai
  • Pembasahan Pakan Pelet
Anda bisa membasahi pelet agar lebih mengembang, hal ini karena sifat lele itu rakus saat makan. Apabila pelet yang diberikan dalam kondisi kering, maka lele akan makan lebih banyak dan ikan lele biasanya akan menjadi kekenyangan dan sulit dalam bergerak secara aktif.
Ikan yang mengalami rasa kenyang, bisa ditandai dengan menggantung diam dalam posisi miring dan mengapung permukaan air. Setelah ini, sebaiknya lakukan saja pembasahan pelet dengan menebarkan air secara merata pada pelet.
Diamkan beberapa menit sampai pelet lebih mengembang sehingga tidak tenggelam dan berikan pada lele di kolam.
  • Tambahkan Probiotik
Anda bisa membasahi pelet di dalam air selama beberapa menit dan menambahkan probiotik.
Probiotik bisa dibeli di toko peternakan ikan. Saat Anda menambahkan probiotik, maka keuntungan yang akan Anda dapat ialah asupan vitamin dan menjaga kualitas air dengan menguraikan sisa kotoran organik sehingga tidak mengganggu kesehatan lele.
  • Cara Penebaran Pakan yang Baik
Cara penebaran pakan yang baik ialah dengan membagi 3 bagian sudut pada kolam terpal di area sisi bagian kanan kolam, kiri kolam dan tengah kolam. Pemberian pakan lele bisa lebih merata.
Saat tahap awal, Anda bisa menebarkan di area sisi kanan hingga pelet habis, kemudian pindah di area sisi kiri. Kemudian setelah sisi kiri habis, maka Anda bisa pindah ke sisi tengah. Sebarkan pelet hingga kenyang. Tanda dari ikan yang sudah kenyang adalah adanya pelet yang mengambang dan tidak dimakan oleh ikan.
Apabila Anda menggunakan pelet yang tenggelam, maka cara penebarannya bisa dilakukan dengan perlahan pada satu titik, karena lele termasuk jenis ikan yang mengejar pakan yang bergerak.
Anda perlu mengatur pelet sebelum benar-benar terlanjur tenggelam, dan nantinya tidak dimakan oleh ikan lele. Pastikan Anda memberikan pakan sampai respon ikan sudah menurun akan ketika memakan pelet.
  • Jangan Berikan Pakan Tambahan yang Mentah
Apabila Anda memberikan pakan tambahan kepada ternak lele, maka pastikan Anda menghindari pemberian pakan yang mentah. Contoh pemberian pakan tambahan yang mentah ialah bekicot, ayam mentah, keong mas, dan lain sebagainya.
Sebaiknya Anda merebus terlebih dahulu pakan yang akan diberikan kepada lele sehingga sifat kanibalisme ikan lele tidak terus-terusan muncul dan dapat berfungsi sebagai pembunuh kuman pada daging mentah sehingga tidak menjadi penyakit pada ikan lele.

Analisa Usaha Ternak Lele Bioflok untuk Pemula

Analisa yang perlu dilakukan untuk usaha lele bioflok bagi pemula ialah sebagai berikut:
analisa usaha ternak lele bioflok di kolam terpal

Harga Kolam Terpal Bioflok dan Rangka Siap Pakai

Harga kolam terpal bioflok biasanya dibanderol mulai dengan harga Rp 1 juta rupiah. Bergantung dari ukuran terpal yang digunakan sebagai penyusun pembuatan kolam. Anda bisa memilih kolam terpal bioflok yang harganya murah hingga mahal.
Biasanya biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal apabila kita memilih diameter kolam terpal yang lebih besar. Namun kapasitas dan daya tampung kolam terpal akan semakin banyak Rangka yang siap pakai juga sangat mudah digunakan sebagai media ternak lele bioflok sehingga hasilnya bisa sampai 10x lipat dari hasil panen.
Ternak lele bioflok memang terobosan sistem budidaya lele yang lebih baik dari sistem sebelumnya. Hasilnya akan lebih maksimal apabila digunakan sebagai media pembesaran ikan lele sangkuriang. Usaha ternak lele merupakan salah satu cara yang bisa digunakan sebagai usaha pencarian rezeki halal dan cukup menjanjikan.
Usaha yang perlu dilakukan untuk membuat kolam terpal bioflok agar lebih sukses ialah dengan menerapkan setiap tips yang ada. Salah satunya ialah dengan menggunakan kolam terpal bulat.
Mengapa?
Kolam terpal merupakan kolam dengan terobosan terbaru karena mencegah polusi pada kolam tanah dan kolam tembok. Kolam terpal harganya sangat murah karena hanya beberapa juta saja Anda sudah bisa memiliki kolam.
Khususnya bagi pemula yang baru memulai usaha ternak lele bioflok pada kolam terpal ini karena memang lebih murah jika dihitung secara global.
Kolam terpal merupakan salah satu terobosan yang bisa kita gunakan bersama untuk mendapatkan hasil panen sebesar 10x lipat dari aslinya. Kolam terpal merupakan salah satu cara yang bisa membuat analisa Anda akan terwujud.
Anda bisa memesan kolam terpal kepada kami sebagai distributor. Kami menyediakan kolam terpal yang harganya murah jika dibandingkan dari tempat lain. Anda bisa memanfaatkan pekarangan halaman rumah untuk mendapatkan kualitas yang baik dengan kolam terpal.
Pendapatan pembudidaya ternak lele menggunakan sistem bioflok memanglah sangat besar, bergantung dari para pelakunya, bagaimana menyikapi usaha budidaya ternak lele dengan baik. Anda bisa mendapatkan berbagai saran dan informasi jika membeli kolam terpal dari kami.
Mengapa kolam harus dibuat bulat?
Salah satunya agar tidak ada garis sudut sehingga mengurangi benturan lele pada kolam terpal dan tekanan airnya pun lebih stabil. Benturan lele pada kolam terpal kotak atau kolam tembok bisa menjadikan banyak bibit ikan lele yang mengalami kematian. Bagaimana Anda tertarik melakukan budidaya ternak lele di kolam terpal yang sukses? Lakukan panduan yang sudah diterangkan sebelumnya.

Seperti Apa Peran Teknologi Bioflok untuk Ketahanan Pangan Nasional?

Peran ikan sebagai benteng ketahanan pangan nasional, hingga kini dinilai masih belum maksimal. Padahal, dengan potensi yang dimiliki Indonesia, ikan berpeluang menggantikan lauk pauk berbahan nabati sebagai pendukung utama ketahanan pangan. Oleh itu, Pemerintah Indonesia ditantang untuk terus melakukan inovasi untuk memanfaatkan ikan sebagai penopang ketahanan pangan utama.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional yang semakin tinggi, maka langkah utama yang perlu dilakukan adalah melalui intensifikasi teknologi yang efektif dan efisien.
“Semua pelaku perikanan budidaya harus berkreasi mengedepankan Iptek dalam pengelolaan usaha budidaya ikan. Intinya dengan kondisi saat ini, produktivitas budidaya harus bisa dipacu dalam lahan terbatas dan dengan penggunaan sumberdaya air yang efisien,” ungkap dia di Jakarta awal pekan ini.


Menurut Slamet, dalam mewujudkan ketahanan pangan yang bersumber dari ikan, masyarakat saat ini dihadapkan pada kondisi terjadinya perubahan iklim disertai penurunan kualitas lingkungan secara global. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan semakin sedikitnya lahan untuk kebutuhan pangan dan berdampak pada penurunan suplai bahan pangan nasional.
“Kebutuhan pangan dari ikan akan meningkat tajam seiring dengan target Indonesia untuk meningkatkan konsumsi masyarakat hingga 50 kilogram per orang per kapita pada 2019. Dengan target itu, maka suplai ikan perlu setidaknya 14,6 juta ton per tahun,” ujar dia.
Salah satu upaya untuk menambah suplai ikan untuk masyarakat, kata Slamet, adalah dengan menambah produksi ikan secara nasional. Namun, untuk melakukan itu, diperlukan upaya yang sangat keras karena produksi ikan nasional berada dalam kondisi fluktuatif.
Teknologi Bioflok
Slamet Soebjakto mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan KKP dalam menambah suplai ikan secara nasional, adalah dengan mengembangkan inovasi teknologi sistem bioflok dalam budidaya lele. Teknologi tersebut, kata dia, dinilai berhasil karena bisa meningkatkan produksi dalam jumlah yang banyak.
“Bioflok ini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, apalagi saat ini produk lele sangat memasyarakat sebagai sumber gizi yang digemari,” jelas dia.

Budidaya lele dengan menggunakan teknologi system bioflok yang sedang digalakkan oleh Dirjen Perikanan Budidaya KKP. Teknologi bioflok ini diyakin dapat meningkatkan produksi lele sampai tiga kali lipat. Foto : DJPB KKP

Tentang teknologi tersebut, Slamet memaparkan, saat ini popularitasnya semakin meningkat di kalangan masyarakat dan pembudidaya ikan. Kondisi itu bisa terjadi, karena teknologi tersebut dinilai mampu menggenjot produktivitas lele, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas dan juga hemat sumber air.
Menurut Slamet, semua efek positif itu bisa didapat, karena teknologi tersebut mengadopsi bentuk rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, dan secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.
“Dengan mengunakan teknologi bioflok, produksi lele bisa mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari produksi biasa. Ini yang disukai para pembudidaya dan bermanfaat untuk menambah suplai ikan secara nasional,” ungkap dia.
Slamet membandingkan, untuk budidaya dengan sistem konvensional dengan padat tebar 100 ekor/m3 itu memerlukan waktu 120-130 hari untuk panen. Sedangkan untuk sistem bioflok dengan padat tebar 500-1000 ekor/m3 itu hanya membutuhkan 100-110 hari saja.
Tidak hanya itu, Slamet menyebut, teknologi bioflok membuat produksi lele di banyak daerah menjadi sangat efisien. Dia mencontohkan, dengan rata-rata padat tebar 1.000 ekor/m3, maka dalam satu kolam bulat ukuran diameter 3 m, dapat ditebar benih lele sebanyak min. 3.000 ekor.
“Dengan ukuran dan jumlah ekor yang ditanam tersebut, bioflok mampu menghasilkan lele konsumsi mencapai lebih dari 300 kilogram per siklus. Artinya jika dibanding dengan teknologi konvensional, bioflok mampu menaikan produktivitas lebih dari 3 kali lipat,” papar dia.
Dengan kelebihan itu, Slamet menyebut kalau budidaya dengan bioflok sangat menguntungkan. Hal itu karena, pendapatan dari satu kolam akan mengalami peningkatan tiga kali lipat jika dibandingkan dengan menggunakan budidaya biasa.

Syamsul Mansur, pembudidaya ikan dengan metode bioflok di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel. Ada sekitar 3000 ekor ikan nila yang ditebar di kolam yang hanya berukuran 2×3 meter itu setinggi 80 cm itu. Begitu padatnya sehingga tak ada ruang yang cukup bagi ikan untuk berenang bebas. Foto: Wahyu Chandra.

Kelebihan lain dari teknologi bioflok ini, kata Slamet, adalah bisa mengintegrasikan diri dengan sistem lain seperti hidroponik. Sistem tersebut,yaitu memanfaatkan air buangan limbah budidaya yang mengandung mikroba sebagai pupuk untuk tanaman sayuran.
“Tentunya ini adalah bentuk keberhasilan inovasi teknologi budidaya, dan sekaligus menjadi jawaban tepat bagiamana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat saat ini. Inovasi teknologi harus mampu menjawab tantangan dan masalah, serta mampu memanfaatkan peluang yang ada,” tambah dia.
Manfaat positif yang dihasilkan dari teknologi tersebut, menurut Slamet, membuktikan kalau bioflok adalah teknologi yang ramah lingkungan. Fakta tersebut juga menjadi catatan positif karena teknologi budidaya perikanan kini mengarah pada konsep keberlanjutan.
Ketua I Assosiasi Pengusaha Catfish Indonesia Iimsa Hemawan menyampaikan budidaya lele bioflok merupakan usaha yang mengandalkan teknologi, sehingga faktor kedisiplinan dalam penerapan prosedur operasi standar (SOP) menjadi sangat penting.
“Pendampingan teknologi harus dilakukan secara intens, dengan metode yang memungkinkan masyarakat memahami dan mengadopsi secara mudah,” jelas dia.
Dengan penggunaan teknologi, Slamet berharap, target produksi ikan lele secara nasional yang diproyeksikan sebesar 1,39 juta ton pada 2017 bisa tercapai. Saat ini, realisasi hingga triwulan 1, produksi nasional lele sudah mencapai 225 ribu ton
Syamsul Mansur, pembudidaya ikan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel, mulai mencoba budidaya ikan lele metode bioflok ini di pekarangan rumah. Kelebihannya karena tidak meninggalkan bau seperti halnya budidaya lele secara konvensional. Foto: Wahyu Chandra.

Bioflok untuk Pesantren
Untuk memasyarakatkan teknologi bioflok, Pemerintah Indonesia menjadikan pesantren di berbagai daerah sebagai lokasi pengembangan untuk budidaya perikanan tersebut. Dengan cara tersebut, ke depan diharapkan produksi ikan, khususnya lele bisa meningkat secara nasional dan akan membantu suplai bahan pangan ikan nasional.
“Kita punya tanggung jawab moral untuk membangun pesantren, bukan hanya secara ekonomi saja, namun juga bagaimana turut serta dalam meningkatkan kualitas SDM yang ada. Dengan mulai memperkenalkan ikan sebagai sumber pangan bagi mereka, kita ingin generasi muda di lingkungan pondok pesantren lebih cerdas dengan mulai membiasakan mengkonsumsi ikan,” ungkap dia.
Untuk melaksanakan pengenalan teknologi tersebut, Slamet menuturkan, KKP pada tahun ini menyalurkan bantuan untuk 7 pesantren, 12 kelompok pembudidaya dan 2 lembaga pendidikan. Kesemuanya itu ada di 16 provinsi yang mencakup wilayah perbatasan RI seperti Belu (Nusa Tenggara Timur), Sarmi dan Wamena (Papua), Nunukan (Kalimantan Utara).
Khusus untuk pesantren, Slamet memperkirakan akan ada 78.500 santri yang ikut serta dalam program pengembangan budidaya berbasis bioflok tersebut. Program tersebut nantinya akan menghasilkan pergerakan ekonomi di pondok pesantren dan yayasan.
Dukungan ini diharapkan akan mampu menghasilkan produksi ikan lele konsumsi sebanyak 370,8 ton per siklus atau 1.452 ton, dengan nilai ekonomi produksi sebesar Rp21,78 miliar per tahun. Untuk hasil produksi tersebut, diperkirakan tenaga kerja yang dapat terlibat mencapai 1.030 orang.
“Kedua, meningkatnya konsumsi ikan per kapita di kalangan masyarakat pondok pesantren,” kata dia.

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...