Minggu, 24 November 2019

LENGKAP! Ini Panduan Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila

Apakah Anda tengah mencari peluang usaha paling menguntungkan?
Sebenarnya, banyak sekali peluang usaha yang dapat Anda coba.
Namun, tidak semua memberikan keuntungan seperti yang Anda harapkan.
Jika Anda menginginkan usaha modal minim antigagal dan untung besar maka budidaya ikan nila adalah pilihan terbaik.
Mengapa Demikian?
Karena usaha ternak ikan memiliki banyak kelebihan dibandingkan jenis usaha lain.
Di samping ikan lele, ikan nila merupakan jenis ikan yang paling disukai masyarakat Indonesia.
Dagingnya gurih dan lezat. Harganya pun terjangkau.
Tak hanya itu saja, ikan nila pun mudah untuk diolah dalam berbagai masakan.

Keunggulan Budidaya Ikan Nila

Panduan Budidaya Ikan Nila 3
Sebenarnya, selain sejumlah alasan di atas, masih banyak keunggulan budidaya ikan nila.
Agar lebih jelas, simak kelebihan ternak ikan nila di bawah ini.
  • Modal Kecil
Banyak yang beranggapan bahwa usaha budidaya ikan nila mahal padahal kenyataannya tidak demikian.
Hanya dengan modal kecil saja, Anda sudah bisa memulai usaha ternak ikan nila.
Anda tak perlu ragu karena umumnya peternak ikan nila berhasil meraih omzet hingga jutaan rupiah setiap kali panen.
Bahkan tak sedikit yang sukses meraih ratusan juga rupiah dari ternak ikan nila.
  • Pangsa Pasar Luas
Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa sebagian besar peternak ikan nila bisa mendapatkan keuntungan yang besar?
Hal ini tak lepas dari pangsa pasar ikan nila yang luas.
Sebagai salah satu ikan yang disukai masyarakat, permintaan ikan nila tidak pernah surut.
Malahan, di waktu tertentu, permintaan ikan nila melonjak drastis. Inilah mengapa ternak ikan nila sangat menguntungkan.
Ingat, semakin luas pangsa pasar maka semakin besar pula potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan.
  • Benih Mudah Didapat
benih ikan nila
Salah satu hal yang paling disukai peternak ikan nila adalah mudahnya mendapatkan benih di pasaran.
Harganya bervariasi. Namun, semakin unggul benih ikan nila semakin mahal pula harganya.
Meski terasa sedikit memberatkan di awal usaha, tetapi hal ini justru akan menguntungkan Anda selama masa panen.
Sebab, benih ikan nila berkualitas tinggi sangat jarang terserang penyakit.
Alhasil, risiko kematian pun dapat ditekan semaksimal mungkin.
Tak hanya itu saja, harga jual ikan nila dari benih unggul jauh lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa.
Hal ini terjadi lantaran dagingnya lebih tebal, gurih, dan lezat. Bobotnya pun lebih berat.
  • Jenis Ikan Nila Beragam
Di pasaran tersedia puluhan jenis ikan nila.
Setiap jenis memiliki keunggulannya masing-masing.
Namun, dari banyaknya jenis ikan nila, ada beberapa di antaranya yang paling diminati.
Adapun jenis ikan nila yang sangat direkomendasikan, antara lain sebagai berikut.
  • Ikan Nila Lokal
Sebenarnya, ikan nila lokal bukanlah asli Indonesia, melainkan dari Taiwan.
Meski begitu, ikan nila lokal dikembangkan di Todano, Sulawesi Utara baru kemudian menyebar ke seluruh daerah di Indonesia.
Ikan nila lokal merupakan jenis ikan yang paling umum dijumpai di pasaran.
  • Ikan Nila BEST
Ikan nila BEST merupakan hasil silang antara 4 jenis ikan, yakni ikan nila lokal, nila gift generasi ketiga dan keenam serta ikan nila tempeh.
BEST sendiri adalah singkatan dari Bogor Enhanced Strain Tilapia.
Ikan nila BEST tergolong jenis ikan yang paling disuka peternak.
Pasalnya, ikan ini hemat pakan dan cepat besar.
Tak hanya itu saja, ukuran benih ikan nila BEST lebih besar dan persentase kemungkinan hidup jauh lebih tinggi daripada jenis ikan nila lainnya.
  • Ikan Nila Merah GIFT
Ikan nila merah GIFT (Genetic Improvement of Farmed Tilapia) merupakan hasil silang antara 8 jenis ikan, yakni varietas ikan dari Ghana, Kenya, Singapura, Israel, Mesir, Thailand, Senegal, dan Taiwan.
Dibandingkan dengan ikan nila lokal, ikan nila merah GIFT lebih tahan penyakit, waktu produktifnya pun tergolong panjang, antara 1.5 hingga 2 tahun.
  • Ikan Nila Nirwana
Ikan yang memiliki nama lengkap nila Ras Wanayasa ini lebih dikenal dengan nama ikan nila Nirwana.
Ikan ini merupakan hasil persilangan dan rekayasa genetik dari dua jenis ikan, yakni ikan nila Gift dan nila GET Filipina.
Ikan nila Nirwana sangat disukai peternak ikan karena harga jualnya mahal, dagingnya pun lebih tebal.
Hal ini dikarenakan bobot ikan nila yang mencapai sekitar 650 gram per ekor.
Tak heran jika ikan nila Nirwana lebih cocok dijadikan sebagai bahan olahan, seperti fillet.
  • Ikan Nila Gesit
Jenis ikan nila lain yang tak kalah bagus adalah ikan nila Gesit.
Ikan ini sangat disuka peternak karena tidak bobotnya dapat mencapai lebih dari 500 gram dengan panjang 8 cm dalam waktu kurang dari 6 bulan.
Tak hanya itu saja, saat perkawainan berlangsung, ikan nila Gesit memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk menghasilkan benih jantan. Bahkan persentasenya mencapai 98%.
  • Harga Jual Tinggi
Harga jual ikan nila termasuk tinggi dan sangat jarang mengalami penurunan.
Meskipun harga di masing-masing daerah berbeda, tetapi rata-rata harga yang dipatok per kilonya mencapai Rp25.000,00 – Rp30.000,00.
  • Keuntungan Besar
Dengan harga jual yang selalu stabil, Anda tidak perlu takut mengalami kerugian.
Justru sebaliknya, Anda akan tetap untung.
Bahkan di saat permintaan pasar meningkat, keuntungan yang Anda dapatkan bisa berkali lipat dari biasanya.
  • Pemasaran Mudah
Jika usaha lain memerlukan trik pemasaran yang cukup memusingkan, lain halnya dengan pemasaran ikan nila.
Saking mudahnya, Anda bisa menjual ikan nila di rumah hanya bermodalkan tulisan “Jual Ikan Nila Segar” atau banner dengan tulisan serupa.
Selain dijual sendiri, Anda bisa menjualnya pada pengecer, pengepul ikan, bekerja sama dengan warung makan, kafe, supermarket, ataupun jasa katering.
Jika Anda menginginkan keuntungan tambahan, Anda bisa menjualnya sendiri dalam bentuk matang.
Misalnya, Anda membuka tempat makan kecil di garasi rumah dengan menu aneka ikan nila.
Mulai dari nila goreng, nila bakar, nila asam manis, pedas manis, hingga sup ikan nila. Mudah, bukan?

Persiapan Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

Panduan Budidaya Ikan Nila 1
Bagi Anda yang tertarik untuk memulai usaha ternak ikan nila, gunakan metode kolam terpal.
Metode ini jauh lebih menguntungkan dan mudah diterapkan. Terutama bagi pemula yang ingin memelihara ikan nila di rumah.
Pasalnya, metode ini tidak membutuhkan banyak tempat dan hasilnya pun lebih maksimal.
Adapun langkah ternak ikan nila menggunakan kolam terpal, antara lain sebagai berikut.
  • Menyiapkan Kolam Terpal
Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menyiapkan kolam terpal.
Anda memang bisa membuatnya sendiri, tetapi untuk menghemat waktu Anda bisa membeli jadi.
Cara ini akan meminimalkan kesalahan saat proses pembuatan, harganya pun lebih murah.
Untuk ukuran kolam ikan nila 500 ekor, yakni panjang 2×3 meter dapat menghasilkan panen 100 hingga 200 kilogram ikan.
Sementara ukuran kolam ikan nila 1000 ekor, yakni 4×6 meter dapat menghasilkan panen 300 hingga 400 kilogram ikan.
Besaran panen bervariasi, tergantung jenis benih ikan yang dipilih.
Sesuaikan ukuran kolam ikan dengan kebutuhan Anda.
Jika Anda ingin usaha ternak ikan skala besar maka pastikan untuk menyiapkan ukuran kolam terpal lebih besar. dan Kolam terpal bulat adalah SOLUSINYA!
Anda bisa membeli kolam terpal bulat di produsen yang Jual kolam Terpal Bulat terpercaya.
  • Menyiapkan Benih Ikan Nila
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan benih ikan nila.
Pastikan benih yang Anda gunakan adalah benih unggul dengan ciri-ciri gerakan lincah, ukuran sama, aktif, dan tidak ada cacat.
  • Pengisian Air Kolam Terpal
Kedalaman terbaik untuk budidaya ikan nila adalah 100 cm hingga 120 cm dengan pH 7 atau pH 8.
Sementara suhu terbaik agar pertumbuhan optimal adalah 25 hingga 30 derajat celcius.
  • Penyebaran Benih
Sebelum penyebaran benih, taburkan probiotik lebih dulu untuk mempercepat proses pertumbuhan mikroorganisme.
Proses ini biasanya memakan waktu selama 7 hingga 10 hari.
Setelah mikroorganisme tumbuh sempurna, tebar benih ikan nila sesuai dengan kapasitas kolam.
  • Pemberian Pakan
Pemberian pakan baru dilakukan pada hari ketiga setiap pagi dan sore hari.
Hal ini dilakukan agar benih ikan menyantap mikroorganisme yang ada.
Sebaiknya selama pemberian pakan, tambahkan azolla atau vitamin ikan. Tujuannya untuk memaksimalkan proses pertumbuhan.
  • Perawatan Ikan Nila
Sebenarnya cara memelihara ikan nila tergolong mudah.
Cukup dengan memberikan pakan teratur sesuai dosis, beri vitamin, mengganti air kolam secara berkala, dan melakukan penyortiran ikan sesuai dengan ukurannya untuk mencegah risiko kematian dan kanibalisme.
  • Panen
Umumnya, waktu panen dapat dilakukan setelah 4 hingga 6 bulan pemeliharaan, tergantung jenis ikan nila.
Pakan berkualitas dan kondisi air yang bagus turut mempercepat proses panen.

Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila

Panduan Budidaya Ikan Nila 2
Agar Anda lebih yakin untuk menjalankan usaha budidaya ikan nila di kolam terpal, simak analisa usaha berikut ini.

Biaya Operasional

Asumsi biaya kolam terpal 4×6 meter – Rp850.000,00
Benih ikan nila 1000 ekor – Rp700.000,00
Asumsi biaya lain-lain – Rp250.000,00
Pakan ikan nila 500 kg (Rp25.000,00 per 10 kilogram) – Rp625.000,00
Total Biaya – Rp2.425.000,00

Potensi Keuntungan

Setiap 1000 ekor terdapat 10% ikan nila yang tidak dapat dipanen.
Harga rata-rata ikan nila di pasaran adalah Rp25.000,00 per kilogram.
Setiap kilogram terdiri dari 2-3 ekor ikan nila.
Maka keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah 300 kilogram x Rp25.000 = RpRp7.500.000,00 – Rp2.425.000,00 = Rp5.075.000,00.
Bayangkan jika Anda memiliki 10 kolam ikan nila dengan masing-masing kolam terdiri dari 1000 ekor.
Maka keuntungan yang Anda dapatkan akan jauh lebih besar.
Terlebih jika Anda menggunakan bibit ikan yang mampu menghasilkan ikan ukuran besar, misalnya setiap kilogram hanya terdiri dari 2 ekor ikan 500 gram.

Analisa Usaha

Asumsi biaya kolam terpal 4×6 meter (10 unit) – Rp8.500.000,00
Benih ikan 10.000 ekor – Rp7000.000,00
Pakan ikan 5000 gram – Rp6.250.000,00
Biaya lain-lain – Rp250.000,00
Total Biaya – Rp22.000.000,00
Potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan adalah 4500 kilogram x Rp25.000,00 = Rp112.500.000,00 – Rp22.000.000,00 = Rp890.500.000,00.
Semakin banyak kolam yang Anda milik maka semakin banyak keuntungan yang Anda dapatkan.
Meskipun Anda harus menunggu panen selama 4 hingga 6 bulan, tetapi dalam sekali panen keuntungan yang Anda raup cukup untuk menutupi biaya operasional.

[PRAKTIS!] Cara Pembuatan Kolam Terpal Ikan Nila Sederhana

Budidaya Ikan Nila Dengan Menggunakan Kolam Terpal Sederhana

Budidaya Ikan Nila bukanlah suatu hal yang aneh dan langka saat ini.
Menjamurnya budidaya ikan tawar serta tingginya permintaan pasar berdampak juga pada budidaya ikan Nila.
Seyogyanya Ikan Nila adalah salah satu jenis ikan yang mudah dalam pemeliharaannya.
Ditambah lagi saat ini budidaya tidak lagi dilakukan dikolam tanah atau kolam beton yang memakan banyak lahan dan banyak timbul masalah.
Kini dengan inovasi dari peternak ikan tawar muncul budidaya dengan kolam terpal bulat.
Kolam terpal jadi solusi yang menarik bagi yang ingin beternak, tapi terkendala lahan sempit.
Karena kolam terpal ini bisa diletakkan dimana saja dan bisa dipindah.
Kolam Terpal Ikan Nila
Dari kolam terpal ini juga telah banyak peternak ikan tawar yang menuai kesuksesan.
Namun, untuk memperoleh kesuksesan tersebut tidak hanya mengandalkan kolam terpal saja.
Ada beberapa tips atau cara budidaya ikan nila di kolam terpal agar budidaya Ikan Nila pada kolam terpal bisa sukses;
  1. Kualitas Air

Setiap budidaya ikan, akan bergantung pada kualitas air yang digunakan. Pastikan bahwa air yang digunakan selalu bersih dan tidak berbau.
Saat pembuatan kolam terpal ini menjadi pertimbangan penting karena akan mempengaruhi kualitas pertumbuhan ikan dalam kolam.
  1. Pembersihan Kolam Berkala

Kelebihan dari kolam terpal bulat adalah Anda tidak perlu setiap hari membersihkan kolam.
Karena kolam ini telah dilengkapi dengan sistem yang mengubah kotoran ikan menjadi makanan yang berguna.
Jadi kolam tidak terlalu keruh, Hanya membutuhkan beberapa kali saja untuk pembersihan kolam.
  1. Ukuran Kolam Seimbang Dengan Bibit Ikan

Perbandingan antara bibit yang akan ditebar dengan  luas kolam haruslah seimbang.
Sebab apabila tidak sebanding akan terjadi kanibalisme yang nantinya juga akan berpengaruh dalam pemanenan.
  1. Pilih Lahan Terbuka

Seperti kolam tradisional pada umumnya bahwa pertumbuhan ikan juga dipengaruhi oleh cahaya yang diterima.
Meskipun kolam terpal dapat diletakkan dimana saja dan dapat dipindah, alangkah baiknya jika kolam tersebut diletakkan pada tempat terbuka yang terjangkau sinar matahari.
  1. Pilih Benih Berkualitas

Pemilihan kolam terpal bulat yang cocok tidak jadi patokan utama kesuksesan saat panen.
Pemilihan benih pun akan berpengaruh.
Langkah yang harus Anda tempuh sebelum mendirikan kolam terpal adalah memilih benih yang berkualitas.
Benih yang berkualitas akan menghasilkan ikan yang besar dan gurih.
Sebelumnya, jika anda baru bergabung dalam dunia budidaya ikan air tawar atau seorang pemula, anda wajib mengetahui sedikit banyak tentang budidaya ikan air tawar.
Khususnya ikan nila, hal ini dimaksudkan supaya anda memiliki wawasan tentang budidaya ikan air tawar.
Sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya, ada baiknya jika anda mempelajari artikel sebelumya tentang Panduan Lengkap Budidaya Ikan Nila.
Karena didalam artikel tersebut dijelaskan LENGKAP budidaya ikan nila secara detail.
Baik, lanjut Cara pembuatan kolam terpal bulat tidak akan memakan waktu lama karena pada umunya telah banyak tersedia kolam terpal bulat yang siap pakai dengan harga terjangkau.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan kolam terpal juga memilih bahan yang berkualitas.
Bahan yang dipakai adalah semi karet bukan terpal plastik. Jadi dijamin tahan lama.
Disamping itu besi yang digunakan sebagai penyangga juga tahan karat.
Cocok digunakan untuk peternak Ikan Nila yang masih pemula dan minim modal.

Kelebihan Kolam Terpal Bulat dibanding Kolam Lainnya

Pasti akan muncul banyak pertanyaan dibenak orang, mengapa kini banyak yang beralih menggunakan kolam terpal utamanya kolam terpal bulat untuk melakukan budidaya ikan tawar. Utamanya Ikan Nila.
Bisa dipastikan kini perlahan kolam tradisional mulai ditinggalkan dan beralih pada kolam yang punya banyak inovasi dan kelebihan ini.
Kelebihan yang dipunyai oleh kolam terpal ini yang menarik banyak perhatian.
Bisa Anda simak beberapa kelebihan yang bisa dijadikan referensi hingga Anda juga akan beralih ke kolam terpal bulat manakala ingin serius melakukan budidaya Ikan Nila;

1. Mudah Dalam Perawatan

Dibandingkan dengan kolam lain, kolam terpal bulat memang lebih praktis perawatannya.
Untuk membersihkannya tidak harus setiap hari. Cukup dengan menguras airnya beberapa kali saja.

2. Ikan yang Dihasilkan Lebih Berkualitas

Sudah banyak yang membuktikan bahwa hasil ikan dari budidaya dengan kolam terpal lebih banyak, lebih besar dan artinya lebih berkualitas.
Hal ini lah yang menjadi faktor utama mengapa kini banyak yang menggunakan kolam terpal

3. Hemat Lahan

Langkah pembuatan kolam terpal tidaklah rumit.
Kolam jenis ini termasuk ramah bagi siapa saja yang ingin melakukan budidaya ikan dalam kolam.
Sebab kolam ini tidak memakan banyak lahan, cocok bagi yang tidak punya lahan luas.
Langkah pembuatannya tinggal mengikuti cara yang telah dipandukan dan kabar baiknya kolam ini telah siap pakai.
Jadi tidak hanya hemat lahan tapi juga hemat waktu dan tenaga.

4. Biaya Terjangkau

Apabila Anda berpikir bahwa  untuk melakukan budidaya Ikan Nila harus merogoh kocek dalam, mungkin sudah saatnya Anda harus beralih menggunakan kolam terpal.
Yang secara perhitungan otomatis tidak membutuhkan biaya terlalu banyak.
Hanya dengan modal 2 jutaan saja Anda sudah bisa memulai usaha budidaya Ikan Nila.

5. Tahan Lama

Tidak hanya siap pakai, murah dan lengkap, kolam terpal bulat pun bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Umumnya bisa dipakai 5-6 tahun. Cukup lama bukan?
Dalam kurun waktu tersebut pastinya keuntungan Anda sudah berlipat-lipat.
Kolam terpal bulat dengan segala macam kelebihannya nyatanya telah berhasil memikat banyak orang untuk segera beralih menggunakannya.
Kolam terpal ini layak dan sangat cocok untuk Anda yang masih awam dan minim modal dalam budidaya ikan Nila, tapi ingin menghasilkan keuntungan yang berlipat.
Semakin tingginya permintaan pasar turut mempengaruhi penggunaan kolam terpal.
Tingginya permintaan hanya bisa dipenuhi oleh media yang bisa menghasilkan ikan yang banyak dan berkualitas.

Berapa Ukuran Kolam Ikan Nila 1000 Ekor? Cari Tahu Di Sini!

Kelebihan Budidaya Ikan Nila Menggunakan Kolam Terpal

Nila merupakan salah satu jenis ikan konsumsi paling populer di Indonesia, maka tak heran bila banyak orang yang membudidayakan ikan ini karena bisa mendatangkan untung besar yang cukup menggiurkan.
Ada banyak jenis ikan nila yang bisa dibudidayakan, misalnya nila merah, nila gesit, atau nila larasati.
Ukuran Kolam Ikan Nila 1000 Ekor
Cara memelihara ikan nila sebenarnya tidak terlalu susah, dan salah satu rahasia sukses dari budidaya nila terletak pada media kolamnya.
Baik pemula atau bukan, memelihara ikan nila disarankan menggunakan kolam terpal.
Dibandingkan kolam tanah biasa, kolam terpal memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
1. Lebih murah
Budidaya dengan kolam terpal dinilai lebih efisien karena pembuatan kolam terpal memang lebih mudah dan tidak memakan waktu lama.
Harga kolam terpal juga relatif lebih murah bila dibandingkan dengan membuat kolam dari tanah.
2. Cocok untuk daerah sulit air
Kolam terpal bisa jadi solusi untuk para peternak ikan nila yang tinggal di daerah jarang air.
Kolam seperti ini juga cocok digunakan untuk budidaya nila di daerah-daerah yang tanahnya memiliki daya serap air tinggi (porous).
Dengan menggunakan kolam terpal, air tidak akan mudah terserap tanah karena ditahan/ditampung oleh terpal.
3. Mudah dibersihkan
Dibandingkan dengan kolam tanah biasa, air pada kolam terpal dijamin bisa lebih bersih.
Air untuk budidaya ikan biasanya mudah kotor karena adanya sisa makanan yang mengendap di dasar kolam.
Kolam terpal dilengkapi dengan drainase atau saluran pembuangan sehingga endapan tersebut bisa dikeluarkan dengan mudah dari dasar kolam.
4. Ikan tidak bau tanah
Ikan nila yang dipanen dari kolam tanah biasanya memiliki aroma lumpur pada dagingnya.
Aroma lumpur ini memang tidak disebabkan oleh tanah itu sendiri, melainkan karena adanya senyawa geosmin yang dihasilkan dari mikroorganisme seperti alga hijau biru.
Alga seperti ini biasanya paling banyak ditemukan di waduk atau kolam tanah.
Hal ini disebabkan karena air di dalam kolam tanah jarang diganti sehingga mikroorganisme mudah berkembang biak.
Untuk itulah budidaya ikan nila disarankan menggunakan kolam terpal karena kebersihan air bisa lebih terjaga.
1. Menurunkan resiko hama dan penyakit
Sama seperti hewan ternak lainnya, ikan nila pun juga beresiko terserang hama dan penyakit.
Hama lebih mudah berkembang biak di air yang kotor atau tercemar.
Hama juga biasanya ditemukan menempel di dinding-dinding kolam yang terbuat dari tembok permanen atau tanah.
Namun bila menggunakan kolam terpal, serangan hama dan penyakit bisa ditekan serendah mungkin sehingga hasil panen bisa lebih maksimal.
2. Kelangsungan hidup ikan nila lebih tinggi
Kemampuan hidup (survival rate) ikan nila yang dibudidayakan di kolam terpal memang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan nila dari kolam tanah.
Hal ini disebabkan kualitas air yang selalu terjaga dan kebersihan kolam dapat dikontrol dengan mudah.
Selain itu, nila yang dipelihara di kolam terpal juga jarang terkena penyakit sehingga presentase hidup ikan jauh lebih tinggi.
Panduan Budidaya Ikan Nila 3

Peluang Usaha Ikan Nila dan Analisa Laba Rugi

Budidaya ikan nila memiliki potensi keuntungan yang cukup besar.
Selain karena sering dikonsumsi oleh banyak orang, perawatan ikan nila juga relatif mudah sehingga sangat cocok untuk dibudidayakan.
Sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya alangkah baiknya anda mempelajari tentang Panduan Lengkap budidaya ikan nila.
Bila Anda tertarik untuk memelihara nila, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:
1. Harga bibit nila
Harga bibit ikan nila sangatlah bervariasi dan tergantung pada jenis, ukuran, serta lokasi penjualan.
Tapi bibit nila rata-rata dibanderol dengan harga sekitar Rp25.000/kg, dan 1 kilonya berisi sekitar 80-100 bibit ikan.
2. Ukuran dan harga kolam terpal
Tinggi atau kedalaman kolam yang ideal bagi ikan nila adalah 100-120 cm, sedangkan ukuran kolam secara keseluruhan harus disesuaikan dengan jumlah bibit ikan yang digunakan.
Sebagai gambaran, kolam terpal dengan sistem bioflok untuk pemula dalam budidaya ikan nila bisa menampung sekitar 1000 bibit ikan nila bisa menggunakan kolam terpal bulat ukuran 3 meter.
Harga kolam terpal pun bervariasi tergantung dengan ukurannya. Berikut daftar harga kolam berdasarkan diameternya:
  • Diameter 1 m: Rp1.000.000
  • Diameter 2 m: Rp1.500.000
  • Diameter 3m: Rp2.000.000
  • Diameter 4m: Rp2.500.000
3. Biaya pakan ikan
Biaya pakan ikan nila adalah sekitar 20% dari harga jual nila di pasaran.
Jadi misalkan Anda memiliki 1000 benih ikan (asumsi 10% dari jumlah ikan tidak bisa dipanen), maka nantinya ada 900 ekor nila yang dipanen dan siap jual.
  • Harga ikan nila = Rp30.000/kg
  • 1 kg kira-kira berisi 3 ekor ikan nila
  • Asumsi pendapatan: 300 kg x Rp 30.000 = Rp9.000.000
  • Biaya pakan: 20% x Rp9.000.000 = Rp1.800.000
4. Analisa keuntungan
  • Pengeluaran:
Benih ikan             : 10 kg x Rp 25.000 = Rp 250.000
Biaya Pakan          : Rp 1.800.000
Biaya tak terduga : Rp 1000.000
Total pengeluaran: Rp 250.000 + Rp 1.800.000 + Rp 1.000.000 = Rp 3.050.000
  • Keuntungan
Rp 9.000.000 – Rp 3.050.000 = Rp 5.950.000
Dari analisa laba di atas, beternak ikan nila ternyata memang sangat menguntungkan.
Jadi tunggu apa lagi?

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...