Rabu, 22 April 2020

Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Bak Terpal Buatan

(Sumber : http://matarislavegirl.blogspot.com/2009/10/panduan-lengkap-pembenihan-ikan-nila.html)
Pembenihan Ikan Nila Sudah tahu cara membuat pembenihan ikan nila pdf? Atau ingin tahu cara pemijahan ikan nila di kolam terpal?

Langkah awal dalam membuka perjuangan budidaya ikan nila yaitu mendapat benih atau bibit yang berkualitas untuk dijadikan lagi bakal akan datang.

Ada dua cara yakni dengan membuat benih sendiri dengan cara mengawinkan indukan nila, serta eksklusif saja membelinya di tempat penyedia benih atau bibit.

Bagi teman yang mempunyai modal cukup pastinya lebih menentukan yang instan yaitu membelinya saja.

Akan tetapi, sebagian petani justru malah membuat bibit nila sendiri dengan niat membuaka perjuangan menjual bibit nila tersebut.

Berikut cara gampang melaksanakan pembenihan ikan nila berdasarkan pengalaman para petani yang sudah berhasil membuat bibit super.

Pembenihan Ikan Nila

cara pemijahan ikan nila di kolam terpal Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Kolam Terpal Buatan


Seleksi induk

Pengelolaan induk dalam aktivitas perjuangan pembenihan mempunyai perang yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan, lantaran induk merupakan salah satu faktor utama yang akan menentukan  kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan. 

Jumlah induk ikan nila pada suatu area/kolam pemijahan ditentukan oleh induk jantan dan ukuran induk. 

Hal ini disebabkan sifat ikan nila memijah yaitu dimana induk jantan akan membuat suatu tempat teritorial yang dihentikan di ganggu ikan lain. 

Jumlah ikan betina umumnya lebih banyak dari pada ikan jantan biar gampang memberi kesempatan pada jantan untuk sanggup menemukan betina yang matang gonad. 

Ikan nila yang ukurannya masih kecil belum menampakkan perbedaan alat kelamin. Setelah mencapai bobot 50 – 60 g perbedaan kelamin sudah mulai sanggup terlihat. 

Perbedaan berdasarkan jenis kelaminnya, ikan nila jantan mempunyai ukuran sisik yang lebih besar daripada ikan nila betina. 

Alat kelamin ikan nila jantan berupa tonjolan yang agak runcing yang berfungsi sebagai muara susukan urin dan susukan sperma yang terletak di depan anus. 

Jika di urut, perut ikan nila jantan akan mengeluarkan cairan bening sedangkan ikan nila betina mempunyai lubang genital terpisah dengn lubang susukan urin yang terletak di depan anus. 

Bentuk hidung dan rahang belakang ikan nila jantan melebar dan berwarna biru muda. 

Pada ikan betina, bentuk hidung dan rahang belakang agak lancip dan berwarna kuning terang. Sirip punggung dan sirip ekor ikan nila jantan berupa garis putus - putus. 

Keberhasilan perjuangan pembenihan ikan nila sangat di tentukan oleh kualitas induk, secara umum ciri - ciri induk yang baik yaitu sebagai berikut. 

a. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kualitas tinggi
b. Pertumbuhannya sangat cepat
c. Sangat responsif terhadap masakan buatan yang diberikan
d. Resisten terhadap serangan hama, benalu dan penyakit
e. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk
f. Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yang 120-180 gram lebih per ekor dan berumur sekitar 4-5 bulan. 


Pembenihan Ikan Nila - Pemeliharaan induk 

cara pemijahan ikan nila di kolam terpal Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Kolam Terpal Buatan

Kolam pemeliharaan induk

Kolam pemeliharaan induk merupakan kolam pemeliharaan calon induk atau induk yang dipijahkan hingga menjelang akan dipijahkan selain itu, kolam ini sanggup di artikan sebagai kolam pematang gonad. 

Kolam pemeliharaan induk sangat penting disiapkan biar sanggup telur berkualitas baik. 

Pembenihan Ikan Nila - Pemberian pakan induk

cara pemijahan ikan nila di kolam terpal Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Kolam Terpal Buatan

Pakan diberikan sebagai embel-embel bagi induk maupun anakn ikan. Makanan pokok yang harus yaitu pakan alami. 

Dalam pembenihan sistem tradisional, pakan tambahn berupa limbah pertanian, menyerupai bedak, bekatul, bungkil kacang tanah, dan ampas kelapa. 

Untuk pembenihan secara intensif, masakan embel-embel berupa pelet dengan susunan bahan-bahan yang mengandung nilai gizi tinggi. 

Pakan embel-embel induk-induk yaitu pelet dengan kadar 30%, sedangkan untuk benih gelondongan besar berupa pelet dengan kadar protein 25%. 

Benih nilai yang kecil, pakan tambahannya hanya sedikit, yang utama yaitu pakan alami. 

Kalau pakan embel-embel lebih di utamakan yang lebih kecil, mengakibatkan pertumbuhannya lambat dan banyak kematian. 

Pembenihan Ikan Nila - Kualitas air pemijahan 

cara pemijahan ikan nila di kolam terpal Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Kolam Terpal Buatan

Pada masa berpijah ikan nila membutuhkan suhu antara 22 – 27 derajat c. keadaan ph air antara 5 – 11 sanggup di toleransi oleh ikan nila, ph optimal untuk perkembang biakan pertumbuhan ikan ini yaitu 7 – 8. 

Pemijahan ikan Nila

cara pemijahan ikan nila di kolam terpal Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Kolam Terpal Buatan

Persiapan wadah pemijahan

Pada lokasi calon pembenihan tercepat sumber air yang memadai secara teknis, tersedia sepanjang tahun. 

Setidaknya, pada pemeliharaan benih, debit air yang diharapkan berkisar 0,5 liter/ekor. Nila sanggup hidup pada suhu 25-30 derajat c. 

selain itu ikan nila juga hidup dalam perairan agak hening dan kedalam yang cukup. 

Kolam pemijahan sanggup dibentuk berdinding beton kolam pemijahan nila yang berdasar tanah di sukai nila lantaran banyak di huni plankton dan flora air kecil yang menjadi pakan tambahan. 

Dasar kolam tanah juga memudahkan nila jantan membuat cekungan untuk memijah. Untuk kolam pemijahan, padat tebar di sarankan 1-3 ekor/m2. 

Satu paket induk berjumlah 400 ekor. Sistem paket diberlakukan untuk menekan laju penurunan mutu benih yang di hasilkan bila keturunannya dijadikan induk kembali sehabis melalui seleksi ketat. 

Pembenihan Ikan Nila - Proses pemijahan

cara pemijahan ikan nila di kolam terpal Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Kolam Terpal Buatan

Ikan nila sanggup berkembang biak secara optimal pada suhu 20 - 30 derajat c. 

Ikan nila bersifat mengerami telurnya didalam lisan hingga menetas kurang lebih 4 hari dan mengasuh larvanya 14 hari hingga larva sanggup berenang bebas diperairan, mengerami telur dan mengasuh larva dilakukan oleh induk betina. Nila sanggup dipijahkan sehabis mencapai berat 100 gr/ekor. 

Penetasan telur Ikan Nila

cara pemijahan ikan nila di kolam terpal Panduan Lengkap Pembenihan Ikan Nila Sendiri Kolam Terpal Buatan

Pada ikan nila yang telurnya akan di tetaskan pada corong penetasan harus di lakukan pemanenan telur. 

Pemanenan telur ikan nila ini dilakukan pada hari ke  9. pemanenan dilakukan dengan cara mengambil telur dari lisan induk betina ikan nila. 

Sebelum pemanenan terlebih dahulu permukaan air kolam diturunkan hingga ketinggian 10-20 cm. 

Pemijahan dilakukan di hapa, maka caranya yaitu dengan menarik salah satu ujung hapa  ke salah satu sudut hapa. 

Dengan hati-hati untuk menghindari induk mengeluarkan telur. Karena induk ikan nila kalau merasa dalam ancaman atau terdesak akan mengeluarkan telur di sembarang tempat. 

Hal ini akan menyulitkan dalam mengumpulkan telur ikan nila.

Sekira itu dulu teman ringkasan singkat cara pembeniha ikan nila dilakukan sendiri dengan indukan super di kolam terpal dalam rumah yang sanggup Anda coba. Semoga bermanafaat dan selamat mencoba.
PEMBENIHAN NILA MERAH
(Sumber : https://infoduniaperikanan.wordpress.com/2013/02/10/pembenihan-ikan-nila-merah/)

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas penting dalam bisnis ikan air tawar dunia. Beberapa hal yang mendukung pentingnya komoditas nila menurut hasil pengkajian BBAT Sukabumi adalah a) Memiliki resistensi yang relative tinggi terhadap kualitas air dan penyakit, b) Memiliki toleransi yang luas terhadap kondisi lingkungan, c) Memiliki kemampuan yang efisien dalam membentuk protein kualitas tinggi dari bahan organik, limbah domestik dan pertanian, d) Memiliki kemampuan tumbuh yang baik, dan e) Mudah tumbuh dalam sistem budidaya intensif.
Selama ini pembudidayaan ikan kita masih kesulitan untuk mendapatkan benih nila yang berkualitas; Sebagai akibat dari belum adanya upaya perbaikan mutu induk melalui rekayasa genetika. Selain itu pengetahuan serta keterampilan dari pembenih perlu ditingkatkan melalui pelatihan secara bertahap atau lewat bahan bacaan petunjuk teknis karena para pembenih kita terkadang dalam melakukan aktivitasnya belum sepenuhnya menerapkan rambu-rambu teknologi pembenihan yang dianjurkan. Untuk memperoleh benih yang baik perlu menerapkan cara pembenihan yang baik dan benar.
PERSIAPAN KOLAM
Persiapan kolam untuk kegiatan pemijahan ikan nila antara lain peneplokan/perapihan pematang agar pematang tidak bocor, meratakan dasar kolam dengan kemiringan mengarah ke kemalir, membersihkan bak kobakan, menutup pintu pengeluaran dengan paralon, pemasangan saringan di pitu pemasukan serta pengisian kolam dengan air.
Kolam dikeringkan lebih dahulu untuk pencegahan hama dan penyakit yang ada di kolam. Dasar kolam diolah (dicangkul) sampai gembur, kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 300-500 gram/m2, lalu diberi kapur pertanian (CaCO3) sebanyak 10-25 gram/m2 (jika diperlukan). Jika telah siap kolam diberi air 20-30 cm, dibiarkan selama 2-3 hari sampai tumbuh plankton, lalu ditambah hingga ketinggian 50 cm, kemudian dibiarkan selama 4-7 hari.
nila2
Keterangan :
A. Panjang kolam
B. Lebar kolam
C. Dasar kolam
D. Kemalir
E. Kobakan
F. Outlet kolam
G. Outlet kobakan
H. Inlet kolam
Gambar 1. Penampang Kolam Pemijahan Ikan Nila

PEMELIHARAAN INDUK
Dosis pemberian pakan adalah 3% dari bobot biomas untuk lima hari pertama pemijahan dan 2 – 2,5% untuk lima hari berikutnya sampai panen larva. Penurunan dosis pemberian pakan ini disesuaikan dengan kondisi bahwa sebagian induk betina sedang mengerami telur dan larva. Pakan yang diberikan harus cukup mengandung protein (28 – 30 %).
Selama pemijahan debit air diatur dalam dua tahap, yakni 5 hari pertama lebih besar dan 5 hari kedua lebih kecil. Debit air dalam 5 hari pertama adalah dalam rangka meningkatkan kandungan oksigen dalam air, memacu nafsu makan induk disamping mengganti air yang menguap. Dengan demikian air yang mengalir ke kolam terlimpas ke luar kolam melalui saluran pengeluaran. Sedangkan untuk 5 hari kedua debit air hanya dimaksudkan untuk mengganti air yang terbuang melalui penguapan sedemikian rupa tanpa melimpaskan air ke kolam. Hal ini untuk menghindari hanyutnya larva juga menghindari limpasnya pakan alami yang terdapat di kolam pemijahan, sebagai makanan awal bagi larva.
SELEKSI INDUK
Untuk menghasilkan benih yang baik dipilih induk yang benar-benar matang gonad. Matang gonad pada ikan Nila Betina adalah kondisi ikan yang sudah siap untuk dikawinkan (dipijahkan) yang ditandai oleh diameter telur yang sudah mencapai ukuran 2,5 mm – 3,1 mm. pada ikan jantan, ditandai oleh sperma yang berwarna putih dan kental.
Cara menentukan kematangan gonad ikan jantan dilakukan dengan mengurut perut ikan ke arah anus. Ikan jantan yang telah matang kelamin akan mengeluarkan cairan kental berwarna bening dan di sekitar perut sampai kepala bagian bawah berwarna merah.
Cara menentukan kematangan gonad ikan betina dilakukan dengan meraba bagian perut dan pengamatan bagian anus. Ikan betina yang telah matang gonad ditunjukkan dengan telur berwarna kuning kehijauan, bagian perut melebar, lunak kalau diraba, bagian anus menonjol dan kemerahan. Pengambilan telur secara kanulasi.
Induk Jantan                             Induk Betina
nila1
Gambar 2 . Perbedaan induk betina dan induk jantan kelamin
Adapun kriteria induk yang siap dipijahkan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Kriteria Kuantitatif Sifat Reproduksi Induk Nila
Kriteria
Satuan
Jenis kelamin
Jantan
Betina
Umur
Bulan
6 – 8
6 – 8
Panjang total
cm
16 – 25
14 – 20
Bobot tubuh
gr
400 – 600
300 – 450
Fekunditas
Butir / ekor
1000 – 2000
Diameter telur
mm
2,5 – 3,1
PEMIJAHAN
Pemijahan dilakukan secara alami. Jumlah induk dalam satu populasi pemijahan secara masal disebut satu paket. Satu paket induk berjumlah 400 ekor yang terdiri dari 100 ekor jantan dan 300 ekor betina. Dengan induk sejumlah ini diharapkan dapat menghambat laju silang dalam dan memungkinkan keturunannya dapat dijadikan induk kembali setelah melalui kegiatan seleksi.
Penebaran induk dilakukan pada pagi hari saat suhu udara dan air masih rendah. Padat tebar induk adalah 1 ekor/m2, sehingga satu paket induk sebanyak 400 ekor memerlukan lahan untuk pemijahan seluas 400 m2.
Satu periode pemijahan berlangsung selama 10 hari untuk dapat dilakukan pemanenan larva. Proses pemijahan sendiri dapat berlangsung selama delapan periode pemijahan dengan delapan kali pemanenan larva, tanpa harus mengangkat induk. Setelah akhir periode, induk diangkat dari kolam pemijahan dan dipelihara secara terpisah antara jantan dan betina untuk pematangan gonadselama 15 hari. Selanjutnya paket induk tersebut dimasukkan kembali ke dalam kolam pemijahan yang telah dipersiapkan sebelumnya
PEMANENAN LARVA
Panen larva dilakukan setiap sepuluh hari sekali pada pagi hari. Kemudian larva ditampung sementara dalam hapa ukuran 2 x 2 x 1 m3 dengan mesh size 1,0 mm. Ukuran larva yang dipanen ada dua ukuran, untuk itu perlu dilakukan sortasi menggunakan hapa mesh size 1,5 mm. jumlah induk betina memijah sebanyak 30-40% dengan perolehan larva sebanyak 60.000 – 80.000 ekor/paket/10 hari.


sumber: Karya Ilmiah Praktek Akhir Pembinaan Kelompok Melalui Penyuluhan Partisipatif Pada Usaha Pembenihan Ikan Nila Merah di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Provinsi DI Yogyakarta 2010

Panduan Teknis Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

(Sumber : https://mitalom.com/panduan-lengkap-budidaya-pembesaran-ikan-nila-di-kolam-tanah/)


14 Cara Budidaya Ikan Nila agar Cepat Besar dan Cepat Panen
Ikan nila (Foto ; fao.org)

Budidaya Perikanan – Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, porsinya mencapai 28% dari seluruh usaha budidaya ikan air tawar (Suryamin, Kepala BPS 2014). Ini membuktikan bahwa ikan nila banyak digemari, baik oleh pembudidaya maupun oleh masyarakat sebagai konsumen. Ikan nila semakin populer karena rasa dagingnya yang lezat dan mudah dibudidayakan. Peluang usaha budidaya ikan nila masih terbuka lebar, mengingat ikan yang masih satu kerabat dengan mujair ini adalah ikan konsumsi yang banyak disukai oleh masyarakat. Ikan nila sangat mudah dibudidayakan, lebih tahan penyakit, mudah berkembang biak dan biaya pakan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan jenis ikan budidaya lainnya. Ikan air tawar yang konon berasal dari benua Afrika ini cocok dibudidayakan diseluruh wilayah di Indonesia. Ikan nila memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan, baik didataran rendah, menengah maupun dataran tinggi. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, ikan nila menjadi pilihan terbaik bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar.

Faktor-faktor yang Harus Diperhatikan dalam Budidaya Ikan Nila

Ikan nila memiliki adaptasi yang sangat baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, mudah dibudidayakan, mudah berkembang biak serta lebih tahan terhadap serangan penyakit. Namun beberapa faktor penting tetap harus diperhatikan untuk menunjang keberhasilan usaha budidaya ikan nila. Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya, dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Faktor-faktor penting yang harus diperhatikan dalam usaha budidaya ikan nila antara lain ; pemilihan lokasi budidaya, pemilihan benih, persiapan kolam, pemberian pakan dan penanganan hama dan penyakit.

Tahapan Usaha Budidaya Ikan Nila

1.    Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Nila

Tanah yang baik untuk kolam ikan nila adalah jenis tanah liat/lempung, padat tidak berporous. Jenis tanah ini tidak mudah bocor dan mampu menahan masa air yang besar. b)Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3 – 5 % untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi. d)Kualitas air untuk pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Untuk dikolam dan tambak angka kecerahan yang baik antara 20 –  35 cm. e)Kondisi perairan tenang dan bersih, karena ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air arus deras. Nilai keasaman air (pH) tempat hidup ikan nila berkisar antara 6 – 8,5, sedangkan keasaman air (pH) yang optimal adalah 7-8. Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30 ºc. Kadar garam air yang disukai antara 0-35 per mil.
2.    Pembuatan dan Persiapan Kolam Budidaya Ikan Nila
Budidaya ikan nila bisa dilakukan pada berbagai jenis kolam, yaitu kolam tanah, kolam terpal, keramba (jaring apung), kolam tembok/semen atau tambak air payau. Dari beberapa jenis kolam ikan nila tersebut yang paling mudah dan murah biaya pembuatannya adalah kolam tanah. Tahapan dalam pembuatan dan persiapan kolam tanah untuk budidaya ikan nila antara lain sebagai berikut ;
a).    Pembuatan kolam,
b).    Pengeringan kolam,
c).    Perbaikan tanggul/pematang,
d).    Pengolahan tanah dasar kolam,
e).    Pembuatan saluran masuk dan keluar air,
f).    Pengapuran,
g).    Pemupukan dasar kolam, dan
h).    Pengairan kolam.

3.    Pemilihan Benih dan Ciri-ciri Benih Ikan Nila yang Baik untuk Dibudidayakan

Benih yang berkualitas baik adalah syarat penting untuk keberhasilan budidaya ikan nila. Faktor lain yang juga mempengaruhi keberhasilan suatu budidaya ikan nila adalah pemilihan ukuran benih. Ukuran benih saat ditebar setidaknya 10 – 20 gram per ekor. Benih ikan nila yang terlalu kecil sangat rentan terhadap serangan hama maupun penyaki. Kalau bisa benih yang digunakan berasal dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dan Balai Benih Ikan (BBI). Atau membeli benih dari petani benih ikan yang sudah terbukti kredibilitasnya. Berikut ini ciri-ciri benih ikan nila yang baik untuk dibudidayakan ;
a).    Bobot benih antara 10-20 gram per ekor,
b).    Benih dalam kondisi sehat, tidak sakit atau membawa penyakit,
c).    Benih tidak cacat, bentuk tubuh normal, organ tubuh lengkap,
d).    Perilaku benih aktif dan lincah,
e).    Sangat respon terhadap pakan.

4.    Cara Penebaran Benih Ikan Nila dan Padat Tebar yang Ideal untuk Pembesaran Ikan Nila

Ukuran benih ikan nila yang ideal dan siap ditebar pada kolam pembesaran adalah 10-20 gram per ekor. Benih ditebar apabila semua tahapan mulai dari pembuatan kolam hingga persiapan kolam sudah terselesaikan. Padat tebar yang ideal untuk budidaya pembesaran ikan nila di kolam tanah adalah 20-30 ekor per meter persegi. Padat tebar ini diasumsikan untuk benih yang berukuran 10-20 gram/ekor dan akan dipanen dengan ukuran 300 gram per ekor.
Benih ikan nila tidak boleh langsung dimasukkan ke kolam pembesaran, tetapi harus melalui tahap adaptasi terlebih dahulu. Wadah yang berisi benih ikan nila dimasukkan kedalam air kolam selama beberapa jam. Hal ini dilakukan agar suhu air kolam dan suhu air didalam wadah sama. Selanjutnya wadah benih dimiringkan supaya air kolam sedikit demi sedikit menyatu dengan air didalam wadah. Biarkan benih ikan masuk kedalam kolam dengan sendirinya. Hal ini dilakukan untuk memperkecil resiko kematian benih karena benih ikan sudah terbiasa dan beradaptasi dengan air kolam.
5.    Cara Pemeliharaan Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah
Setelah benih ditebar, pekerjaan selanjutnya adalah merawat dan memelihara ikan nila hingga ikan siap di panen. Pemeliharaan ini adalah kunci utama keberhasilan usaha budidaya pembesaran ikan nila. Untuk menghindari resiko gagal panen dan kerugian hendaknya ikan nila dipelihara dan dirawat dengan baik dan benar. Pemeliharaan ikan nila meliputi 3 hal penting berikut ini ;

a).    Pengelolaan air kolam

Faktor yang juga berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan nila adalah kualitas air kolam. Kualitas air kolam yang buruk dapat menghambat pertumbuhan ikan nila dan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Parameter kualitas air kolam adalah kadar oksigen, pH air, dan kadar CO2, NH3 dan H2S. Cek secara berkala beberapa parameter tersebut. Apabila kadar oksigen air kolam diketahui menurun, perderas sirkulasi air kolam untuk meningkatkan kadar oksigen.
Jika air kolam berbau busuk, segera lakukan penggantian air. Bau busuk yang timbul disebabkan tingginya kadar NH3 dan H2S pada air kolam. Cara mengganti air kolam yaitu dengan membuang 1/3 air yang ada, kemudian diganti dengan air yang baru/air bersih. pH minimal air kolam untuk budidaya ikan nila adalah 6, apabila pH dibawah angka 6, taburkan kapur pertanian/kapur dolomit sesuai kebutuhan.

b).    Pemberian pakan ikan nila yang tepat

Pakan alami ikan nila yang ada didalam air kolam antara lain fitoplankton, zooplankton, cacing, siput, jenitk nyamuk dan chironomus(cuk). Namun untuk mempercepat pertumbuhan ikan nila dan mempercepat panen, ikan nila harus diberi pakan tambahan setiap hari. Pakan tambahan ikan nila yang baik adalah pelet yang kandungan lemaknya tidak lebih dari 3% dengan kadar protein antara 30-40%. Pakan ikan nila berupa pelet diberikan sebanyak 3% dari bobot tubuh ikan setiap harinya. Pelet diberikan dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore hari.

c).    Penanggulangan hama dan penyakit ikan nila

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan, ikan nila juga tahan terhadap penyakit. Namun bukan berarti ikan nila 100% bebas dari serangan hama maupun penyakit. Terutama apabila budidaya dilakukan dalam skala besar dan intensif, resiko serangan hama dan penyakit harus diwaspadai. Penyakit yang paling mengkhawatirkan adalah penyakit infeksi menular, jenis penyakit ini cepat menyebar.
Beberapa hama yang sering mengganggu ikan nila antara lain ; bebeasan (notonecta), ucrit (larva cybister), kodok, ular, linsang, dan burung. Sedangkan penyakit yang sering ditemukan pada ikan nila antara lain ; penyakit kulit, penyakit insang, penyakit pada organ dalam. Cara penanggulangan hama dan penyakit ikan nila selengkapnya silahkan baca : Hama dan Penyakit Ikan Nila

6 Tips Pencegahan Penyakit pada Ikan Nila

Mencegah adalah tindakan yang paling baik untuk melindungi ikan nila dari serangan berbagai jenis penyakit. Pencegahan serangan penyakit pada ikan nila dilakukan sejak awal pembuatan dan persiapan kolam. Untuk budidaya pembesaran ikan nila di kolam tanah, beberapa hal berikut ini dapat dilakukan sebagai upaya untuk mencegah serangan penyakit pada ikan nila ;
1).    Melakukan pembersihan dan pengeringan dasar kolam setiap selesai panen,
2).    Menggunakan benih yang sehat dan bebas penyakit,
3).    Pemeliharaan ikan dengan baik dan benar,
4).    Menghindari penebaran benih secara berlebihan,
5).    Menggunakan sistem pengairan secara paralel,
6).    Pakan diberikan dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan.

Cara Menghitung Dosis Pakan Ikan Nila

Kebutuhan pakan ikan nila yang ideal adalah 3% dari bobot tubuh ikan rata-rata setiap harinya. Jika diasumsikan bobot ikan antara 10-20 gram per ekor dan jumlah ikan nila kesuluruhannya 1000 ekor maka pakan diberikan sebanyak 450 gram per hari. Darimana angka 450 diperoleh? Berikut ini rumusnya ;
Jumlah Pakan = Berat rata-rata x Jumlah ikan x 3%
Jika bobot ikan 10-20 gr/ekor – Rata-rata bobot ikan = (10+20)/2 = 15 gram/ekor
Perhitungan pakan : 15 x 1000 x 3% = 450 gram per hari
Untuk menyesuaikan jumlah atau dosis pakan, bobot ikan nila dicek setiap 2 minggu sekali. Caranya dengan mengambil sampel 10 ekor ikan nila, kemudian ditimbang dan dirata-ratakan beratnya. Misalnya berat 10 ekor ikan nila adalah 2000 gram, maka berat rata-ratanya adalah 2000/10 = 200 gram per ekor. Maka pakan yang harus diberikan dalam 1000 ekor ikan nila dengan berat rata-rata 200 gram adalah 6000 gram (6 kg) per hari.

Umur Panen Ikan Nila dan Berat Ikan Nila Siap Panen

Umur panen dan bobot ikan nila siap panen tergantung pada permintaan konsumen atau kebutuhan pasar setempat. Dalam kondisi normal, terhitung sejak benih ikan nila ditebar dibutuhkan waktu antara 4-6 bulan untuk mencapai bobot 300-500 gram per ekor. Dengan kata lain tidak ada patokan umur berapa bulan atau bobot berapa gram ikan nila bisa dipanen.

9 Cara Mudah Membedakan IKAN NILA dan MUJAIR Berdasarkan Ciri-ciri Fisik

(Sumber : https://mitalom.com/9-perbedaan-ikan-nila-dan-mujair/)

Budidaya Perikanan – Ikan NILA dan ikan MUJAIR adalah jenis ikan air tawar yang telah lama dikenal luas oleh masyarakat.
Kedua jenis ikan budidaya tersebut tergolong ikan yang mudah dibudidayakan dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan.Ikan nila maupun ikan mujair merupakan ikan konsumsi yang banyak disukai masyarakat Indonesia pada umumnya. Selain mudah diperoleh karena banyak dijual di pasar-pasar tradisional, ikan nila dan mujair juga memiliki rasa daging yang gurih dan lezat.
Pun demikian, masih banyak masyarakat yang menganggap ikan mujair adalah ikan nila, begitu juga sebaliknya. Tidak sedikit orang yang mengira bahwa kedua jenis ikan ini adalah ikan yang sama.Memang benar, jika dilihat sepintas ikan nila dan mujair nyaris tidak memiliki perbedaan yang mencolok, sehingga tidak mengherankan jika banyak yang mengira bahwa kedua jenis ikan tersebut adalah ikan yang sama.Meskipun sepintas terlihat sama, ikan nila dan mujair adalah ikan yang berbeda. Jika diperhatikan dengan teliti ikan nila dan mujair memiliki banyak perbedaan. Terutama pada bagian luar tubuh kedua ikan tersebut memiliki banyak perbedaan yang mencolok.
Dilihat dari segi nilai ekonomisnya, ikan nila dan mujair juga sangat berbeda. Bisnis budidaya ikan nila lebih menguntungkan, konsumen lebih menyukai ikan nila daripada ikan mujair. Selain itu, pertumbuhan ikan nila jauh lebih cepat dan ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan dengan ikan mujair.

Apa Perbedaan Ikan Nila dan Ikan Mujair?

Secara kasat mata, ikan nila dan ikan mujair sangat mudah untuk dibedakan. Jika diperhatikan dengan seksama, kedua ikan ini memiliki ukuran tubuh yang berbeda.
Bagian-bagian tubuh (anggota tubuh) kedua ikan tersebut juga memiliki bentuk, ukuran, warna dan corak yang berbeda. Perbedaan ikan nila dan mujair terlihat pada kepala, sirip, ekor maupun tubuh ikan secara keseluruhan.

Gambar ikan nila dan mujair

Berikut ini 9 perbedaan ikan nila dan ikan mujair (Perhatikan gambar) ;
Perbedaan Ikan Nila dan Mujair
No.Bagian tubuhIkan NilaIkan Mujair
1Ukuran tubuhlebih besarlebih kecil
2Bentuk tubuhlebih lebar dan bulattubuh memanjang
3Mulutkecillebih besar
4Pipi/wajahtidak bertotolbertotol
5Matabesarlebih kecil
6Sirip punggunglebih panjang tulang sirip terlihat jelas dan tajamlebih pendek ujung sirip berwarna kemerahan
7Sirip belakangterdapat garis-garis memotong tulang siriptidak terdapat garis-garis
8Sirip bawahpendek melebarlebih lonjong berwarna hitam
9Ekorterdapat garis-garis memotong tulang ekorhitam tidak terdapat garis-garis
Secara umum, ikan nila dan ikan mujair dapat dibedakan dengan mudah yakni dengan memperhatikan ukuran tubuh, bentuk tubuh, dan ukuran, bentuk serta warna bagian-bagian tubuh pada kedua jenis ikan tersebut. Dengan memperhatikan bagian-bagian tubuh ikan tersebut maka jelas bahwa ikan nila dan ikan mujair adalah dua jenis ikan yang berbeda.

Tips Budidaya Pembesaran IKAN NILA Cepat Besar dan Cepat Panen

Cara Budidaya Ikan Nila agar Cepat Panen dan Cepat Besar
Budidaya Perikanan – Ikan Nila adalah komoditi utama perikanan air tawar di Indonesia. Ikan yang berasal dari dari Afrika ini masih satu kerabat dengan ikan mujahir.
Budidaya ikan nila disukai karena ikan nila mudah dipelihara, laju pertumbuhan dan perkembangbiakannya cepat, serta tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.
Selain dipelihara di kolam biasa (kolam tanah) seperti yang umum dilakukan, ikan nila juga dapat dibudidayakan di media lain seperti kolam terpal, kolam air deras, keramba/jaring apung, tambak, dan sawah (mina padi).

6 Tips Cara Budidaya Ikan Nila CEPAT BESAR dan CEPAT PANEN

Beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya waktu pemeliharaan ikan nila adalah jenis ikan yang dibudidayakan, jenis kelamin benih ikan, kualitas benih, kolam pemeliharaan, kualitas air dan pakan.

1. Menggunakan Jenis Ikan Nila Unggul

Jenis-jenis ikan nila unggul yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain ikan nila JICA, Gesit, Nirwana, Jatimbulan, Best, Larasati, Srikandi Nirwana Il, Sultana, Anjani, Nilasa, Pandu, Kunti dan nila GIFT.
Secara genetik ikan nila GIFT ( Genetic Improvement for Farmed Tilapia ) telah terbukti memiliki keunggulan pertumbuhan dan produktivitas yang lehih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan nila lainnya.

2. Budidaya Ikan Nila Secara Monosex

Budidaya pembesaran ikan nila secara monosex (berkelamin sama) lebih menguntungkan dibanding budidaya secara campuran (jantan dan betina).
Hal ini disebabkan sifat ikan nila yang mudah memijah (melakukan perkawinan). Sehingga apa bila bila budidaya dilakukan secara campuran, energi ikan akan habis untuk memijah dan pertumbuhan bobot ikan sedikit terhambat.
Pertumbuhan ikan nila jantan dan betina dalam satu populasi akan selalu jauh berbeda. Pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dibanding dengan ikan nila betina.
Pertumbuhan ikan nila jantan tetap tumbuh dengan pesat, sedangkan ikan nila betina apabila sudah mencapai ukuran 200 g pertumbuhannya semakin lambat.
Oleh sebab itu, agar budidaya ikan nila cepat besar dan cepat panen sebaiknya menggunakan benih yang berkelamin jantan semua (monosex).

3. Menggunakan Benih Ikan Nila yang Berkualitas

Selain kedua hal diatas, faktor lain yang juga harus diperhatikan dalam pemilihan benih ikan nila adalah kualitas benih. Benih ikan yang berkualitas baik memiliki tingkat kematian yang rendah.
Sehingga biaya pembelian benih bisa lebih efektif dan efesien. Dengan demikian kerugian akibat kematian benih ikan dapat dihindari.
Ciri-ciri umum benih ikan nila yang berkualitas baik antara lain sebagai berikut :
a). Ukuran dan bentuk tubuh benih ikan seragam,
b). Benih terlihat aktif dan gesit,
c). Tidak cacat atau luka,
d). Tidak berpenyakit

4. Kolam Pemeliharaan Ikan Nila yang Baik

Kolam adalah habitat dimana ikan nila akan hidup dan tumbuh di sana. Kondisi kolam menentukan laju pertumbuhan ikan nila. Kondisi kolam yang tidak baik akan menghambat pertumbuhan ikan. Beberapa parameter yang harus diperhatikan dalam pembuatan kolam ikan antara lain jenis tanah, kontur lahan, tata letak kolam, dan saluran air.

5. Kualitas Air Kolam untuk Budidaya Ikan Nila
Kualitas air juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila, indikasi kolam yang sehat adalah kolam yang kondisiairnya selalu baik dan sehat.
Air kolam yang kotor, tercemar dan tidak sehat akan memicu tumbuhnya berbagai jenis penyakit ikan nila. Untuk itu airkolam harus diganti secara berkala.
Persyaratan kualitas air untuk pembesaran ikan nila adalah pH air antara 6,5 – 8,6, suhu air berkisar antara 25 – 30 derajat celcius. Oksigen terlarut lebih dari 5 mg/l,kadar garam air 0 – 28 ppt, dan Ammoniak (NH3) kurang dari 0,02 ppm

6. Kebutuhan Pakan Ikan Nila

Biaya pembelian pakan dalam budidaya ikan bisa mencapai 70% dari total biaya produksi. Oleh sebab itu pakan merupakan komponen yang sangat penting dalam budidaya pembesaran ikan nila.
Untuk menekan biaya produksi, pakan harus diberikan seefektif mungkin. Pakan ikan nila berupa pelet dengan kadar protein 20-30%. Pakan diberikan pagi dan sore hari.
Kebutuhan pakan ikan nila per hari adalah 3% dari bobot tubuh ikan tersebut. Untuk menentukan jumlah pakan, setiap 1-2 minggu ikan ditimbang kemudian disesuaikan jumlah pakan yang harus diberikan.
Caranya yaitu dengan mengambil sampel beberapa ikan secara acak kemudian ditimbang untuk mengetahui berat tubuh ikan rata-rata.
Rumus untuk menentukan jumlah pakan ikan nila adalah : Bobot Ikan Rata-rata x Jumlah Ikan x 3%

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...