Selasa, 22 Desember 2020

 

Memelihara Ikan Lele Sering Mati? Ikuti 5 Tips Jitu Berikut!

(Sumber : http://nakamaaquatics.id/2018/06/07/memelihara-ikan-lele-sering-mati-ikuti-5-tips-jitu-berikut/)

5 Tips Jitu Memelihara Ikan Lele Agar Tidak Sering Mati 

Bagaimana menurut Anda? Sulit atau mudah? Mungkin sebagian orang akan mengatakan hal ini mudah, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa memelihara ikan lele susahnya minta ampun.

Sebelum mengulas lebih jauh, mungkin ada yang bertanya, gunanya untuk apa sih? Begini, ada macam-macam keperluan orang ketika memelihara ikan lele. Ada yang untuk penghias kolam, ada juga untuk ternak, bahkan sampai dijadikan makanan ikan predator. Nah dengan mengetahui tips ini, Anda tidak perlu lagi khawatir ikan lele mati. Apa saja sih tipsnya? Simak berikut ya.

 

1. Tempat harus gelap

Tips yang pertama adalah menyediakan tempat yang gelap. Tapi kenapa? Itu semua karena ikan lele termasuk hewan nokturnal yaitu hewan yang aktif di malam hari dan pasif ketika siang hari.

Walaupun nanti pada akhirnya malam akan terlihat gelap, namun tetap saja ikan lele masih butuh tempat untuk bersembunyi. Ikan lele memang menyukai tempat yang gelap-gelap.

Anda bisa menambahkan daun-daun kering, ornamen berbentuk goa, atau bahkan kresek. Apapun itu, yang penting dapat membuat area di sekitar ikan lele dapat menjadi gelap.

 

 

2. Beri Probiotik

Kemudian yang kedua adalah ikan lele harus diberi probiotik. Sebenarnya apa sih fungsi dari probiotik? Probiotik berguna untuk membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna.

Pakar dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menjelaskan tentang banyak riset yang telah membuktikan bahwa probiotik memang terbukti ampuh untuk pemeliharaan ikan. Dalam kasus ini, kita merujuk pada ikan lele.

Karena ada introduksi mikroba positif maka air yang digunakan untuk ikan lele akan menjadi lebih terjamin keamanannya. Dengan begitu ikan lele menjadi lebih tahan banting terhadap stres maupun penyakit lainnya.

Probiotik itu ibarat benteng pertahanan diri, Anda harus memberikan probiotik sejak dini kepada ikan lele. Sebelum Anda memasukkan ikan lele ke dalam akuarium atau kolam, 3 hari sebelumnya akuarium atau kolam tersebut harus sudah diberi probiotik.

Tidak perlu bingung mencari probiotik karena saat ini banyak sekali yang jual probiotik. Anda bisa beli di toko terdekat atau bisa juga membelinya lewat online.

 

 

3. Rajin diberi makan

Ikan apapun pasti butuh makan. Ikan lele adalah ikan omnivora yang doyan makan daging maupun tumbuhan. Tapi bagi beberapa orang yang ingin praktis biasanya ikan lele akan diberi makan berupa pelet.

Kelebihan pelet adalah gizi yang lebih banyak dan juga harganya lebih murah sehingga hemat biaya. Oh iya, jangan lupa simpan pelet di tempat tertutup ya.

Kenapa di tempat tertutup? Karena jika di tempat terbuka dan dibiarkan dalam waktu lama, akan datang segerombolan semut yang siap menyantap pelet tersebut.

Ada banyak cara untuk menyimpan pelet. Anda bisa menaruhnya di dalam toples, kontainer, atau apapun itu yang bersifat tertutup.

 

4. Jangan lupa kuras air

Mungkin tips yang keempat ini sering dianggap remeh. Padahal menguras air adalah kunci kebersihan dari seekor ikan. Dan kunci kesehatan ikan lele bergantung dari kebersihan airnya.

Air akuarium atau kolam sebaiknya dikuras sebanyak 30-50% dari volume air total. Anda bisa menguras seminggu sekali, atau untuk lebih aman bisa seminggu 2 kali.

Oh iya, maksimal pergantian air adalah 50% ya. Karena jika diganti semua, ikan lele bisa kaget dengan perubahan air tersebut. Untuk itulah Anda tidak boleh mengganti semua air yang ada.

 

5. Bila perlu sediakan aerator

Ikan lele yang berdesak-desakan tentu dapat berpotensi menimbulkan kematian. Walaupun ikan lele dapat bernafas menghirup udara secara langsung, tidak ada salahnya Anda menyiapkan aerator.

Aerator sendiri berfungsi untuk mencitptakan gelembung-gelembung oksigen. Dengan menggunakan aerator maka ketersediaan oksigen di akuarium atau kolam lebih terjamin.

Bagaimana? Setelah mengetahui 5 tips tersebut, apakah Anda sudah mulai berpikri bahwa memelihara ikan lele itu perkara mudah?

Sebenarnya memelihara ikan lele itu perkara mudah kok. Hanya perlu pengetahuan dan wawasan saja. Dan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tidak perlu sulit mencari, karena Blog Nakama Aquatics selalu menyajikan informasi yang selalu Anda butuhkan.

Demikian 5 tips jitu memelihara ikan lele agar tidak sering mati. Semoga bermanfaat.

 

Mempelajari Cara Beternak Lele Yang Benar Dan Menguntungkan

(Sumber : https://cpssoft.com/blog/bisnis/cara-beternak-lele/)

Beternak lele merupakan usaha yang sangat mudah dilakukan dan bisa dijadikan sebagai usaha sampingan bagi anda yang bekerja di kantor. Usaha ternak lele ini juga tidak membutuhkan modal yang besar.

Beternak lele ini ada dua macam yaitu pertama khusus pembibitan lele dan juga membesarkan lele untu siap di konsumsi. Kedua cara ini dapat anda pilih salah satu. Namun jika anda ingin fokus dalam beternak lele kedua macam beternak lele itu juga bagus untuk dilakukan. Berikut akan dijelaskan kedua macam cara beternak lele tersebut:

peternak lele bibit

Cara Beternak Lele Khusus Pembibitan

Untuk beternak lele khusus pembibitan ada beberapa cara yang perlu anda lakukan:

Memilih Indukan Lele

Dalam memilih indukan  untuk pembenihan lele hendaknya dimulai sejak calon induk berukuran 5 -10 cm. Pilihlah ikan lele yang mempunyai keunggulan dan tidak cacat. Kemudian memiliki bentuk tubuh yang baik. Lalu gerakannya yang lincah. Kemudian pertumbuhannya paling cepat.

Untuk ikan lele jantan baru bisa di jadikan indukan jika sudah berumur 8 bulan. Kemudian untuk lele betina minimal sudah berumur 1 tahun.Setelah induk lele di pilih kemudian Pisahkan antara jantan dan betina. Kemudian berikan pakan lele yang bermutu untuk mempercepat pematangan dari lele tersebut.

Teknik Pemijahan Ikan Lele

Setelah pemilihan bibit baik jantan maupun betina dan bibit ikan pun sudah berumur yang cukup maka langkah selajutnya adalah pemijahan. Pemijahan atau mengawinkan ikan lele dilakukan dengan cara alami atau intensif.

Perbedaan dari keduanya adalah jika secara alami maka perkawinan ikan lele tanpa bantuan manusia. Kemudian pemijahan intesif yaitu perkawinan ikan lele yang memelukan campur tangan manusia dalam  proses pembuahannya. Cara memijahkan lele secara intensif adalah dengan penyuntikan hipofisa dan hormon serta pembuahan in vitro.

Pemeliharaan Larva

Setelah proses pemijahan yang menghasilkan larva, selanjutnya pisahkan larva dari induknya. Air kolam harus terjaga kualitasnya agar larva dapat tumbuh dengan baik. Kemudian suhu yang di perlukan kisaran 28-29C.

Pakan larva berupa kuning telur yang telah direbus, haluskan kuning telur kemudian campurkan dengan 1 liter air. untuk satu liter air cukup untuk 100.000 larva. Kemudian setelah berumur 1 minggu berikan pakan berupa cacing sutra. Pakan cacing sutra diberikan hingga larva berumur 3 minggu. Kemudian selanjutnya larva diberi makan pelet yang berbentuk tepung.

Pendederan Benih

Pendederan adalah suatu tahapan untuk melepas benih ikan ke tempat pembesaran sementara. Tempat pendederan dilakukan di kolam kecil dengan pengaturan kolam yang ketat.  Sehingga pendederan benih perlu dilakukan karena ikan masih rentan terhadap hama dan perubahan lingkungan.

Panen Pembenihan Ikan Lele

Untuk menghasilkan benih ikan lele perlu waktu yang cukup lama sampai 8-9 minggu sejak benih menetas. Ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm.

Cara memanennya dengan mengeringkan air kolam cara pemanenan dilakukan dengan mengeringkan air kolam secara pelan sampai ikan berkumpul pada titik yang dalam. Kemudian ambil ikan dengan jaring yang halus.

peternak lele di kolam

Cara Beternak Lele Khusus Pembesaran

Berikut adalah cara beternak lele khusus memperbesar lele agar siap di konsumsi

Pembuatan Kolam Untuk Budi Daya Lele

Banyak sekali macam-macam tipe kolam yang bisa digunakan sebagi tempat budidaya lele. Tipe kolam yang umum di gunakan adalah kolam tanah,kolam semen, kolam terpal. Untuk kolam tanah anda bisa melakukan hal-hal berikut.

Pengeringan tanah, pengeringan ini bertujuan untuk memusnahkan mikro organismen jahat yang menyebabkan penyakit. Pengeringan tanah dilakukan 3 -7 haru. Setelah tanah dikeringkan maka langkah selanjutnya adalah pengapuran dan pemupukan.

Pengapuran dapat menyeimbangkan keasaman kolam dan memberantas mikroorganisme pantogen. Untuk pengapuran di perlukan sekitar 250-750 gram per meter persegi. selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP.

Untuk pupuk kimia  gunakan masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Kemudian untuk pupuk kandang. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Setelah di beri pemupukan selanjutnya pengaturan air kolam. Air kolam yang ideal memiliki ketingguan 100-120 cm. Kemudian dalam pengisian air kolam harus dilakukan secara bertahap.

Pemilihan Benih Ikan Lele

Pemilihan benih jug asangat perlu di perhatikan karena akan berakibat pada ikan lele yang di hasilkan nantinya. Benih yang dipilih berukuran 5-7 cm dan harus seragam. ciri-ciri benih ikan lele yang berkualitas, mempunyai tubuh yang seimbang, antara kepala dan badannya, tidak cacat, tubuh mengkilap, gerakannya lincah dan sungut berseri.

Pemberian Makan Lele

Pakan lele ada dua macam yaitu pakan utama juga pakan tambahan. Kandungan nutri yang di butuhkan oleh lele adalah  protein minimal 30%, lemak sebesar 4-16%, karbohidrat sebesar 15-20%, sisanya vitamin dan mineral.

Untuk pemberian makan ikan lele harus disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Pemberian makan ikan bisa 4-5 kali sehari. Untuk makan tambahan bisa berupa keong mas yang sudah diolah telebih dahulu.

Pengelolaan Air

Pengeloaan air kolam merupakan hal terpenting dalam budidaya ikan lele. Dalam budidaya lele kualitas air harus terjaga agar mendapat hasil lele yang maksimal dan menghindari lele mati.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama juga penting dalam budidaya ikan ini, karena semakin banyak hama maka bissa jadi kita tidak bisa panen. Jenis hama yang biasanya predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Hama pesaing dari lele adalah ikan mujair, jadi pisahkan lele dengan mujair.

Panen Budidaya Ikan Lele

Ukuran ikan lele yang sudah bisa dipanen sebesar 9- 10 ekor per kg. Biasanya memerlukan waktu 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm.

Kesimpulan

Jika Anda ingin menjadi peernak lele yang sukses, Anda harus disiplin untuk menjalankan cara yang telah dijelaskan diatas. Penting juga untuk mencari suplier dan pelanggan yang bisa mensuplai dan membeli hasil panen Anda dengan harga yang bersaing.

Untuk kemajuan bisnis yang lebih baik, diperlukan juga bagi setiap bisnis memiliki pembukuan untuk memantau secara pasti pemasukan dan pengeluaran yang terjadi. Jika Anda merasa kesulitan menggunakan pembukuan manual, Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk proses pembukuan yang lebih baik.

 

Tips Memulai Bisnis Budidaya atau Ternak Lele

(Sumber : https://www.jurnal.id/id/blog/tips-memulai-bisnis-budidaya-atau-ternal-lele-yang-menguntungkan/#Pilihlah_Bibit_Unggul)

Budidaya atau ternak ikan lele adalah salah satu peluang bisnis menguntungkan yang dapat Anda manfaatkan. Lele juga merupakan salah satu ikan tawar yang paling diminati khususnya oleh masyarakat Indonesia. Menjalankan bisnis ikan lele pun tidak sulit karena ikan lele termasuk ikan yang mudah didapatkan dan cara perawatannya pun lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis budidaya ikan lele, berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk membuat bisnis ikan lele Anda berjalan dengan baik dan lebih mudah berkembang.

Persiapan Modal

  • Kolam Lele Terpal Bulat– Rp2.000.00,00
  • Instalasi Air – Rp300.000,00
  • Mesin Pompa Air – Rp400.000,00
  • Total: Rp2.700.000,00.

Biaya penyusutan setiap bulan Rp900.000,00.

Biaya produksi yang dibutuhkan selama satu periode panen (3 bulan), antara lain:

  • Bibit Ikan Lele 5000 ekor (@ Rp200) – Rp1000.000,00
  • Pakan Ikan Lele 300 kg (@Rp200.000,00/20 kg) – Rp3.000.000,00.
  • Obat-obatan – Rp200.000,00
  • Total Rp4.200.000,00.

Biaya tambahan :

  • Listrik – Rp600.000,00
  • Biaya penyusutan – Rp900.000,00
  • Total: Rp1.500.000,00.

Keuntungan selama panen:

  • Jika dalam satu kali masa penen terdapat 20 persen ikan yang tidak dapat dipanen, maka total ikan yang dapat Anda jual adalah 4000 ekor.
  • Jika setiap kilogram ikan terdapat 8 ekor lele dengan harga jual Rp25.000,00, maka keuntungan kotor Anda mencapai Rp12.500,000.00.
  • Sementara keuntungan bersih Anda (pendapatan kotor dikurang biaya produksi dan biaya lain-lain) = Rp12.500.000,00 – (Rp4.100.000,00 + Rp1.500.000,00) = Rp6.900.000,00.

Persiapkan Kolam Lele

Hal pertama sebelum memulai bisnis budidaya atau ternak lele adalah menyediakan kolam. Kolam ini dapat berbentuk tanah, terpal maupun semen. Pastikan kolam yang Anda buat memiliki ukuran yang besar sehingga mengurangi risiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen.

Sebelum melakukan pengisian kolam, pastikan air yang diisi diberi cukup jarak sehingga ikan lele tidak kepanasan. Jika yang Anda gunakan adalah kolam dari bahan sintetis seperti terpal, serat atau semen pastikan Anda bersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun setelah itu oles media kolam dengan irisan daun pepaya dan singkong agar bau dari media kolam hilang.

Setelah proses pengisian kolam, Anda juga harus menunggu beberapa hari sebelum menebar bibit lele ke dalam kolam karena Anda harus menunggu proses pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh.

Pilihlah Bibit Unggul

Dalam pemilihan bibit pun Anda tidak boleh asal. Anda harus memilih bibit lele unggul yang lebih sulit terserang penyakit, sehat, dan lebih besar. Bibit ikan lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan, ukuran lele terlihat sama serta warna sedikit lebih terang.

Pisahkan Lele Ukuran Besar & Kecil

Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal atau suka memakan sesama jenis. Jadi untuk menghindari risiko kematian pada ikan lele, Anda dapat memisahkan ikan lele yang berukuran besar dengan ikan lele yang berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir jika ikan lele saling memakan satu sama lain.

Perhatikan Proses Penebaran Bibit

Selain memilih bibit ikan lele, Anda juga harus memerhatikan cara menyebarkan benih iklan lele. Cara menebar bibit yang baik adalah meletakkan wadah bibit pada kolam selama 15 menit hingga 30 menit dengan keadaan miring. Hal ini bertujuan agar bibit ikan lele dapat beradaptasi sendiri dan tidak stres. Kolam untuk bibit juga dibuat terpisah. Kolam bibit biasanya lebih dangkal daripada kolam ikan lele dewasa. hal ini bertujuan agar bibit dapat dengan mudah menjangkau pakan dan pernafasan. Dalam penebaran benih, akan lebih baik jika Anda lakukan di pagi atau malam hari karena waktu tersebut ikan lele cenderung lebih tenang.

Sortir Ikan Lele

Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran menggunakan bak untuk memisahkan lele berukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele kecil dari kekurangan makanan karena kalah cepat dengan lele berukuran besar. Jika tidak dipisahkan, ikan lele ukuran kecil akan lambat dalam pertumbuhannya serta dapat mengurangi risiko ikan lele besar memangsa ikan lele kecil.

Atur Kualitas Kolam

Warna air kolam yang baik bagi ikan lele adalah hijau karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur.  Warna hijau berarti banyak lumut di sekitar kolam. Air pada kolam ikan lele akan berubah menjadi merah ketika sudah dewasa dan siap panen. Meski ikan lele tidak suka hidup di air jernih, Anda juga tidak boleh memasukkan sembarang air ke dalam kolam karena Anda tidak akan tahu, apakah air tersebut mengandung bakteri atau parasit yang bisa menyebabkan penyakit pada ikan lele.

Perhatikan Kedalaman Kolam

Air pada kolam akan berkurang karena proses penguapan sehingga Anda harus rutin menambahkan air kolam ke posisi normal. Tingkat kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm, dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam lele Anda tidak terlalu dangkal karena hanya akan membuat kondisi air dan membuat lele menjadi panas sehingga menyebabkan kematian pada lele.

Anda juga bisa menambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau talas ke dalam kolam. Dengan begitu, kolam akan menjadi teduh dan dapat menyerap racun dalam kolam.

Perhatikan Pakan Lele

Biasanya, ikan lele harus diberikan makan tiga kali sehari yaitu pukul 7 pagi, 5 sore dan 10 malam. Jika Anda menemukan ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya, Anda bisa memberikan waktu makan tambahan. Dalam proses pakan budidaya lele, Anda dapat menggunakan pakan jenis sentrat 781-1 yang didalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.

Dalam pemberian pakan, Anda juga tidak boleh melakukannya secara berlebih karena hanya dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat pakan yang mengendap dan tidak termakan oleh lele.

Pencegahan Hama & Penyakit

Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang memengaruhi jumlah produksi menurun sehingga mempersulit keberhasilan budidaya lele. Untuk pencegahan hama, Anda dapat menggunakan penghalang agar tidak ada hewan liar yang masuk ke dalam kolam. Untuk menghindari penyakit, Anda dapat memberikan obat-obatan yang tersedia di toko perikanan.

Proses Panen

Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak bibit lele disebar. Proses panen ikan lele dapat dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kilogram atau sesuai dengan keinginan pembeli.

Pasca Produksi

Sebelum Anda menebar bibit baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, Anda juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan Anda telah menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

Pemasaran dan Promosi Ikan Lele

Anda dapat menjual dengan harga per kilogram ke warung-warung makanan. Jika kualitas lele Anda sudah baik, Anda akan menjadi pemasok ikan lele terhadap warung-warung makan tersebut. Anda juga dapat mempromosikan hasil budaya ikan lele kepada keluarga, saudara, tetangga dan teman Anda. Gunakan juga digital marketing agar usaha Anda semakin berkembang.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebelum memulai dan saat menjalankan bisnis budidaya ikan lele. Dengan melakukan semua tips di atas dan ketersediaan sumber daya yang cukup, bisnis ikan lele Anda akan lebih mudah berkembang dan membuat omzet bisnis Anda meningkat. Selain melakukan tips di atas, Anda juga tidak boleh melupakan untuk mencatat seluruh keuangan bisnis, mulai dari modal, biaya yang dikeluarkan serta penjualan.

Selasa, 08 Desember 2020

 

Tips Lengkap Memilih Ikan Segar

Share to LinkedInShare to WhatsAppShare to LINE

Sahabat Duma, pastinya kamu sering belanja ikan segar di pasar swalayan atau modern market kan? Tapi tahukah kamu bahwa ikan merupakan produk hasil perikanan yang mudah rusak? Salah satu penyebab kerusakan mutu ikan adalah karena tingginya pH atau derajat keasaman daging ikan, hal ini dikarenakan rendahnya cadangan glikogen dalam daging ikan. Rendahnya cadangan glikogen ini disebabkan karena pada saat ditangkap, ikan selalu bergerak kesana kemari, dan tidak mau diam.

Walaupun demikian, ikan tidak akan mengalami kerusakan karena bakteri sampai terjadinya fase rigormortis (kekejangan mati) selesai.  Perlakuan pendinginan dengan menggunakan rantai dingin (cold chain management) segera sesudah penangkapan ikan akan memperlambat berlangsungnya fase rigor sehingga kerusakan akibat mekanisme fase rigormortis ini akan terhambat, dan selanjutnya akan memperlambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

Ciri-ciri Ikan Segar:

  1. Warna kulit terang dan cerah, insang tidak kering, dan berwarna merah segar.
  2. Daging ikan bila ditekan terasa keras dan langsung kembali ke bentuk semula.
  3. Mata jernih menonjol, cembung, memiliki mata penuh, dan bersinar.
  4. Sisik ikan segar masih kuat melekat, mengkilat, sisik masih utuh, dan tidak banyak yang lepas
  5. Insang berwarna merah
  6. Sirip kuat
  7. Kulit dan daging ikan tidak mudah robek, terutama pada bagian perut, tidak berbau busuk, kulit mengilat, kencang, dan melekat.
  8. Perut tidak bengkak atau kempis.
Tips Memilih Ikan Segar via www.pertanianku.com

Tips Memilih Ikan Segar via www.pertanianku.com

Ciri-ciri Ikan yang Sudah Busuk:

  1. Mata suram dan tenggelam
  2. Sisik suram dan mudah lepas
  3. Warna kulit suram dengan lendir tebal
  4. Insang berwarna kelabu dengan lendir tebal
  5. Dinding perut lembek
  6. Warna keseluruhan suram dan berbau busuk
Ikan Busuk via www.kezj.com

Ikan Busuk via www.kezj.com

Tips Memilih Berbagai Jenis Olahan Ikan

Cara Memilih Ikan Segar Potongan (Fillet):

  1. Ciri ikan segar potongan yang baik adalah yang bentuk potongannya padat.
  2. Daging ikan mengilat.
  3. Daging kenyal, bila ditekan kembali ke bentuk asal.
  4. Tidak bau amis menyengat, apalagi bau busuk.
  5. Daging melekat kuat pada tulangnya.
  6. Tidak menampakkan warna kecokelatan atau kekuningan.
  7. Daging tidak kering.
Cara Memilih Ikan Beku:
  1. Perhatikan, daging harus benar-benar beku dan dikemas baik.
  2. Daging segar, padat, dan mengilat.
  3. Ciri ikan beku yang baik adalah tidak memiliki bagian yang terlihat kering akibat rusak karena pendinginan.
  4. Ikan beku yang telah dicairkan (thawing) harus segera dimakan, jangan dibekukan kembali karena akan mengurangi mutu, kecuali setelah diolah.

Daging ikan segar yang akan diolah menjadi bahan makanan akan mengandung banyak gizi dan manfaat. Kandungan gizi pada ikan diantaranya seperti: protein, lemak, vitamin, dan mineral. Agar kandungan gizi yang kamu dapatkan tidak berkurang, pilihlah dengan teliti ya! Sebab akan mempengaruhi cita rasa ketika diolah nih sahabat duma! Jika kamu ingin mengolahnya kemudian, jangan lupa simpan di kulkas dengan wadah tertutup rapat ya!

 

Cara Ternak Ikan Cupang Lengkap, dari Memilih Induk sampai Panen

Sumber :https://www.suara.com/news/2020/07/09/190730/cara-ternak-ikan-cupang-lengkap-dari-memilih-induk-sampai-panen?page=3

Budidaya Ikan Cupang bisa menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan.

Suara.com - Ikan yang satu ini terkenal dengan keindahan warnanya, saat ini banyak orang gemar mengoleksi beraneka ragam jenis ikan cupang atau ikan beta, tak salah jika saat ini budidaya ikan cupang bisa menjadi salah satu peluang usaha rumahan.

Berikut cara ternak ikan cupang atau cara ternak ikan betta yang bisa jadi peluang usaha.

1. Pilih Indukan Ikan Cupang

Ikan cupang memiliki beragam jenis, sebelum melakukan pembiakan kamu harus tahu bahwa indukan jantan dan betina sudah masuk kedalam fase matang atau siap untuk dikawinkan.

Cara membedakan Ikan cupang jantan dan ikan cupang betina dengan beberapa ciri berikut:

Jantan
- Siripnya panjang dan berwarna terang
- Bentuk badannya panjang
- Gerakannya lincah

Betina
- Siripnya pendek dan warnanya kusam
- Bentuk badannya lebih bulat
- Gerakannya lambat

Indukan ikan cupang jantan bisa mulai di budidayakan pada usia 4-8 bulan, sedangkan betina 3-4 bulan.

2. Siapkan tempat pemijahan dengan air yang bersih

Gunakan air sungai yang jernih untuk pemijahan antara ikan cupang jantan dan ikan cupang betina. Biarkan air dalam tempat tersebut selama satu malam sebelum memindahkan ikan

3. Tanaman air untuk tempat berlindung anak ikan

Masukkan tanaman air kedalam tempat pemijahan untuk para anak ikan berlindung.

4. Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin

Masukkan ikan cupang jantan untuk membuat gelembung-gelembung udara yang akan digunakan untuk menyimpan para telur yang sudah dibuahi. Proses tersebut membutuhkan waktu selama satu hari.

5. Masukkan indukan betina

Jika gelembung udara sudah siap, masukkan indukan betina. Pemijahan ikan cupang biasanya terjadi mulai pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif jadi biarkan ikan cupang ditempat yang tenang agar tidak terganggu.

6. Angkat indukan betina dari tempat pemijahan

Ikan cupang jantan yang akan berperan menjaga para telurnya, telur tersebut akan dipindahkan kedalam gelembung oleh ikan cupang jantan. Jika tidak dipindakan, ikan cupang betina akan memakan para telur.

7. Telur menetas dan berikan kutu air (moina atau daphnia)

Setelah 3 hari para telur akan menetas, mereka tidak perlu diberi makan. Berilah kutu air dengan jumlah yang sedikit agar tidak terlalu banyak dan membuat kotor air dalam wadah.

8. Ambil ikan cupang jantan

Angkat ikan cupang jantan setelah 2 minggu sejak telur menetas. Pindahkan anak ikan tersebut ketempat yang lebih luas dan berikan kutu air atau larva nyamuk.

9. Pilah ikan berdasarkan jenis kelaminnya

Setelah 1,5 bulan pisahkan ikan-ikan tersebut sesuai dengan jenis kelaminnya.

Itulah cara ternak ikan cupang.

3. Tanaman air untuk tempat berlindung anak ikan

Masukkan tanaman air kedalam tempat pemijahan untuk para anak ikan berlindung.

4. Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin

Masukkan ikan cupang jantan untuk membuat gelembung-gelembung udara yang akan digunakan untuk menyimpan para telur yang sudah dibuahi. Proses tersebut membutuhkan waktu selama satu hari.

5. Masukkan indukan betina

Jika gelembung udara sudah siap, masukkan indukan betina. Pemijahan ikan cupang biasanya terjadi mulai pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif jadi biarkan ikan cupang ditempat yang tenang agar tidak terganggu.

6. Angkat indukan betina dari tempat pemijahan

Ikan cupang jantan yang akan berperan menjaga para telurnya, telur tersebut akan dipindahkan kedalam gelembung oleh ikan cupang jantan. Jika tidak dipindakan, ikan cupang betina akan memakan para telur.

7. Telur menetas dan berikan kutu air (moina atau daphnia)

Setelah 3 hari para telur akan menetas, mereka tidak perlu diberi makan. Berilah kutu air dengan jumlah yang sedikit agar tidak terlalu banyak dan membuat kotor air dalam wadah.

8. Ambil ikan cupang jantan

Angkat ikan cupang jantan setelah 2 minggu sejak telur menetas. Pindahkan anak ikan tersebut ketempat yang lebih luas dan berikan kutu air atau larva nyamuk.

9. Pilah ikan berdasarkan jenis kelaminnya

Setelah 1,5 bulan pisahkan ikan-ikan tersebut sesuai dengan jenis kelaminnya.

 

 

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...