Minggu, 22 Agustus 2021

Teknik Cara Budidaya Ikan Gurami Lengkap

Teknik Cara Budidaya Ikan Gurami - Budidaya PetaniGurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarnakekuning-kuningan/ keperak-perakan. Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya gurami, Gurameh, orang Sumatra ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg.

Teknik Cara Budidaya Ikan Gurami

Teknik Cara Budidaya Ikan Gurami

2. SENTRA PERIKANAN
Daerah di Indonesia yang menjadi sentra perikanan yaitu: Sumatera, NTB dan Jawa. Sedangkan di luar negeri yaitu: Thailand, Jepang dan Filipina.
3. JENIS

Klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut:
Klas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei
Ordo : Labyrinthici
Sub Ordo : Anabantoidae
Famili : Anabantidae
Genus : Osphronemus
Species : Osphronemus goramy (Lacepede)
Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurami angsa, gurami jepun, blausafir, paris, bastar dan porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurame jenis lain, porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu 10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.
4. MANFAAT
Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
5. PERSYARATAN LOKASI
  1. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  2. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  3. Ikan gurame dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 50-400 m dpl.
  4. Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
  5. Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame. Untuk pemeliharaan secara tradisional pada kolam khusus, debit air yang diperkenankan adalah 3 liter/detik, sedangkan untuk pemeliharaan secara polikultur, debit air yang ideal adalah antara 6-12 liter/detik. 
  6. Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8.
  7. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
    1. Kolam
      Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan gurame antara lain:
      1. Kolam penyimpanan induk
        Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
      2. Kolam pemijahan
        Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting. 
      3. Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan
        Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.
      4. Kolam pembesaran
        Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi. 
      5. Kolam/tempat pemberokan
        Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan Adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut:
        1. Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m 2 ). 
        2. Buatlah pematangnya dengan ukuran; bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawahnya 1 m dan tingginya 1 m.
        3. Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. Aturlah tinggi rendahnya, agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air.
        4. Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi, sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup, dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air.
        5. Buatlah saluran ditengah-tengah kolam induk, memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar. Lebar saluran itu 0,5 m dan dalamnya 15 cm.
        6. Keringkanlah kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata, kemudian air dimasukkan. Biarkan selama 1 minggu, agar pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk lumut, serta menguji agar kolam tidask bocor. Tinggi air 0,75-1 m. 
    2. Peralatan
      Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi). 
  2. Pembibitan
    1. Pemilihan Induk
      Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
      1. Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
      2. Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).
      3. Ukuran kepala relatif kecil
      4. Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap serta tidakluka.
      5. Gerakan normal dan lincah.
      6. Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
      7. Berumur antara 2-5 tahun.
        Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
        • Betina
          • Dahi meninjol.
          • Dasar sirip dada terang gelap kehitaman.
          • Dagu putih kecoklatan.
          • Jika diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak.
          • Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
        • Jantan
          • Dahi menonjol.
          • Dasar sirip dada terang keputihan.
          • Dagu kuning.
          • Jika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik.
          • Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
    1. Pemeliharaan Induk
      Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m 2 ) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Beri makanan selama dalam penampungan. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak tanah setiap kali pemberian.
    2. Pembenihan
      Bila proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Adapun cara pemijjahan ikan gurame adalah sebagai berikut:
      1. Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 5 hari, perbaiki tanggul dan dasar kolam.
      2. Lakukan pengapuran dan pemupukan. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang dosis 7,5 kg/100 meter persegi dan biarkan selama 3 hari. 
      3. Tanami dasar kolam dengan tanaman ganggang buntut anjng
      4. Isikan air yang telah dicampur dengan pupuk buatan TSP sebantak 500 gram/100 meter persegi, biarkan selama 1 minggu kemudian isikan air hingga kedalaman 75 cm.
      5. Untuk kolam seluas 100 meter persegi bisa disebar induk sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan. Setelah pemijahan berlangsung, 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang yangkemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur. 20-30 hari kemudian, induk-induk yang terpelihara baik akan berpijah lagi dan beberapa hari kemudian telur akan menetas.
    3. Pemeliharaan Bibit
      Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau disawah sebagai penyelang. Dalam pelaksanaan pendederan adalah melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan, perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air. Setelah persiapan selesai, benih ditebarkan dengan kepadatan 30 ekor/meter persegi dengan ukuran benih 5-10 cm pada kolam pendederan. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan adalah rayap atau daun-daunan yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan rata-rata. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih. Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan. 
  1. Pemeliharaan Pembesaran
    1. Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.
      1. Polikultur
        Ikan gurame dipeliharan bersama ikan tawes, ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurame yang cukup lambat.
      2. Monokultur
        Pada pemeliharaan gurame tersendiri, bibit yang disebar minimal harus berumur 2 bulan. Penebaran bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diperlukan luas kolam sekitar 1500 meter persegi
    2. Pemupukan
      Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk kandang. Pada umumnya pemupukan hanya dilakukan 1 kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan. Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m 2 kolam, air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari. Pada tahap berikutnya pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m 2 kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.
    3. Pemberian Pakan
      Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan, diantaranya: daun pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung, ubi jalar, ketimun, labu dan dadap. Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurame yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun. 
    4. Pemeliharaan Kolam/Tambak
      Setiap habis panen, kolam dibersihkan/kuras. setelah itu dilakukan pemupukan agar mempengaruhi kesuburan kolam, sehingga bila benih disebarkan, kesuburan ikan akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat.
7. HAMA DAN PENYAKIT
  1. Penyakit
    Gangguan yang dapat menyebabkan matinya ikan adalah penyakit yang disebut penyakit non parasiter dan penyakit yang disebabkan parasit. Gangguan-gangguan non parasiter bisa berupa pencemaran air seperti adanya gas-gas beracun berupa asam belerang atau amoniak; kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturunan. Penanggulangannya adalah dengan mendeteksi keadaan kolam dan perilaku ikan-ikan tersebut. Memang diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengetahuinya. ikan-ikan yang sakit biasanya menjadi kurus dan lamban gerakannya. Gangguan lain yang berupa penyakit parasiter, yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Bila ikan terkena penyakit yang disebabkan parasit, dapat dikenali sebagai berikut:
    1. Penyakit pada kulit; pada bagian-bagian tertentu berwarna merah terutama di bagian dada, perut dan pangkal sirip.
    2. Penyakit pada insang; tutup insang mengembang. Lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu
    3. Penyakit pada organ dalam; perut ikan membengkak, sisik berdiri. Pencegahan timbulnya penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat ikan dan melakukan penjemuran kolam beberapa hari agar parasit pada segala stadium mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset. Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya:
      1. Pengobatan dengan Kalium Permanganat (PK)
        1. Sediakan air sumur atau sumber air lainnya yang bersih dalam bak penampungan sesuai dengan berat ikan yang akan diobati.
        2. Buat larutan PK sebanyak 2 gram/10 liter atau 1,5 sdt/100 l air.
        3. Rendam ikan yang akan diobati dalam larutan tersebut selama 30-60 menit dengan diawasi terus menerus.
        4. Bila belum sembuh betul, pengobatan ulang dapat dilakukan 3 atau 4 hari kemudian.
      2. Pengobatan dengan Neguvon. Ikan direndam pada larutan neguvon dengan 2-3,5% selama 3 mernit. Untuk pembe-rantasan parasit di kolam, bahan tersebut dilarutkan dalam air hingga konsentrasi 0,1% Neguvon lalu disiramkan ke dalam kolam yang telah dikeringkan. Biarkan selama 2 hari.
      3. Pengobatan dengan garam dapur. Hal ini dilakukan di pedesaan yang sulit mendapatkan bahan-bahan kimia. Caranya:
        1. siapkan wadah yang diisi air bersih. setiap 100 cc air bersih dicampurkan 1-2 gram (NaCl), diaduk sampai rata;
        2. ikan yang sakit direndam dalam larutan tersebut. Tetapi karena obat ini berbahaya, lamanya perendaman cukup 5-10 menit saja.
        3. Setelah itu segera ikan dipindahkan ke wadah yang berisi air bersih untuk selanjutnya dipindahkan kembali ke dalam kolam;
        4. pengobatan ulang dapat dilakukan 3-4 hari kemudian dengan cara yang sama.
  2. Hama
    Bagi benih gurame musuh yang paling utama adalah gangguan dari ikan liar/pemangsa dan beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, gurame dan sepat. Musuh lainnya adalah biawak, katak, ular dan bermacam-macam burung pemangsa.
8. PANEN
  1. Penangkapan
    Pemanenan benih dapat dilakukan setelah benih berumur 1 bulan. Caranya dengan menyurutkan air sedikit demi sedikit sementara saluran air masuk diperkecil. Pasanglah jaring lembut di pintu pengeluaran untuk menampung benih atau bisa juga dengan membuat parit di tengah kolam menuju ke lubang pengeluaran. Bibit yang terawat baik bisa mencapai bobot 0,3 gram/ekor pada saat dipanen. Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tersantung dari ukuran yang diminta konsumen. Umumnya pemanenan dilakukan setelah ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor. Adapun cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit, penangkapan dilakukan pada pagi hari. Hindari cara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan terluka. 
  2. Pembersihan
    Setelah air kolam surut, benih digiring masuk ke petak kecil. Kemudian diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen. Biasanya waktu panen tidak hanya gurame saja yang tertangkap, sehingga sebelum ikan dimasukkan ke kolam pemberokan, harus diseleksi dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan benih dilakukan selama 1 hari. tujuannya agar ikan tidak mabuk sewaktu diangkut ke pasar. Lamanya pembersihan disesuaikan dengan besarnya benih.

 

Ternak Budidaya Ikan Gurame Secara Intensif dan Modern

Ternak Budidaya Gurame Secara Intensif dan Modern. Budidaya ikan gurame atau ikan guramih adalah salah satu budidaya ikan yang masih menjanjikan.  Sebab masyarakat Indonesia sangat menggemari ikan yang satu ini. Apalagi sekarang banyak bermunculan warung-warung besar yang menjual sajian  gurame bakar dan berbagai sajian ikan gurame lainnya.

budidaya ikan gurame
Begitu juga di pasar-pasar tradisional dan pasar-pasar modern banyak tersedia ikan gurame mentah siap di masak. Hal inilah yang mneyebabkan ikan gurame masih membuka peluang usaha dan peluang bisnis yang bagus. Ikan gurame bakar
Harga ikan gurame yang relative lebih mahal dari ikan lainnya membuat banyak yang memilih ikan gurame untuk di budidayakan.  Usaha budidaya ikan gurame dapat di lakukan sesuai dengan kondisi modal. Dari modal kecil sampai yang modal besarpun bisa untuk mengembangkan usaha budidaya ikan gurame ini. Oleh karena itulah usaha budidaya ikan gurame ini terbuka untuk siapa saja.
 Bagi anda yang tak memiliki lahan yang cukup anda bisa budiday ikan gurame dengan menggunakan kolam dari terpal. Ikan gurame pada dasarnya membutuhkan air yang cukup. Dengan membuat kolam dari terpal anda bisa membuatnya walaupun di lahan yang sempit. Asalkan anda sabar merawatnmya maka ikan gurame tetap tumbuh dengan baik.
Anda bisa membuat kolam ikan gurame dengan terpal secara fleksibel sesuai dengan lahan yang ada dan di mana saja. Misalnya di pekarangan rumah, di sawah, dan lain-lain. Jika kolam terpal buatan anda ukurannya tidak terlalu besar tentu saja tidak bisa menampung ikan gurame dalam jumlah yang besar. Jika dipaksakan tentu akan banyak mengalami kematian. Jadi jumlah ikan harus di sesuaikan dengan ukuran kolam. Untuk ukuran kolam 1m2 dengan kedalaman 90 cm kira-kira bisa diisi dengan 10 ekor guramih dengan berat 2.5 ons.
Jika ikan gurame sudah semaikn besar maka jumlahnya harus di kurangi.  Jika tidak maka perlu penambahan filter air yang memadai, caranya adalah dengan mengalirkan air kolam terpal dengan pompa ke suatu sistem filter, setelah melalui filter air masuk kembali ke kolam.

Cara budidaya ikan gurame di kolam Tanah

Budidaya Ikan Gurame: Produksi telur
Untuk bisa mengasilkan telur gurame yang baik pertama kali harus dilakukan seleksi induk, dimana ciri Induk yaitu :
a. Induk jantan
 * Dahi agak menonjol menyerupai cula
* Dasar sirip dada terang keputihan
* Dagu berwarna kuning dan agak menonjol
* Jika diletakan ditempat datar ekornya naik ke atas
* Jika ditekan perlahan kelaminnya mengeluarkan sperma
* Sangat baik untuk dijadikan induk berumur antara 3-7 tahun

Budidaya Ikan Gurame: Gurame jantan

 b. Induk betina
* Dahi rata
* Dasar sirip dada gelap kehitaman
* Dagu kurang menonjol
* Ujung sirip ekor bundar
* Sangat baik dijadikan induk antara 2,5-6 tahun
Gurame betina
Sangat berbeda dengan jenis ikan lain dimana untuk telur gurame sudah bisa di jual dengan harga Rp 40-50 / butirnya. Biasanya dalam 1 induk gurame yang berukuran 2.5kg sd 3.5kg bisa menghasilkan 2000 sd 5000 telur gurame.

Budidaya Ikan Gurame: Produksi hasil pendederan

Untuk ukuran hasil pendederan pada ikan gurame terbagi kedalam beberapa jenis ukuran diantaranya :
a.Ukuran 2-3 cm umur 40 sd 50 hari dari telur dengan harga jual Rp 300-Rp 400/ ekor
b.Ukuran 4-5 cm umur 50 sd 60 hari dari ukuran 2-3 cm dengan harga jual Rp 800-Rp1000/ ekor
c.Ukuran 6-7 cm Umur 50 sd 60 hari dari ukuran 4-5 cm dengan harga jual Rp 1700–Rp 2000/ekor.
d.Ukuran 7-9 cm Umur 50 sd 60 hari dari ukuran 6-7 cm dengan harga jual Rp 2500-Rp3000/ekor
Untuk fase produksi tersebut diatas sebenarnya tidak ada ketentuan khusus dalam masa pemanenan, dalam arti pada saat konsumen membutuhkan ukuran sesuai dengan keinginan walaupun belum berusia diatas 50 hari masa pemeliharaan pembudidaya bisa menjualnya.

Budidaya Ikan Gurame: Produksi hasil pembesaran

Tebar benih gurame masa pembesaran biasanya berukuran antara ukuran 2ons sd 3ons dimana jangka waktunya antara 3 sd 4 bulan masa panen. Ukuran masa panen pembesaran dalam jang ka waktu tersebut biasanya berukuran kisaran 5 ons sd 1 Kg.
Melihat hal tersebut diatas maka ada baiknya kita membagi kedalam 3 Kelompok budidaya diantaranya kelompok pembenihan, pendederan dan pembesaran. Dengan pembagian kelompok tersebut maka budidaya gurame tidak akan dirasa lama.
 Jika kita lihat, memang gurame adalah jenis ikan yang masa pertumbuhannya relatif lamban dibanding jenis ikan lain seperti mas, nila dll, akan tetapi bila kita amati perbedaan masa pertumbuhan itu tidaklah mencolok, kalau kita ambil contoh budidaya ikan nila dari ukuran 2-3 cm sampai mencapai rata-rata 7ons sebenarnya kalau dihitung waktu pasti tidak cukup 6-7 bulan, yang membedakan lamanya waktu pemanenan tersebut yang paling menonjol adalah ukuran masa konsumsinya, dalam arti ikan nila bisa di konsumsi dengan besaran ukuran 2-5 ons sedangkan untuk gurame dikonsumsi dengan besaran ukuran minimal 5 ons sd 1kg.
Deni Rusmawan – Dejee Fish – Ketua APPG Sukabumi (Asosiasi Pembudidaya dan Pengusaha Gurame)

Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal

Ikan gurame termasuk ikan labirin, yakni dapat hidup dalam air yang kekurangan oksigen, karena ikan gurame dapat menghisap oksigen dari udara babas. Dengan kondisi tersebut, petani dapat melakukan usaha pembenihan pendederan ikan gurame, meskipun tidak mempunyai air yang mengalir.
Ikan gurame termasuk ikan yang tidak banyak gerak, sehingga dengan area yang relatif sempitpun dapat ditanami ikan dalam jumlah banyak. Hal ini dapat menghemat lahan dan memberikan peluang kepada petani yang mempunyai lahan sempit untuk mempunyai kolam pendederan gurame sebagai sumber pendapatan keluarga. Selain itu, ikan gurame bernilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis ikan lainnya benih maupun konsumsi.

Budidaya Ikan Gurame: Kolam plastik

Tasikmalaya memang sudah sejak lama dikenal sebagai sentra budidaya perikanan air tawar termasuk ikan gurami baik di tingkat provinsi maupun nasional, juga sampai ke luar negeri. Dan banyak petani ikan asal luar negeri yang berguru perikanan air tawar ke Tasikmalaya. Meskipun demikian, tidak semua wilayah di Kab. Tasikmalaya dapat melakukan kegiatan budidaya ikan air tawar, karena ketersediaan air yang kurang.
Karena ketersediaan air yang minim, maka pendederan ikan gurame pada kolam plastik menjadi salah satu jawaban yang tepat bagi sub sektor perikanan. Dengan kolam plastik, lahan sempit dan air yang kurang, bukan suatu masalah lagi. Karena kolam plastik ini ” adalah usaha budidaya yang hemat lahan dan air, serta untungnya besar Dalam budidaya ikan, orang lebih mengenal tambak, karamba, jaring apung, kolam air tenang dan kolam air deras. Selain itu, adalagi kolam batu dan kolam plastik.
Kolam batu ada di daerah Kec. Cikatomas Kab. Tasikmalaya, yaitu kolam yang dibuat pada lahan cadas. Kolam batu dianalogkan dengan sawah, yakni kolam tadah hujan, karena mengandalkan air hujan sebagai sumber airnya. Kolam batu tersebut berfungsi sebagai bak penampungan air untuk sumber air di musim kemarau dan sebagai kolam tetenong.
Kolam plastik sebenarnya bukan istilah baru dan sudah digunakan meski terbatas di lingkungan lembaga. perikanan. Namun di Kab. Tasikmalaya, kolam plastik tersebut berkembang pesat baru-baru ini di Kec. Cineama dan Kec. Manonjaya.
Sampai saat ini, sudah lebih dari 600 buah kolam plastik yang dibangun petani ikan di dua wilayah kecamatan tersebut. Kolam plastik bukanlah kolam khusus yang terbuat dari plastik tetapi tetap terbuat dari tanah. Namun, karena tanah di daerah tersebut adalah tanah yang porus/sarang (tidak dapat menahan air) dan airnya bukanlah air yang mengalir, maka air di kolam tersebut tidak cepat habis, dasar kolam dan pinggir kolam dilapisi plastik.
Luas kolam plastik kecil, rata-rata 14 meter persegi dengan kedalaman air antara 10-60 cm. Kecuali untuk kolam pendederan I dan pendederan II, luasnya cukup 2 meter persegi dengan kedalaman air 10 cm. Begitu pula untuk ukuran kaset, luasnya bisa 2-3 kali luas dibandingkan dengan kolam untuk ukuran benih yang lebih kecil dari ukuran kaset dan kedalamannya bisa sampai I meter. Ukuran panjang atau lebar kolam disesuaikan dengan keadaan lahan.

Analisa Usaha Budidaya Ikan Gurame

Khusus di kalangan petani ikan di Kab. Tasikmalaya dikenal sebagai istilah untuk ukuran benih ikan, mulai dari lepas baskom (lempung), biji ketimun, biji labu, kuku, paneker, silet, kotak, korek, garfit sampai kaset. Benih ikan mulai dari lempung sampai sebesar kaset membutuhkan waktu sekitar 8 bulan atau 8 periode pendederan. Sedangkan pendederan untuk masing-masing periode pendederan berkisar antara 17-30 hari.
Pendederan I menghasilkan benih ukuran biji mentimun lama pendederan 17-20 hari, pendederan 11 (biji Iabu) selama 17-20 hari, pendederan III (ukuran kuku) selama 30 hari, pendederan I (paneker) selama 30 hari, pendederan A (silet) 30 hari, pendederan (korek) 30 hari, pendederan VII (korek) 30 hari dan pendederan VIII (kaset) selama 30-45 hari. Namun dari berbagai periode pendederan, yang dinilai paling menguntungkan adalah pendederan I dan 11.
Analisa usaha budidaya pendederan I lepas baskom (1 -3 cm) pads kolam 2 meter persegi yakni, pembuatan kolam bayar upah I orang pekerja untuk I hari Rp. 20.000, beli plastik 2 meter @ Rp. 7.000 (Rp. 14.000) dan spin Rp. 7.000. jumlahnya Rp. 41.000. Bali benih 4.000 ekor kali Rp. 5 yakni Rp. 20.000 dan biaya lain-lain Rp. 50.000. Sehingga totalnya Rp. 131.500. Kemudian hasil produksi sebesar biji mentimun jumlah ikannya 3.000 ekor x Rp. 125/ekor menjadi Rp.375.000–Rp.131.000 = Rp.243.500 (keuntungannya).

Cara budidaya ikan gurame / gurami dalam kolam  terpal

Cara budidaya ikan gurame / gurami dalam kolam terpal untuk ikan gurame dapat dibuat dengan dua model jenis :
1.       Menggali tanah dengan kedalaman tertentu biasanya sekitar 90 cm, kemudian Terpal dipasang pada tanah galian tersebut.
2.       Memasang terpal pada permukaan tanah ( tidak menggali tanah), dengan bantuan rangka dari besi atau kayu ,terpal dirangkai menyerupai bak. Cara pertama beban terpal tidak terlalu berat sewaktu diberi air, cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Dengan selang kita bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Pada budi daya ikan gurame kolam terpal ini kotoran ikan gurame perlu dikeluarkan (shiftpond), agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.

Kolam Terpal Budidaya Ikan gurame

Setelah kolam terpal selesai dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan guramih, akan tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya.
Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada guramih yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.
Proses selanjutnya adalah memberi makan. Ikan guramih diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan guramih.
 Pada budi daya ikan guramih dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi guramih. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.
Meski guramih cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru. Lebih bagus lagi jika kolam diberi aerator atau filter untuk menambah kadar oksigen dan membersihkan kotoran secara otomatis.

 

Bio Teknologi, Apa itu fermentasi ?

SUMBER : http://boosterfish.com/bio-teknologi-apa-itu-fermentasi/


Definisi fermentasi atau peragian secara umum dapat digambarkan : perubahan yang disebabkan enzim. Contoh proses fermentasi ialah pembentukan asam laktat dalam susu dan asam cuka. Fermentasi menggambarkan pada proses pembuatan alkohol, pembuatan alkohol adalah reaksi etil-alkohol dan karbondioksida dari gula. Pasteur membuktikan bahwa bahwa fermentasi disebabkan oleh ragi kemudian ditemukan enzim ragi. Saat ini kegiatan dan penyebutan fermentasi berkembang luas dikalangan penggiat agrokultur, agrobisnis, agronomi dan agroindustri, misalnya : fermentasi pakan ayam, pakan ikanpakan organik, fermentasi ransum ternak, fermentasi limbah organik dan lain sebagainya.

Apa keutamaan pakan yang difermentasi ?

Banyak keuntungan dari fermentasi dan yang utama adalah
1. Mengeluarkan gas metan
2. Menghilangkan bau pada feses ternak (ikan, unggas, rumaninsia) dan akhirnya bau kandang akan berkurang.
3. Meningkatkan daya cerna pakan (fungsi organ pencernaan akan membaik) meningkatkan energi termetabolisme.
4. Bahan pakan akan semakin steril dari bakteri patogen
5. Kadar nutrisi bahan pakan semakin bermutu, utamanya kadar protein, kadar abu, kadar serat dan karbohidrat.
6. Meng-eliminir bahan anti nutrisi.
7. Meningkatkan homogenitas bahan pakan. Fermentasi dari berbagai jenis adonan akan menciptakan satu unsur kimia baru bakteri positif.
8. Daya tahan bahan hasil fermentasi lebih awet dan tahan lama.
9. Merubah molekul komplek menjadi molekul sederhana.
Menganggap enteng fermentasi atau merasa repot jika melakukan fermentasi adalah stigma yang salah. Banyak hal lain yang diperoleh dari aktifitas fermentasi. Jika anda malas, alamat usaha dibidang agrobisnis tidak akan mencapai hasil maksimum.
pernahkan anda ? mendengar kematian pada peternak kambing atau sapi, tiap minggu bahkan setiap hari terjadi kematian. Hal ini dapat dipastikan bahan pakan mengandung berbagai kuman, virus dan kotoran yang tertelan dan fermentasi lah untuk meminimalisir kematian domba, kerbau, sapi atau kambing.
Aktifitas kegiatan  fermentasi yang tepat (tepat dalam hal ini menggunakan peralatan yang steril, pengaturan suhu yang ideal dan fermentor yang berkwalitas tinggi sebagai starter meningkatkan daya kerja enzim. Fermentasi mampu membuang asam fitat, fermentor yang baik membuat sehingga tempe, oncom dan kecap sudah tidak mengandung senyawa asam fitat. Asam fitat dapat dihilangkan hingga 60-70% namun cara dipanaskan, namun cara ini tidak disarakankarena merusak unsur suplemen lain, utamanya protein. Trik unik dan ampuh dengan cara menggunakan enzim fitase untuk fermentor dalam melakukan fermentasi. Asam fitat dapat dihidrolisis oleh fitase.
Cara lain untuk meningkatkan kandungan nutrisi pakan selain fermentasi adalah dengan cara pemanasan, perebusan dan pengukusan. Masing-masing memiliki plus minus, pemanasan atau perebusan yang tidak terukur akan memusnahkan gizi lainnya. Bahan singkong yang akan difermentasi harus direbus dengan panci terbuka untuk membuang racun hidrosianin
Contoh sederhana : Ubi (singkong) hasil fermentasi disebut tape. Aktifitas ini telah mengubah ubi sebagai makanan bergizi rendah menjadi bergizi tinggi. Kedele menjadi tempe.
Para petani ikan dan peternak Indonesia juga tidak ketinggalan membuat program-program inspiratif  dan unjuk kebolehan dengan membuat TEMPE UNTUK LELE yang memperkaya khasanah bio-teknologi Indonesia.
TEMPE UNTUK LELE (asumsi 100kg pakan)
Menghitung hpp per-kg dan kadar air dan total biomassa
Tepung kulit         40kg x Rp.5.500  = Rp.220.000. Kadar air   9%  = 36,40kg
Tepung kedele    20kg x Rp6.000   = Rp.120.000. Kadar air 14% =  17,20kg
Tepung gaplek    20kg x Rp.3.500  = Rp.  70.000. Kadar air 18% =  17,60kg
Tepung jagung    10kg x Rp.4.500  = Rp.  45.000. Kadar air 18% =    8,20kg
Tepung dedak      10kg xRp.3.500  = Rp.  35.000. Kadar air 15% =    8,50kg
Fermentor (enzima star 100ml)       = Rp.    3.000.
Ragi tempe            100gram              = Rp.    3.000.
Total hpp adalah Rp.496.000 dibagi total biomassa 87,90kg      = Rp.5642/kg
Tiap bahan memiliki kadar air berbeda, data kadar bahan baku yang kami cantumkan diatas tidak jauh berbeda dengan bahan baku secara umum.
Menghitung kandungan protein
Tepung kulit         40kg x 38%  = 14,4%
Tepung kedele    20kg x 36%  =    7,2%
Tepung gaplek    20kg x 2%    =    0,4%
Tepung jagung    10kg x 8%    =    0,8%
Tepung dedak      10kg x 11% =    1,1%
Total protein                               =   23,9%
Setelah dilakukan fermentasi dan menjadi tempe selama 3 hari dengan menggunakan ragi tempe dan enzima star telah terjadi kenaikan kadar protein secara signifikan menjadi 32,5%.
Melakukan pembuatan tempe untuk lele total kandungan kadar air agar menjadi tempe tidak boleh diatas 30%. Anda bisa menggunakan bahan baku lainnya yang mudah didapat dan tetap memperhatian kwalitas bahan, komposisi yang ideal untuk lele dan menggunakan perangkat yang bersih dan steril.
Masihkah anda anti fermentasi ??? jika anda masih meragukan silahkan anda lakukan uji laboratorium bahan-bahan yang anda miliki baik bahan dalam kondisi mentah, dikukus, direbus dan dipanaskan. Buat beberapa variabel penelitian dengan menggunakan berbagai fermentor. Lihatlah hasilnya, anda pasti akan tercengang !!!

Saran fermentasi dan aplikasi :

1. Gunakan piranti untuk fermentasi dengan menghindari dari bahan logam dan tembaga, gunakan bahan dari plastik.
2. Gunakan fermentor yang bermutu sehingga mampu memperbaiki kwalitas nutrisi pakan utamanya kadar protein, karbohidrat, serat, abu, lemak, lisin, metionin, nitrobakter, lactobasillus dan menekan kandungan asam fitat, gas metana, bakteri salmonella dan bakteri e-colli.
3. Memastikan kadar nutrisi awal ter-identifikasi.
4. Amati pertumbuhan ikan dan ternak setelah diberi ransum fermentasi dan non-fermentasi.
5. Memastikan bahan yang difermentasi dan peralatan yang digunakan steril dan higienis.
6. Memperhatikan kwalitas air yang digunakan sebagai pra-sarana fermentasi.

Bagaimana fermentasi bekerja :

Melalui bantuan air, suhu (udara) dan enzim-enzim bekerja melakukan enrichment (pengayaan) terhadap materi substrat dan melibatkan micro-organisme.

Jenis dan bentuk fermentasi :

Fermentasi sudah lama dilakukan terhadap berbagai bahan, metode yang dilakukan baik secara aerob maupun secara an-aerob, baik secara konvensional maupun dengan memakai teknik modern, diantaranya adalah : Fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat, fermentasi Propionat, fermentasi butirat, tuak, tape,wine, Yoghurt, pembuatan pupuk Organik dan lain-lain.
Bio Teknologi, Apa itu fermentasi ?  Bondowoso, 27 Juli 2016

Lebih Dekat Dengan Enzim :

Enzim atau biokatalisator atau fermentasi. Enzim yaitu zat organik yang dibuat oleh jasad renik, jasad hidup tumbuh-tumbuhan, binatang/hewan yang mengubah reaksi kimia tertentu, tanpa mengubah. Reaksi kima terjadi ribuan jenis reaksi yang terus menerus terjadi dan berlangsung serentak dalam jasad hidup akan terjadi oleh enzim.
Andaikata tidak ada enzim, untuk melanjutkan reaksi-reaksi yang sejenis diperlukan temperatur yang tinggi dan lingkungan yang sangat asam, keadaan yang tidak dapat disesuaikan dengan hidupnya sel. Semua jenis enzim berwujud protein atau se sedikit pun protein memiliki zat enzim.
Pada dekade awal enzim di identifikasi dengan nama ilmiah seperti papain, pepsin, tripsin, ptyalin. Kemudian substrat enzim berkembang dan dikenallah seperti Enzim amilase yaitu yang melancarkan pemisahan saripati (amilum), enzim lipase yang memecahkan lemak (lipos) dan lebih maju dan berkembang lagi ditemukan enzim karbohidrase, protase, dehidrogenase. Perangkat uji labor pun mengikuti kemajuannya untuk menemukan dan menentukan berbagai jenis enzim.
Kegiatan sel yang meliputi sintesa, perombakan, oksidasi, reduksi, hidrolisa dan seterusnya dimungkinkan terdapat ratusan jenis-jenis enzim dalam setiap sel. Tidak semua enzim bertugas dalam sel yang membuatnya. Hal ini dapat diamati pada enzim-enzim pencernaan yang dikeluarkan sepanjang saluran pencernaan, sebagian enzim pencernaan dikeluarkan oleh sel dalam bentuk in-aktif yang disebut zimogen. Zimogen atau pro-enzim itu dipersatukan dengan zat lain yang disebut aktivator atau kinase yang merubah menjadi enzim aktif, misalnya tripsinogen yang berasal dari sel-sel pankreas yaitu pro-enzim yangberubah menjadi tripsin aktif bila bercampur dengan skret usus kecil yang mengandung enterokinase. Pepsin dalam lambung dikeluarkan sebagai pepsinogen dan memerlukan HCL sebagai aktivator. Berbagai jenis enzim dipisahkankan menjadi 2 bagian :
– Sebagian bersifat protein (disebut apo-enzim) yang bersifat termolabil dan tak dapat di dialisa.
– Bagian lain (disebut co-enzim) yang bermolekul kecil, ada bagian yang tidak aktif. Kedua bagian ini apo-enzim dan co-enzim akan aktif bila dipersatukan menjadi holo-enzim.
Banyak diantaranya vitamin-vitamin B-compleks hidup sebagai co-enzim. Salah satu klarifikasi enzim menggunakan macam reaksi dipercepatnya selaku dasar penggolongan seperti disebut dibawah ini, tiap golongan melitputi puluhan enzim. Kegiatan atau aktifitas enzim dipengaruhi oleh banyak faktor seperti konsentrasi enzim itu dalam campuran reaksi, konsentrasi substrat, konsentrasi zat-zat hasil reaksi, oleh pH, suhu dan lingkungan. Juga tiap suhu memiliki suhu optimum.
Penggolongan enzim
1. Hidrolisa, enzim yang merombak subtratnya terlebih dahulu yang mengikat air. Contoh : lipase, fosfatase, karbohidrase, protease.
2. Fosforilase
3. Transferase yang memindahkan gugusan persenyawaan yang satu dengan lainnya. Misalnya , transaminase, transmetilase.
4. Karbosilase, yang mengikat dan mengeluarkan CO2 kepada suatu senyawa.
5. Hidrase,
6. Isomerase dan mutase
7. enzim aksidasi.
Enzim-enzim yang terdapat dalam tubuh bakteri, ragi digunakan dalam pembuatan makanan seperti oncom, tempe, petis trasi, taoco, tape dan dipabrik-pabrik bir.

 

Protein, lemak, karbohidrat dan vitamin

dan kontribusinya terhadap PAKAN IKAN

SUMBER : http://boosterfish.com/protein-lemak-karbohidrat-dan-vitamin/
Definisi Pakan Ikan
Pakan merupakan sumber energi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhluk hidup ikan. Pembuatan pakan alternatif atau buatan didasarkan pada kebutuhan nutrisi hewan dan kualitas bahan baku. Diharapkan dapat dibuat pakan ikan yang memiliki standar mutu tinggi dengan biaya yang murah dan apa hubungannya dengan Protein, lemak, karbohidrat dan vitamin, itu.
Pakan buatan merupakan sumber energi. Pakan buatan bisa dipilah menjadi 3 bagian.
  1. Pakan
  2. Pakan tambahan.
  3. Suplemen.

Fungsi pakan ikan

  1. 1. Sebagai Pengobatan
Ikan yang memperoleh pakan dengan kualitas dan kuantitas yang memadai akan tumbuh baik. Sistem ketahanan tubuh akan menciptakan imunitas terhadap serangan penyakit.
  1. Sebagai Pembentuk Warna Tubuh
Sebagai pembentuk warna tubuh atau pigmen. Fungsi pakan tersebut terkandung dalam pakan buatan dan dimanfaatkan dalam ikan hias. Pakan buatan yang ditambah pigmen memiliki warna yang khas, Ikan yang diberi pakan dengan kandungan pigmen yang proporsional memiliki warna tubuh yang lebih bagus.
  1. Sebagai Peningkat Cita Rasa
Cita rasa ikan dipengaruhi oleh pakan, Tiap perairan memiliki pakan  berbeda. Ikan disuatu perairan akan memiliki aroma dan citarasa yang berbeda dengan ikan sejenis yang hidup di lingkungan perairan lain.
  1. 4. Untuk Mempercepat Reproduksi
Mempercepat proses matang gonad. Pakan yang baik menunjang kerja organ tubuh, sistem hormon dan endokrin. Sistem endokrin membantu proses reproduksi dengan cara mengatur  hormon reproduksi menuju organ reproduksi. Penambahan vitamin E  merangsang pematangan gonad. Vitamin E berfungsi untuk mencegah oksidasi EPA (eikosapentanoic acid). EPA diubah menjadi prostaglandin berperan mempercepat pematangan gonad. Bersama dengan vitamin A berperan sebagai antioksidan.
  1. 5. Untuk Perbaikan Metabolisme Lemak
Ada yang membuat pakan menggunakan asam bile untuk meningkatkan kemampuan mencerna lemak. Asam bile. Senyawa ini mengandung garam natrium dan garam kalium. Proses pencernaan lemak, kedua jenis garam ini akan menurunkan tegangan permukaan lemak dan mengubah bentuk lemak menjadi bola-bola kecil (micelle).
Peningkatkan daya cerna terhadap lemak juga dengan penambahan lesitin. Lesitin merupakan lemak yang mengandung gliserol dan asam fosfat. Senyawa ini banyak terdapat di otak, kedelai, biji bunga matahari, jagung, dan kuning telur. Dengan kandungan gliserol yang tinggi, lesitin mudah dicerna ikan.
Upaya lain dengan penambahan mikroba. Selain mengurai lemak sehingga mudah dicerna oleh ikan, mikroba juga dapat membantu pencernaan karbohidrat dan protein..

Kebutuhan Nutrisi Pada Ikan

Bahan baku pakan ikan dibagi :
  1. Komponen penghasil energi dan
  2. komponen bukan penghasil energi.
Komponen Penghasil Energi. Komponen dalam kelompok ini akan menghasilkan energi bila dicerna oleh ikan atau komponen makro. Tiga komponen zat gizi yang dapat menghasilkan energi yaitu :
  1. protein,
  2. lemak,
  3. Karbohidrat.
Nilai energi dari komponen pakan adalah
Protein              :           4,0 kkal/g ;
Lemak              :           9,0 kkal/g
Karbohidrat       :           4,0 kkal/g
Efisiensi energi yang baik berkisar antara 25-40%. Artinya, untuk memperoleh energi bagi pertumbuhanan sebesar 100 kkal dibutuhkan energi dalam pakan sehesar 250-400 kkal. Hal ini berarti energi yang dapat digunakan untuk pertumbuhan kurang dari 50% total energi dalam pakan, selebihnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk hidup (cost of living).
Komponen Bukan Penghasil Energi. Tetap diperlukan oleh ikan untuk menjaga keseimbangan gizi. Komponen pakan yang tidak menghasilkan energi adalah vitamin dan mineral. Kedua komponen ini sangat besar peranannya dalam pertumbuhan ikan.
Protein
Protein adalah senyawa yang terbentuk dari rangkaian asam amino yang berikatan sesamanya protein merupakan suatu polimer heterogen yang terdiri atas ribuan molekul senyawa asam amino, yaitu komponen terkecil yang menyusun protein.
Protein merupakan material organik dalam organ tubuh ikan. Persentase protein di dalam tuhuh ikan berada pada posisi kedua setelah air, yakni berkisar antara 18-30%. Protein bersama komponen nitrogen lainnya juga membentuk senyawa-senyawa asam nukleat, enzim, hormon, vitamin, dan lain-lain.
Protein :
  1. Sebagai zat pengatur
Pembentukan enzym, hormon (mengatur proses-proses metabolisme dalam tubuh)
  1. Sebagai zat pembakar
Sumber energi bersama-sama dengan karbohidrat dan lemak
  1. Sebagai zat pembangun
Membentuk jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak, proses reproduksi
Fungsi Protein.
Protein bagi ikan sebagai sumber energi. Energi yang dicerna dalam protein dimetabolisme dengan lebih baik oleh ikan dibandingkan dengan hewan lainnya. Demikian pula, peningkatan panas akibat mengonsumsi protein pada ikan lebih rendah, yang berarti nilai energi produktif yang diberikan oleh protein kepada ikan lebih besar. Fungsi utama protein di dalam tubuh ikan adalah :
  1. Merupakan sumber energi bagi ikan, terutama apabila komponen lemak dan karbohidrat yang terdapat di dalam pakan tidak mampu memenuhi kebutuhan energi.
  1. Berperan dalam pembentukan jaringan tubuh.
  2. Berperan dalam perbaikan jaringan tubuh yang rusak.
  3. Merupakan komponen utama dalam pembentukan enzim, hormon, dan antibodi.
  4. Berperan dalam proses osmoregulasi di dalam tubuh.
  5. Ketersediaan protein dibutuhkan secara terus-menerus karena asam amino digunakan secara terus-menerus untuk membentuk protein baru.
Lemak
Lemak mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (0) sebagai unsur utama. Beberapa di antaranya ada yang mengandung nitrogen (N) atau fosfor (P).
Secara umum, lemak dan minyak (keduanya  disebut lipid) merupakan sumber energi paling tinggi dalam pakan ikan. Lemak cenderung mempunyai titik cair lebih tinggi. Selain itu, lemak memiliki rantai molekul.
Lemak terdiri dari
  1. lemak sederhana,
  2. lemak campuran,
  3. lemak turunan
Lemak sederhana (simple lipids) terdiri atas lemak netral (trigliserida), ester gliserol, wax (ester kolesterol, ester vitamin A atau D). Wax merupakan ester asam lemak dari alkohol berantai panjang, berperan memperbaiki karakteristik fisika dan kimia.
Lemak campuran (compound lipids), misalnya fosfolipid yang merupakan ester asam lemak dan asam fosfatidik. Lemak ini merupakan komponen utama lemak pada membran sel.
Lemak turunan (derived lipids), yaitu produk hidrolisis dari lemak sederhana dan lemak campuran. Komponen utama lemak turunan adalah asam lemak.
Fungsi Lemak.
  1. Berperan dalam pemeliharaan struktur dan membran sel.
  2. Pelarut dalam proses penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
  3. Membantu proses metabolism merupakan komponen struktur membran
  4. Penunjang pertumbuhan ikan pembentukan gelembung renang pada stadia larva
Pakan yang baik umumnya mengandung 4 –18% lemak
Kelebihan kadar lemak pada pakan akan mudah mengalami oksidasi (mudah tengik) mengakibatkan penimbunan lemak pada usus ikan, hati ataupun ginjal sehingga ikan menjadi terlalu gemuk dan nafsu makan berkurang.
Karbohidrat
Karbohidrat terdiri atas serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Serat kasar sulit dicerna oleh ikan namun tetap diperlukan, yakni untuk meningkatkan gerak peristaltik usus. Pemberian serat kasar dalam pakan perlu diperhatikan. Pemberian serat kasar dalam jumlah berlebihan rnenyebabkan gangguan pada proses penyerapan pakan di dalam usus halus.
Unsur utama yang membentuk karbohidrat adalah karbon, hidrogen, dan oksigen. Dibandingkan dengan lemak dan protein, karbohidrat lebih mudah larut di dalam air, terutama golongan karbohidrat sederhana.
Senyawa organik yang terdiri dari serat kasar dan bahan bebas tanpa nitrogen.
Menurut ukuran molekul dapat dibagi menjadi:
  1. Monosakarida (contoh: fruktosa, glukosa)
  2. Disakarida (contoh: sukrosa, maltosa)
  3. Polisakarida (contoh: selulosa, pati, kanji)
Enzim tertentu untuk memecah disakarida atau polisakarida menjadi monosakarida yang mudah diserap.
Beberapa enzim tertentu dihasilkan oleh bakteri dalam usus ikan.
Beberapa ikan memiliki organ khusus pada alat pencernaannya
Kebutuhan karbohidrat pada pakan ikan
Ikan mas                       20 –30%
Ikan lele                        10 –30%
Ikan kerapu                   10%
Ikan kakap                    20 –25%
Vitamin
Meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, vitamin berperan menjaga agar proses yang terjadi di dalam tubuh ikan tetap berlangsung dengan baik. Metabolisme ikan tidak mampu membuat vitamin sendiri. !kan yang mengandalkan pakan alami tidak pernah kekurangan vitamin.
Jumlah vitamin dapat  rusak selama proses pembuatan pakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan vitamin.
Vitamin E, vitamin K, asam pantotenat, asam folat, riboflavin dan piridoksin harus dilindungi dari cahaya matahari. Fungsi vitamin B-12 akan menurun apabila disimpan di tempat yang bersuhu tinggi.
Klasifikasi dan Fungsi Vitamin. Dibagi menjadi:,
  1. Vitamin yang larut dalam lemak (Vit A, D, E dan K)
  2. Vitamin yang larut dalam air.B dan C. Vit B terdiri atas tiamin (B-1), riboflavin (B-2), piridoksin (B-6), sianokobalamin (B-12), niasin, biotin, kolin, asam folat, inositol, dan asam pantotenat.
Dalam proses osmoregulasi tubuh, vitamin mempunyai peran :
1. Merupakan katalisator dalam proses metabolisme. Vitamin merupakan bagian dari enzim          atau koenzim yang berperan dalam pengaturan berbagai proses metabolisme.
  1. Membantu protein dalam memperbaiki dan membentuk sel baru.
    3. Mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh sebagaimana mestinya.
    4. Berperan dalam pembentukan senyawa-senyawa tertentu di dalam tubuh.
Mineral
Mineral merupakan elemen anorganik yang dibutuhkan oleh ikan dalam pembentukan jaringan,  metabolisme dan osmoregulasi.
mineral dapat dibagi:
  1. Mineral esensial, harus selalu tersedia di dalam tubuh ikan.
  2. Mineral nonesensial yaitu mineral yang sebaiknya tersedia di dalam tubuh ikan.
Berdasarkan jumlah kebutuhan, mineral  dibagi menjadi 2 kelas,
  1. M Yaitu mineral yang dibutuhkan tubuh ikan dalam jumlah besar, spt: kalsium (Ca), fosfor (P), belerang (S), natrium (Na), klorida (CI), magnesium (Mg), dan kalium (K).
  2. Mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah kecil, yaitu kobalt (Co), selenium (Se), tembaga (Cu), seng (Zn), mangan (Mn), krom (Cr), fluor (F), iodium (I), besi (Fe), dan molibdenum (Mo). Mikromineral disebut sebagai trace mineral.
Fungsi Mineral.
Pembentukan struktur tubuh ikan seperti Ca, P, F, dan Mg. Mineral Fe, Cu, dan Ca berperan dalam proses pernapasan dan pembentukan enzim.
Mengatur keseimbangan asam basa dan proses osmosis antara cairan tubuh dan lingkungan (Na, K, Ca, dan CI).
Berperan dalam proses pembekuan darah dan pembentukan hemoglobin (Fe, Cu, dan Co).
Berperan dalam proses metabolisms (Cl, Mg, dan P).
Mengatur fungsi sel (Cu dan Zn), membentuk fosfolipid dan bahan inti sel (S dan P), mematangkan kelenjar kelamin (Br), dan membentuk hormon tiroid (I)

 

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...