Minggu, 22 Agustus 2021

BIOFLOC ATAU FLOK DALAM PERIKANAN BUDIDAYA

SUMBER : http://afiesh.blogspot.com/2013/01/biofloc-atau-flok-dalam-perikanan.html
Biofloc
Biofloc berasal dari dua kata yaitu Bio “kehidupan” dan Floc “gumpalan”. Sehingga biofloc dapat diartikan sebagai bahan organik hidup yang menyatu menjadi gumpalan-gumpalan. Gumpalan tersebut terdiri dari berbagai mikroorganisme air termasuk bakteri, algae, fungi, protozoa, metazoa, rotifera, nematoda, gastrotricha dan organisme lain yang tersuspensi dengan detritus. Ada yang bilang bahwa bioflocadalah suatu bentuk ikatan oleh mikroorganisme pada saat tumbuh dimana aktivitas pengikatan ini tergantung pada jenis mikroorganismenya.
       Gambar 1. Biofloc 
Biofloc merupakan flok atau gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan mikroorganisme hidup yang melayang-layang di air. Teknologi biofloc adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flok. Aplikasi BFT (Bio Floc Technology) banyak diaplikasikan disistem pengolahan air limbah industri dan mulai diterapkan di sistem pengolahan air media aquakultur.
           
Prinsip Dasar Biofloc
Mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung senyawa kabon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dengan sedikit available posfor (P) menjadi massa sludge berupa bioflocs dengan menggunakan bakteri pembentuk flocs (flocs forming bacteria) yang mensintesis biopolimer poli hidroksi alkanoat sebagai ikatan bioflocs. Bakteri pembentuk flocs dipilih dari genera bakteri yang non pathogen, memiliki kemampuan mensintesis PHA, memproduksi enzim ekstraselular, memproduksi bakteriosin terhadap bakteri pathogen, mengeluarkan metabolit sekunder yang menekan pertumbuhan dan menetralkan toksin dari plankton merugikan dan mudah dibiakkan di lapangan.
Tidak semua bakteri dapat membentuk biofloc dalam air, seperti dari generaBacillus sp hanya dua spesies yang mampu membentuk biofloc. Salah satu ciri khas bakteri pembentuk bioflocs adalah kemampuannya untuk mensintesa senyawa Poli hidroksi alkanoat (PHA), terutama yang spesifik seperti poli βhidroksi butirat. Senyawa ini diperlukan sebagai bahan polimer untuk pembentukan ikatan polimer antara substansi substansi pembentuk biofloc.
Biofloc terdiri atas partikel serat organik yang kaya akan selulosa, partikel anorganik berupa kristal garam kalsium karbonat hidrat, biopolymer (PHA), bakteri, protozoa, detritus (dead body cell), ragi, jamur dan zooplankton (www.aiyushirota.com). Bakteri yang mampu membentuk bioflocs diantaranya:
·           Bacillus cereus
·           Bacillus subtilis
·           Escherichia intermedia
·           Flavobacterium
·           Paracolobacterium aerogenoids
·           Pseudomonas alcaligenes
·           Sphaerotillus natans
·           Tetrad dan Tricoda
·           Zooglea ramigera
Beberapa bakteri pembentuk floc yang sudah teruji diaplikasikan dilapangan adalah Achromobacter liquefaciensArthrobacter globiformisAgrobacterium tumefaciens dan Pseudomonas alcaligenes. Bakteri lain dapat ikut membentuk biofloc setelah exopolisakarida dibentuk oleh bakteri pembentuk floc sebagai inti floc-nya. Bakteri yang dapat ikut membentuk biofloc misalnya Bacillus circulansBacillus coagulans dan Bacillus licheniformis. Bakteri yang ikut membentuk floc ini mempunyai fungsi dalam siklus nutrisi didalam sistem biofloc. Bakteri ini disebut sebagai bakteri siklus fungsional, misalnya Bacillus licheniformis yang berperan dalam siklus nitrogen.
Biofloc di alam umumnya terdiri dari 5 jenis bakteri atau lebih, minimal satu atau lebih merupakan bakteri pembentuk flok (penghasil exopolisakarida) dan bakteri yang lain dapat merupakan bakteri siklus fungsional yang berfungsi dalam siklus bioremediasi dan nutrisi. Formasi bioflok ini terbentuk tidak secara tiba-tiba, tapi terbentuk dalam kondisi lingkungan tertentu.
Factor yang mempengaruhi system bioflok adalah N/P rasio dan C/N rasio. N/P rasio dan C/N rasio harus diatas 20. Semakin besar N/P rasio dan C/N rasio maka floc yang terbentuk akan semakin baik. Untuk mengatur N/P rasio jalan terbaik adalah memperbesar N atau memperkecil P, untuk memperbesar N dilingkungan tambak tidak mungkin dilakukan karena menambah ammonia dalam tambak akan membahayakan udang, jalan terbaik adalah memperkecil P dengan cara mengikat phosphate. Sedangkan untuk mengatur C/N rasio dilakukan dengan cara memperbesar C dengan penambahan unsure karbon organik, misalnya molasses. Didalam pakan itu sendiri sebenarnya sudah ada unsure C yaitu karbohidrat dan lemak, namun rasionya tidak mencukupi untuk mencapai C/N rasio diatas 20.
           Sistem biofloc dapat meminimalkan ganti air karena dalam bioflok terdapat proses siklus “auto pemurnian air” (self purifier) yang akan merubah sisa pakan dan kotoran, gas beracun seperti ammonia dan nitrit menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Dengan meminimalkan ganti air maka peluang masuknya bibit penyakit dari luar dapat diminimalkan. Sistem biofloc lebih stabil dibandingkan dengan system probiotik biasa dikarenakan biofloc merupakan bakteri yang tidak berdiri sendiri, melainkan berbentuk floc atau kumpulan beberapa bakteri pembentuk floc yang saling bersinergi. Sedangkan system probiotik biasa bakteri yang ada ditambak merupakan sel-sel bakteri yang berdiri sendiri secara terpisah di air, sehingga apabila ada gangguan lingkungan atau gangguan bakteri lain maka bakteri akan cepat kolaps.
Pada System Bio-Flock Technology (BFT) sangat tergantung pada :
·           Mikroba (terutama bakteri heterotrof)
·           Plankton
·           Bahan organik dalam air

Indikator Keberhasilan Pembentukan Biofloc (www.aiyushirota.com)
Biofloc terbentuk, jika secara visual di dapat warna air kolam coklat muda (krem) berupa gumpalan yang bergerak bersama arus air. pH air cenderung di kisaran 7 (7,2-7,8) dengan kenaikan pH pagi dan sore yang kecil rentangnya kecil yaitu (0,02-0,2). Mulai terjadi penaikan dan penurunan yang dinamis nilai NH4+, ion NO2 dan ion NO3 sebagai indikasi berlangsungnya proses Nitrifikasi dan Denitrifikasi.
Untuk 30 hari pertama DOC merupakan masa krusial bagi tahap pembentukan Bioflocs, penerapan “minimal exchange water” pada fase ini sangat menentukan. Lebih baik menghindari penggantian air dalam jumlah besar pada masa ini. Penambahan air hanya untuk penggantian susut karena penguapan dan perembesan saja. Atau menambah secara perlahan ketinggian air dari awal tebar 120 cm menjadi 150 cm secara bertahap selama 30 hari.

Permasalahan dalam Sistem Biofloc (www.aiyushitota.com)
a)        Flocs di kolam berbusa
Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri berfilamen yang menempel pada biofloc. Untuk itu ditebar 10 ppm Kalsium peroksida, ikuti dengan menahan pergantian air selama 56 hari sambil dilakukan penambahan 20 ppm CaCO3/kaptan per harinya, jika pada hari ke 6 busa masih ada, tebar 10 ppm Kalsium Peroksida lagi, pada hari ke 7 air mulai dimasukkan ke dalam kembali, dan ketinggian air dipulihkan ke ketinggian semula.
b)       Biofloc terlalu pekat
Lakukan pengenceran secara over flow, pipa pengeluaran dipotong sama rata dengan ketinggian air di dalam kolam. Biarkan air yang masuk menyebabkan air tumpah keluar lewat pipa pembuangan yang telah dipotong sama rat dengan ketinggian air di dalam kolam.
c)        Biofloc ketebalannya berkurang (normal 1020 cm sechi disk) dan warna air mengarah ke hijau
Hentikan pengenceran, tahan air selama 56 hari, aplikasikan pupuk ZA 1 ppm setiap harinya untuk menekan pertumbuhan chrollera atau aplikasikan pupuk ZA 5 ppm setiap harinya untuk menekan pertumbuhan blue green algae. Pada hari ke 7 sirkulasi/pengenceran secara over flow dapat dilakukan kembali.
d)       Biofloc ketebalannya berkurang (normal 1020 cm sechi disk) dan warna air mengarah ke coklat merah
Hentikan pengenceran, tahan air selama 56 hari, aplikasikan CaCO3 / kaptan 20 ppm setiap harinya dan 12 x treatment dengan Kalsium peroksida. Pada hari ke 7 sirkulasi/pengenceran secara over flow dapat dilakukan kembali.
e)        Warna hijau biru (BGA) atau merah (Dinoflagellata) tetap ada setelah 56 hari treatment
Berlakukan pola sistem “minimal exchange water” terhadap kolam tersebut, hindari pengenceran/sirkulasi. Penambahan air hanya dilakukan untuk mengganti air yang hilang/susut akibat penguapan, perembesan dan susut air akibat pembuangan lumpur rutin harian saja.

Budidaya Udang System Semibioflock
           Budidaya dengan sistem Bio-Floc adalah mengembangkan komunitas bakteri di dalam tambak
           Menumbuhkan dan menjaga dominasi bakteri di dalam tambak adalah lebih stabil daripada dominasi algae (plankton) karena tidak tergantung sinar matahari
           Kualitas air lebih stabil sehingga penggunaan air sedikit (hanya nambah) karena ada pembuangan lumpur
           Dapat menekan pertumbuhan mikroba patogen
           Bakteri terkumpul dalam suatu gumpalan yang disebut Floc
           Semakin banyak floc yang terbentuk akan semakin besar pula perannya dalam merombak limbah nitrogen 10 – 100x lebih efisien daripada algae
           Dapat bekerja siang maupun malam dan dipengaruhi cuaca
           Dapat merubah limbah nitrogen menjadi makanan berprotein tinggi bagi ikan dan udang

Komposisi Mikrobial Biofloc
Komposisi
Kadar Protein
Rata-Rata
31,5%
22,5%
Bahan Organik 
78 %
66%
72 %
Abu 
21 %
32 %
26 %
Protein
51 %
35 %
43 %
Lemak
10 %
15 %
12,5 %
Arginine
2,3 %
1,61 %
1,95 %
Methionine
0,61 %
0,35 %
0,48 %
Lysine
2,5
1,7
2,1
Sumber : (McIntosh, 2000)

Komposisi Nutrient Mikroba Biofloc
Nutrient
Kisaran
Mean
Suspended microbial floc (mg/l)
87,3 – 200,8
157
Moisture (%)
5,9 – 7,3
6,6
Crude protein (Nx6,25)(%)
29,2 – 34,3
31,2
Crude lipid (%)
2,5 – 2,6
2,6
Cholesterol (mg/kg)
470 – 490
480
Ash (%)
25,5 – 31,8
28,2
Gross energy (MJ/kg)
10,3 - 12,8
12
Sodium (%)
0,41 - 4,31
2,75
Calcium (%)
0,56 - 2,86
1,70
Phosphorus (%)
0,36 - 2,12
1,35
Potassium (%)
0,13 - 0,89
0,64
Magnesium (%)
0,12 - 0,45
0,26
Zinc (mg/kg)
78,3 - 577,9
338
Iron (mg/kg)
170,8 - 521,0
320
Manganese (mg/kg)
8,9 - 46,8
28,5
Boron (mg/kg)
8,8 - 45,7
27,3
Copper (mg/kg)
3,8 - 88,6
22,8
Sumber : (Tacon, 2002)

Komposisi Asam Amino Mikroba Biofloc
Asam Amino
Kisaran
Rata-Rata
Methionine + Cystine (%)
0,86 – 0,93
0,89
Phenylalanine + Tyrosine (%)
2,41 – 2,54
2,48
Isoleucine (%)
1,21 – 1,26
1,24
Leucine (%)
1,78 – 1,97
1,87
Histidine (%)
0,43 – 0,45
0,44
Threonine (%)
1,44 – 1,50
1,47
Lysine (%)
0,90 – 0,96
0,93
Valine (%)
1,66 – 1,80
1,73
Arginine (%)
1,46 – 1,63
1,54
Tryptophan (%)
0,18 – 0,22
0,20
Total essential amino acids
24,5 – 26,3
25,4
Sumber : (Tacon, 2002)

Mikroba Biofloc dapat Digunakan sebagai Pakan. Hal ini dikarenakan :
           Mengandung nutrien yang cukup tinggi seperti protein dan mineral
           Tidak memerlukan pakan yang memiliki protein tinggi
           Dapat menghemat pakan dan menurunkan nilai FCR pakan

Hal-hal yang perlu Diperhatikan dalam Sistem Biofloc
           Bahan organik harus cukup (TOC > 100 mgC/L) dan selalu teraduk
           Nitrogen disintesis menjadi mikrobial protein dan dapat dimakan langsung oleh udang dan ikan
           Perlu disuplay C organik (molase, tepung terigu, tepung tapioka) secara kontinue atau sesuai dgn amonia dalam air
           Oksigen harus cukup serta alkalinitas dan pH harus terus dijaga

Keuntungan Sistem Biofloc (Suprapto, 2007)
           pH relatif stabil
           pH nya cenderung rendah, sehingga kandungan amoniak (NH3) relatif kecil
           Tidak tergantung pada sinar matahari dan aktivitasnya akan menurun bila suhu rendah.
           Tidak perlu ganti air (sedikit ganti air) sehingga biosecurity (keamanan) terjaga
           Limbah tambak (kotoran, algae, sisa pakan, amonia) didaur ulang dan dijadikan makanan alami berprotein tinggi
           Lebih ramah lingkungan.

Kekurangan Sistem Biofloc (Suprapto, 2007)
           Tidak bisa diterapkan pada tambak yang bocor/rembes karena tidak ada/sedikit pergantian air
           Memerlukan peralatan/aerator cukup banyak sebagai suply oksigen
           Aerasi harus hidup terus (24 jam/hari)
           Pengamatan harus lebih jeli dan sering muncul kasus Nitrit dan Amonia
           Bila aerasi kurang, maka akan terjadi pengendapan bahan organik. Resiko munculnya H2S lebih tinggi karena pH airnya lebih rendah.
           Kurang cocok untuk tanah yang mudah teraduk (erosi). Jadi dasar harus benar-benar kompak (dasar berbatu / sirtu, semen atau plastik HDPE)
           Bila terlalu pekat, maka dapat menyebabkan kematian bertahap karena krisis oksigen (BOD tinggi).
           Untuk itu volume Suspended Solid dari floc harus selalu diukur.Bila telah mencapai batas tertentu, floc harus dikurangi dengan cara konsumsi pakan diturunkan.

 

BUDIDAYA GURAME SISTEM PROBIOTIK

 KATA PENGANTAR
Probiotik adalah mikroba positif yangberperan bagi kehidupan ikan. Tehnik probiotik sendiri sudah berkembang dalam budidaya ikan. Probiotik diterapkan untuk menjaga kualitas air kolam atau tambak, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, meningkatkan efisiensi pakan, dan melejitkan produktifitas ikan sehingga bisa cepat dipanen.
Probiotik itu bisa didapat secara alami yaitu dengan memanfaatkan bakteri-bakteri positif yang ada di sekitar kolam ikan, dan produk probiotik yang dibuat oleh industry pakan ikan serta dijual dipasaran. Keduanya sama-sama berfungsi untuk meningkatkan budidaya ikan demi keuntungan yang lebih besar.
Dibanding cara konvensional budidaya ikan dengan probiotik ternyata memberikan hasil yang optimal bagi petani ikan. Selain tidak beresiko tinggi sebagai pengunaan pupuk antibiotic, pemakaian probiotik juga bersifat murah, mudah, dan menghasilkan.
Makalah ini adalah pedoman teknis pembudidayaan ikan gurame dengan menggunakan probiotik. Dengan membaca makalah ini masyarakat  juga bisa menjalankan budidaya ikan lebih optimis karena probiotik akan membuat masyarakat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari ikan yang dibudidayakan.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………….1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………….2
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah……………………………………………………………………………….3
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………….3
  3. Tujuan……………………………………………………………………………………………………….4
  4. Manfaat……………………………………………………………………………………………………..4
BAB II PEMBAHASAN
1)      Kajian Teori
1)      Gurami………………………………………………………………………………………………….4
2)      Sistem Probiotik……………………………………………………………………………………..6
2)      Pembahasan
1)      Cara membudidayakan gurami dengan
sistem probiotik…………………………………………………………………………………… 8
2)      Keuntungan sistem probiotik bagi kesehatan ikan
dan lingkungan……………………………………………………………………………………..14
BAB III KESIMPULAN DAN PENUTUP
1)      Kesimpulan……………………………………………………………………………………………15
2)    Penutup…………………………………………………………………………………………………15
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
  1. 1.    Latar Belakang Masalah
Selama ini pembudidayaan ikan Gurameh menggunakan sistem harpa,terpal, dan terbuka memang mempunyai keunggulan masing-masing  akan tetapi sering kebanyakan petani menambah produksinya dalam satu lahan yang sama yang seharusnya untuk mencegah datangnya penyakit salah satu diantaranya yaitu dengan menjarangkan populasi ikan.melihat hal itu pemerintah merekomendasikan untuk perkembangan secara eksternal bukan internal.akan tetapi juga lahan petani juga menjadi kendala akan hal itu. Dan juga penggunaan desinfektan dan antibiotik sebagai langkah pengobatan atas serangkaian wabah penyakit justru memunculkan masalah baru dalam dunia perikanan. Teknologi penanggulangan penyakit yang lebih aman dan efisien untuk menurunkan tingkat mortalitas ikan adalah dengan teknologi pencegahan. Beberapa cara untuk mencegah penyakit telah lama dipraktekkan. Misalnya dengan meperhatikan kebersihan lingkungan tambak atau kolam, Sanitasi air dengan menggunakan  bak filter,pengendapan, dan lain-lain. Alternatif lain yang sangat potensial  untuk tindakan pencegahan timbulnya penyakit adalah dengan penggunaan mikroorganisme probiotik. Dengan bantuan mikroorganisme probiotik ini akan membantusekali dalam pemeliharaan ikan. Contohnya Lactobacillus Sp,akan menyempurnakan kerja pencernaan ikan sehingga mkanan yang terserap akan maksimal dan kotoran yang keluar akan mudah terurai.
  1. 2.    Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang masalah diatas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1)      Bagaimana Budidaya Ikan Gurami sistem probiotik?
2)      Apakah keuntungan probiotik bagi kesehatan ikan dan lingkungan?
  1. 3.    Tujuan
Berdasarkan Rumusan Masalah diatas ,makalah ini bertujuan secara :
1)      Teoritis
Memberikan pengetahuan dan manfaat probiotik kepada para petani ikan
2)      Praktis
Petani dapat mencegah penyakit dan memberikan dampak positif pada lingkungan
  1. 4.    Manfaat
1)      Petani Gurameh
Dapat meningkatkan produktifitas budidaya gurami dan dapat menekan pakan karena penyerapan yang maksimal dari kerja probiotik.
2)      Lingkungan dan Masyarakat
Pasar menuntut teknologi budidaya ikan yang ramah lingkungan dengan tanpa menggunakan bahan kimia maupu antibiotik.
BAB II
PEMBAHASAN
  1. A.  Kajian Teori
1)    Gurami
Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang cukup penting apabila dilihat dari permintaannya yang cukup besar dan harganya yang relatif tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas, nila, tambakan dan tawes, dan merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi. Bagi masyarakat umum, ikan ini dipandang sebagai salah satu ikan bergengsi dan biasanya disajikan pada acara-acara yang dianggap penting. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ikan gurami menjadi salah satu komoditi unggulan di sektor perikanan air tawar.
Klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut:
Klas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei
Ordo : Labyrinthici
Sub Ordo : Anabantoidae
Famili : Anabantidae
Genus : Osphronemus
Species : Osphronemus goramy (Lacepede)
Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurami angsa,gurami jepun, blausafirparis, bastar dan porselenEmpat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurami jenis lain,porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.
Umumnya budidaya ikan gurami masih dilaksanakan oleh masyarakat dengan teknologi semi intensif. Masa pemeliharaanya relatif lama sehingga dilakukan dalam beberapa tahap pemeliharaan yaitu tahap pembenihan, tahap pendederan dan tahap pembesaran, dimana pada masing-masing tahapan menghasilkan produk yang dapat di pasarkan secara tersendiri.
Pasar ikan gurami mengandalkan pada permintaan domestik. Namun demikian prospek bisnisnya cukup menjanjikan mengingat permintaan dari masyarakat yang cukup besar. Ikan gurami lebih digemari dijual dalam keadaan hidup atau segar, dan biasanya harganya juga lebih tinggi dalam keadaan hidup. Sementara itu, belum diperoleh informasi mengenai diversifikasi produk olahan dari ikan ini kecuali dalam bentuk fillet.
Peranan Balai Benih Ikan dalam rangka pengembangan ikan gurami dilaksanakan antara lain berupa penyediaan induk dan benih unggul dan pengenalan teknologi budidaya secara intensif kepada pembudidaya ikan. Namun demikian, langkah pengembangan selanjutnya yang masih perlu digarap adalah aspek pemasaran baik di pasar domestik maupun ekspor
Wilayah survey untuk usaha pendederan ikan gurami adalah salah satu daerah sentra ikan guramie di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Banyumas. Sedangkan wilayah survey untuk pembesaran ikan adalah Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu informasi teknis pendederan dan pembesaran ikan gurami terutama menggunakan informasi yang diperoleh dari kondisi pengusaha dan lembaga lain di kedua wilayah tersebut.
Asumsi perhitungan keuangan budidaya pendederan ikan gurami dalam penelitian ini adalah menggunakan benih ikan yang berasal dari kegiatan pembenihan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 1 gram dan dibesarkan hingga mencapai berat 20-25 gram. Sedangkan asumsi perhitungan keuangan pada budidaya pembesaran menggunakan benih kan yang berasal dari pendederan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 200-250 gram yang dibesarkan hingga mencapai ukuran konsumsi .

2)      Sistem Probiotik
Secara umum probiotik bisa diartikan dengan pro kehidupan atau pendukung kehidupan. Jadi, probiotik itu fungsinya adalah untuk menunjang, mempertahankan, atau meningkatkan tingkat kehidupan mahluk (dalam hal ini ikan). Caranya, probiotikini bekerja dengan menekan/meniadakan faktor-faktor tertentu yang membuat tingkat kehidupan suatu mahluk menjadi tidak kondusif, yang mengakibatkan mortalitas (kematian) sangat tinggi.
Bentuk dari probiotik ini adalah berupa jasad renik atau bakteri atau mikroorganisme yang tidak terlihat secara kasat mata. Dalam bahasa sederhana ini semacam “pasukan intelejen” yang bekerja efektif tanpa gerakannya terlihat oleh siapapun. Dalam satu liter air jumlahnya bisa mencapai jutaan ekor,dan semakin berkembang lebih banyak jika pada probiotik ini ditambahkan makanannya berupa zat gula/tetes tebu.
Mikroba menjadi sumber ketakutan sekaligus sangat bermanfaat bagi manusia. Mikroba bisa membantu meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan manusia yang memberi ketenangan dan harapan hidup bagi manusia. Artinya, keberadaaan mikrobia banyak menguntungkan manusia. Mikrobiapun menjadi salah satu tumpuan pengembangan bioteknologi. Namun beberapa aspek dari mikrobia justru menjadi sumber ketakutan. Penyakit – penyakit HIV, SARS, Flu Burung, dan ANTRAKS merupakan topik-topik yang sangat menakutkan bagi manusia. Walaupun demikian terdapat mikrobia yang tidak menakutkan dan justru dapat mendatangkan uang,misalnya pangan fungsional tau probiotik yang membantu meningkatkan imunitas dan kesehatan. Dalam budidaya perikanan, mikroba juga berperan penting dalam urusan pakan, lingkungan, pengendalian penyakit, pengolahan serta penanganan produksi,dan sebagainya.
Probiotik adalah bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen makanan yang menguntungkan kesehatan manusia dan binatang.  Ia berperan dalam memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah yang memproduksi asam laktat, terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria.
Peroiotik yang efektif harus bisa memberikan efek yang menguntungkan, tidak patogenik dan tidak toksik, mengandung sejumlah besar sel hidup, mampu bertahan dan melaksanakan kegiatan metabolisme dalam usus, tetap hidup selama dalam penyimpanan dan waktu digunakan, dan mempunyai sifat sensori yang baik. Sedangkan efek kesehatan yang menguntungkan dari probiotik adalah memperbaiki keluhan malabsorsi laktosa, meningkatkan ketahanan alami terhadap infeksi di usus,  supresi kanker, mengurangi kadar kolestrol darah, memperbaiki pencernaan dan memstimulasi imunitas gastrointestinal.
Berbeda dengan probiotik, prebiotik merupakan bahan bernutrisi yang digunakan untuk tumbuh dan berkembangnya dan berkembangnya bakteri baik yang sudah ada dalam usus. Probiotik dalam saluran pencernaan biasanya mengatasi bakteri jahat (patogen) dengan mendatangkan bakteri baik yang berasal dari luar tubuh. Sedangkan prebiotik mengatasinya dengan mengoptimalkan pertumbuhan bakteri baik dengan menghambat tumbuhnya bakteri jahat. Probiotik dan prebiotik termasuk kedalam imbuhan pakan yang bermanfaat untuk memperbaiki performa, produksi dan kesehatan
Adapun sinbiotik atau (eubiotik) adalah kombinasi probiotik dan prebiotik. Kombinasi ini akan meningkatkan daya tahan hidup bakteri probiotik karena substrat yang spesifik telah tersedia untuk fermentasi sehingga tubuh mendapat manfaat yang lebih sempurna. Balakangan ini  probiotik banyak digunakan dalam budidaya perikanan untuk memelihara dan memperbaiki kesehatan air yang secara tidak langsung akan meningkatkan kesehatan ikan peliharaan. Probiotik bisa terdiri atas satu atau campuran beberapa kultur mikro organisme hidup. Dengan kata lain probiotik merupakan makanan tambahan bagi hewan inang berupa sel mikro-organisme (mikroba) atau sebagai pakan mikroskopik yang bertujuan memenangi kompetisi dalam saluran pencernaan ikan dengan bakteri jahat atau pathogen. Kompetisi tersebut berlangsung dalam hal pemanfaatan nutrisi yang berasal dari metabolisme pakan dan upaya penempatan ruang dalam saluran pencernaan untuk membentuk koloni. Performans ikan sangat  ditentukan oleh kualitas air yang biasanya diukur dengan mengamati beberapa parameter tanah, seperti faktor fisika (pH, O2 terlarut, suhu, Fe, Hg, dll) dan faktor kimia (NH3, NO2, CaCO3, dll). Jelaslah bahwa probiotik diberikan untuk perbaikan laju pertumbuhan, efisiensi konsumsi ransum dan kesehatan ikan. Adapun spesies- spesies yang sering digunakan dalam probiotik adalah laktobacilluus sp,leuconoctoc sp, pedioccus sp, propinibactereium sp, dan bacillus sp. Disamping mikro-orgamisme dari golongan yeast (ragi) dan mikro-algae juga dapat digunakan sebagai bahan probiotik dalam budidaya ikan. Dari spesies ragi meliputi sacharomyces,cerevissiae dan candidarintolopesi,serta jamur meliputi aspergillus orizae dan aspergillus niger.
Selain itu probiotik juga biasa digunakan dlam budidaya ikan antara lain bacillus lycheniforsis (bakteri nitrifikasi)  yang mengubah senyawa nitrat dalam dasar tambak menjadi nitrit makanan plankton, juga photo synthetic bacteria (bakteri fotosintetik) yang menggunakan N, An Organik untuk mengoksidasi gas H2S menjadi sulfur melalui proses fotosintesa. Bahkan tetraselmis sp yang merupakan golongan mikro-algae mampu menekan insidensi penyakit bacteria karena alga ini memiliki kemampuan menghasilkan senyawa anti mikrobia.
  1. B.   Pembahasan
1)    Cara membudidayakan gurami dengan sistem probiotik

Pertumbuhan Ikan Budidaya yang cepat tidak hanya membuat hati senang tetapi juga menekan pengeluaran untuk pakan,mempercepat masa panen dan ikan bisa dipanen dalam ukuran yang seimbang. Banyak pengalaman petani budidaya ikan harus melakukan panen secara bertahap karena ukuran ikan saat ditebar sama tetapi mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Karena itu beberapa rekayasa dan upaya dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikandan ukuran yang seragamdengan demikian efisiensi produksi budi daya ikan menjadi cukup baik. Beberapa petani ikan menempuh cara dengan memberikan makanan berprotein tinggi dan memberikan makanan alami seperti keong, bekicot dan lain-lain. Akan tetapi pemberian pakan alami terkendala karena tidak praktis. Pada beberapa budi daya ikan seperti budi daya ikan gurami, Ikan Lele, Ikan Nila, Ikan mas dan lain sebagainya, pemberian probiotik telah dirasakan manfatnya dalam mempercepat pertumbuhan dalam budidaya ikan.
Pada Budidaya Ikan probiotik diberikan sebagai campuran makanan dan ada yang ditaburkan pada kolam pemeliharaan. Untuk Probiotik yang dicampur pakan, bisa dicampurkan dengan pakan buatan pabrik (pelet) maupun pakan alami seperti daun-daunan. Penebaran probiotik pada kolam akan membantu tumbuhnya plankton-plankton dan mikroorganisme lainnya dalam air kolam sebagai makanan alami ikan. Probiotik jenis ini akan menggemburkan dasar kolam sekaligus memelihara kualitas air. Probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat, tidak blooming dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.
Pengalaman dari Himawas Atasasih, pemilik HMPS di Jl Sutijap 23 Wates, Kulonprogo, Para petani Ikan Guramih Kulonprogo sudah terbiasa memakai probiotik dicampur pakan. Misalnya, probiotik produk simba ( RajaGrameh, RajaLele, MasterFish, SPF atau Nature), NASA, Herbafarm, yang mudah diperoleh di toko pakan ternak atau toko pertanian. Dengan campuran probiotik dan pelet membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna. Sebagian besar, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging ikan.
Pengalaman Pak Jumadi, petani gurami dari Desa Ceme, Srigading, Sanden, Bantul membenarkan pemberian probiotik sangat membantu pertumbuhan ikan. Saat melihat di kolamnya banyak gurami stres dan mengambang bahkan beberapa mati, dia secepatnya mengguyurkan sebotol probiotik Nature campur segenggam gula pasir ke kolam. Keesokan harinya air kembali hijau jernih dan semua guraminya sehat kembali.
Pengalaman para petani ikan Gurami di Desa Jambidan, Bantul Yogyakarta telah meninggalkan cara konvensional budidaya gurame dan beralih ke cara modern dengan memanfaatkan probiotik. BudiDaya ikan dengan cara konvensional 30 kg pelet hanya menjadi 22 kg daging ikan, dengan sistem probiotik bisa menjadi 28-30 kg atau konversinya 1:1. Artinya, ikan lebih berbobot karena penambahan probiotik akan menjadikan 90% pakan menjadi daging dan hanya 10% yang dibuang sebagai amoniak.
Pakar gurami dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menguraikan, dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan ikan. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan.
“Saya kira probiotik akan menjadi andalan para petani ikan di masa depan karena manfaatnya sangat besar pada pertumbuhan ikan sehingga cukup berarti dengan keuntungan yang didapat,’’ tandasnya. Probiotik ibarat benteng pertahanan diri, sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya.
Jenis dan mekanisme kerja probiotik
Berbagai produk probiotik untuk aplikasi perikanan telah bayak dipasarkan dengan berbagai variasi penggunanya, namun secara mendasar model kerja probiotik dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
  •  Menekan populasi mikroba melalui kompetisi dengan memproduksi senyawa-senyawa antimikroba atau melalui kompetisi nutrisi dan tempat pelekatan di dinding intestinum.
  •  Merubah metabolisma mikrobial dengan meningkatkan atau menurunkan aktifitas enzim pengurai (selulase, protease, amilase, dll)
  •  Menstimulasi imunitas melalui peningkatan kadar antibody organisme akuatik atau aktivitas makrofag (Irianto, 2003).
Sementara itu, Thye (2005) menambahkan bahwa selain melalui mekanisme di atas probiotik dapat bekerja melalui mekanisme penguraian senyawa toksik yang berada di perairan seperti NH3, NO2, NO3, mengurai bahan organik, menekan populasi alga biru-hijau (blue-green algae) , memproduksi vitamin yang bermanfaat bagi inang, menetralisir senyawa toksik yang ada dalam makanan serta perlindungan secara fisik inang dari patogen.
Sedangkan Fuller (1992) menyatakan bahwa probiotik dianggap menguntungkan karena menghambat kolonisasi intestinum oleh mikroba yang bersifat merugikan baik melalui mekanisme kompetisi nutrien maupun kompetisi ruang serta mampu memproduksi senyawa-senyawa yang bersifat antimikrobia. Probiotik bersifat menguntungkan bagi inangnya karena mampu memperbaiki nutrisi dengan memproduksi vitamin-vitamin, detoksikasi pangan maupun melalui aktivitas enzimatis.
Probiotik sebagai agen pengurai (bioremediation) merupakan kelompok mikroorganisme terpilih yang menguntungkan seperti Nitrosomonas, Cellumonas, Bacillus subtilis dan Nitrobacter. Dalam aplikasinya di dunia perikanan, probiotik sebagai agen pengurai dapat digunakan baik secara langsung dengan ditebarkan ke air atau melalui perantaraan makanan hidup (live food). Jadi melalui penambahan bakteri yang menguntungkan ke kolam atau bak pemeliharaan kualitas air dapat ditingkatkan.
Penggunaan probiotik sebagai suplemen pakan ikan atau udang juga menunjukkan aktivitas imunostimulasi, paling tidak terlihat dari aktivitas lisozim yang mampu merusak dinding sel bakteri (Irianto, 2002).
METODE PRAKTIS MEMILIH DAN APLIKASI PROBIOTIK
Aplikasi probiotik yang tidak tepat jenis dan prosedur penggunaan berdampak pada tidak tercapainya tujuan penggunaan probiotik tersebut. Keluhan konsumen yang menyatakan bahwa beberapa produk probiotik komersial tidak efektif sebagaimana klaim yang produsen nyatakan pada kemasan produk sudah bukan hal aneh.
Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah menurunnya kelangsungan hidup (viability) dan kemampuan mikroorganisme penyusun produk probiotik selama waktu penyimpanan; kurang sesuainya lingkungan fisika-kimia kolam atau tambak bagi mikroorganisme probiotik komersial; dan dosis dan waktu aplikasi yang kurang tepat.
Oleh karena itu, beberapa hal mengenai produk probiotik harus diketahui dengan benar sebelum kita memilih produk tersebut.
Bagaimana memperoleh probiotik yang tepat?
Efektivitas penggunaan bakteri probiotik untuk mengendalikan mikroorganisme patogen sangat dipengaruhi oleh jenis bakteri yang digunakan (Moriarty 1999; Verschuere et al. 2000; Suprapto 2005). Hal tersebut, karena kehidupan bakteri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Populasi bakteri pada lingkungan dengan kandungan nutrien dan fisika-kimia berbeda, secara umum akan berbeda pula (Madigan et al. 1997; Maier et al. 2000).
Kriteria lain yang harus dipenuhi untuk menjadikan mikroorganisme tertentu sebagai probiotik adalah kepastian bahwa mikroorganisme tersebut tidak patogenik dan menghasilkan senyawa yang bersifat toksik bagi hewan yang dipeliharan (Fuller, 1989; Farzanfar, 2006).
Oleh karena itu, beberapa bakteri indigenos dari saluran pencernaan ikan peliharaan dan air media pemeliharaan yang sudah melalui serangkaian uji dan skriining lebih berpotensi sebagai biokontrol terhadap populasi bakteri, meningkatkan digesbility terhadap pakan, dan agen bioremediasi dibandingkan strain atau produk probiotik komersial yang diperoleh dari habitat dengan karakteristik fisika-kimia berbeda. Mikroorganisme indigenous tersebut akan lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan budidaya yang relatif sama dengan lingkungan tempat isolat diambil (Isnansetyo 2005).
Namun demikian, untuk mendapatkan isolat mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai probiotik, disebut probion, bukanlah pekerjaan yang mudah dan dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Dukungan tenaga ahli, khususnya yang memahami bidang mikrobiologi, peralatan laboratorium yang memadai, dan biaya yang cukup besar merupakan faktor yang harus dipenuhi. Upaya isolasi dan seleksi mikroorganisme probiotik untuk akuakultur, khususnya untuk pengendalian hayati telah cukup lama dan banyak dilakukan di Indonesia.
Secara umum aplikasi Probiotik itu bisa dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :
Pertama Olah lahan kolam sebaik mungkin dengan probiotik. Jadi setelah ikan dipanen biarkan lahan terkena sinar matahari selama beberapa hari dulu. Jika biasanya dikapur atau saponin, lakukan saja tidak masalah. Setelah itu baru air masukkan sekitar 10 cm an dan kocorkan probiotik ke dalamnya ( boleh NATURE, MASTER FISH, SPF atau produk probiotik lainya ). Tujuannya untuk menambah mikroba positif ke dalam dasar tambak/kolam sehingga plankton-plankton yang nanti menjadi makanan alami ikan akan tumbuh berbiak dengan subur. Setelah 3-7 hari hari baru masukkan air setinggi 60-80 cm ( sesuai kebiasaan ) biarkan minimal seharimasukkan garam dapur 4 gram/m2, barulah bibit di masukkan. Fungsinya mencegah adanya jamur dan serangan penyakit lainnya.
Selanjutnya dalam masa pemeliharaan pakan yang diberikan harus direndam lebih dahulu dengan probiotik(RAJALELE,RAJAGRAMEH,NUTRISI,SPF,HERBAFARM,NASA) Takarannya setiap tutup botol bisa untuk 1-2 kg pakan pelet. Jika kita memberi pakan yang banyak, pencampuran probiotik ke dalam pakan dilakukan sekali saja pada pagi hari. Separuh pakan langsung diberikan selebihnya diberikan pada sore harinya. Kualitas probiotik masih bagus sampai masa simpan 12-16 jam, lebih dari itu kualitasnya agak menurun kinerjanya.
Pencampuran probiotik pada pakan ini mempunyai tujuan agar bakteri yang berada dalam usus ikan dapat bekerja secara baik dan optimal dalam mencerna pakan untuk menjadi daging. jika tanpa probiotik, pakan yang masuk hanya antara 50-75% yang akan menjadi daging ikan dan sisanya akan dibuang sebagai feases(kotoran), padahal kotoran ini akan menjadi amoniak dan menimbulkan penyakit gatal jamur atau pernafasan pada ikan. Nah dengan memaki probiotik, pakan yang dicerna menjadi daging bisa meningkat sampai 95% dan hanya sedikit sekali yang menjadi feases. maka ikanpun akan lebih sehat dan perkembangan pertumbuhannya cepat sekali dari hari ke hari.
Pemberian probiotik ini diupayakan jangan sampai putus hingga waktu ikan saatnya dipanen. Pemutusan pemakaian probiotik secara kasat mata memang tidak tampak mengganggu pertumbuhan ikan. Namun sesungguhnya percepatan tumbuhnya agak berhenti karena pakan yang dibuang sebagai feases cukup banyak. Jadi disini jelas akan terjadi pemborosan pakan.
Sebagai catatan, seperti yang dikatakan Ir. Gandung Hardiningsih pakar perikanan dari Universitas Gadjah Mada, pemberian probiotikpada budidaya ikan sekarang ini sangat penting dilakukan, namun kita perlu berhati-hati memilih probiotik. Pilih yang benar-benar probiotik dan sesuai dengan peruntukannya,supaya hasilnya bisa maksimal. Salah dalam memilih probiotik memang tidak mengakibatkan sesuatu yang fatal pada ikan karena yang namanya probiotik pasti baik fungsinya. Namun,kesalahan memilih itu, efeknya menjadi yang tidak maksimal.
Yang harus dihindari adalah memilih yang bukan probiotik. Padahal sangat jelas beda anatra PreBiotik dengan ProBiotik. PreBiotik adalah makanannya ProBiotik(mikroba). Kalau PreBiotik ini dimakan oleh mikroba positif memang hasilnya akan baik. Namun jika yang memakan adalah bakteri/mikroba negative (misalnya bakteri E-Coli yang mengganggu pencernaan) maka bakteri negative ini akan berkembang pesat sehingga justru akan membuat ikan menjadi stress,sakit bahkan mati. Maka petani ikan harus jeli memilih ProBiotik. Pilih yang benar-benar ProBiotikbukan PreBiotik meskipun dalam PreBiotik itu disertakan kandungan macam-macam seperti vitamin,mineral dll, tetap ada resiko yang potensial muncul.
2)    Keuntungan sistem probiotik bagi kesehatan ikan dan lingkungan

Ada tiga masalah penting yang berkaitan dengan kerusakan budidaya ikan yaitu kolam/tambak, kondisi air dan ikan. Ketiga faktor itu seharusnya diperhatikan secara seksama jika petani ikan menginginkan budidaya ikan yang dikelolanya mendapatkan panen dengan optimal.  Begitu banyak yang harus diperhatikan, kemudian muncul kesan bahwa dengan teknologi seperti ini budidaya ikan tampak lebih mahal. Namun, jika dicermati lebih dalam, yang terjadi justru sebaliknya,yakni secara biaya justru lebih efisien (murah) karena :
1. Ikan yang hidup sampai panen lebih banyak
2. Secara bobot timbangan pasti lebih berat karena daging ikan sangat kesat
3. Terjadi penyingkatan waktu dari penebaran benih hingga panen.
4. Jumlah pakan yang diberikan jauh lebih sedikit, jika dibandingkan dengan sekian botol
Probiotik yang harus digunakan. Tentang hal ini memang agak sulit kalau sekedar diperdebatkan, karena baru dirasakan kalau sudah melakukannya. Namun, fakta-fakta membuktikan para pemakai tehnologi Probiotik selama ini merasa sangat diuntungkan sekali. Tidak banyak masalah yang menimpa lahan budidaya baik di pembenihan maupun pembesaran.
Probiotik dapat diaplikasikan sejak tahap pembenihan hingga pembesaran. Produk alami ini aman digunakan secara terus-menerus. Namun probiotik harus disesuaikan dengan analisis usaha. Jangan sampai biaya pembelian probiotik justru menjadi pemborosan.
Inti dari tehnik ini adalah penggunaan probiotik sejak dini hingga panen dimulai dari persiapan kolam, penyiapan pakan, dan penjagaan air.
BAB II
KESIMPULAN
Probiotik adalah mikroba positif yang berperan bagi kehidupan ikan. Probiotik diterapkan untuk menjaga kualitas air kolam / tambak, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, meningkatkan efisiensi pakan, dan melejitkan produktifitas ikan sehingga bisa cepat dipanen. Probiotik itu bisa didapat secara alami yaitu dengan memanfaatkan bakteri-bakteri positif yang ada disekitar kolam ikan, dan probiotik yang dibuat oleh industri pakan ikan serta dijual dipasar. Keduanya sama-sama berfungsi untuk meningkatkan budidaya ikan demi keuntungan yang lebih besar bagi petani ikan.
Probiotik adalah usaha pencegahan dan probiotik bersifat biologis, tidak berbahaya dan tidak dilarang. Jadi, sudah saatnya petani ikan secara bertahap meninggalkan penggunaan antibiotik menunjukkan sistem pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dan kesehatan. Apalagi pengunaan antibiotik untuk pencegahan penyakit justru meninggalkan mikroba dan memacu reistensi pada beragam bakteri sehingga pengendalian penyakitnya lebih sulit.

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...