Rabu, 05 Agustus 2020

Budidaya Cacing Sutra – Cacing sutra atau cacing rambut atau bisa juga disebut dengan nama Tubifex dalam istilah sains. Jenis cacing ini merupakan salah satu yang paling banyak dibudidayakan (diternakan), karena pangsa pasar yang cukup luas dapat dijangkau jika berbisnis cacing sutra ini.
Ukuran cacing ini merupakan yang paling kecil dan lembut serta lunak, dibandingkan dengan jenis cacing pada umumnya.
Ukuran cacing ini bahkan rata rata hanya berkuruan 1 cm saja, hal tersebut menjadikan cacing ini komoditas pangan untuk hewan kecil seperti ikan, itik, ayam, bebek, dll.
Kamu bisa menjumpai jenis cacing ini di tempat tempat berair, seperti sungai, got, sawah, dan rawa rawa, karena tubuhnya sangat mungil maka cacing sutra ini hanya punya saluran pencernaan disekitar mulutnya yang membentuk rongga kecil dengan jumlah 20-50 ruas.
Biasanya cacing sutra hidup dengan cara berkelompok atau berkoloni, hampir tidak pernah kita jumpai cacing ini hidup sendirian kaya kamu, eh.
Cacing sutra memiliki warna merah kecoklatan serta ada juga yang memiliki warna coklat muda.
Ada banyak zat gizi yang terdapat di cacing ini, tidak heran jika para peternak ikan, unggas atau hewan kaki 4 memberikan pakan tambahan berupa cacing sutra ini.
Sama seperti hewan cacing pada umumnya, cacing sutra juga buta alias tidak memiliki indra penglihatan.
Berikut kami tampilkan kisah sukses juragan cacing sutra yang sudah merasakan hasil positif dari bisnis ini:

Manfaat Cacing Sutra

budidaya cacing sutra
Berikut beberapa manfaat dari cacing sutra ini:
  • Indikator tanah subur dan bagus untuk bercocok tanam
  • Untuk pakan ternak, seperti belut, ikan-ikan kecil (cupang, anak ikan, dll), lele, dst.
  • Daging hewan yang diberi pakan cacing sutra lebih berkualitas.
Beberapa manfaat tersebut membuat harga dari cacing ini cukup lumayan dibandingkan jenis pakan lainnya semisal pellet, untuk 1 kg cacing sutra saja bisa mencapai harga 10 rb sampai 30 ribuan, sesuai dengan kualitasnya.
Cara budidaya cacing sutra ini pun tergolong mudah, caranya hampir sama seperti cara budidaya cacing tanah.
Kalo kamu kurang cocok dengan budidaya cacing sutra ini, tidak ada salahnya mencoba budidaya cacing tanah atau bisa juga 22 nya kamu lakukan.

Kandungan Gizi Cacing Sutra


Diantara gizi yang ada dalam cacing sutra ialah protein, mineral, dll. Gizi yang terkandung dalam cacing sutra membuatnya menjadi bahan utama untuk kebutuhan pakan ternak atau obat obatan, tak heran jika banyak permintaan di pasar untuk memenuhi kebutuhan supply.

Tempat Budidaya Cacing Sutra

Untuk tempat budidaya cacing tanah ini kamu bisa memilih 3 opsi, yaitu:
Tempat Semi Permanen:
budidaya ternak cacing sutra
Tempat semi permanen ini biasanya digunakan oleh peternak yang tidak memiliki lahan yang luas, mereka menggunakan media ember, drum atau galon sebagai tempat budidayanya. Caranya dengan membuat secara susun agar aliran air terlus mengalir setiap waktu.
Jangan lupa pula untuk membuat aliran air keluar untuk memudahkan kamu dalam mengganti air atau membuang kotoran cacing sutra ini.
Tempat Permanen:
budidaya ternak cacing sutra
Untuk tempat permanen biasanya memerlukan lahan yang cukup luas dan juga merogoh kocek yang tidak sedikit. Kamu juga harus pintar pintar meletakan cacing sutra sesuai dengan katagori yang dipilah.

Pembuatan Media Budidaya Cacing Sutra

Media yang dimaksud memiliki fungsi untuk tempat hidup cacing sutra sesuai dengan kondisi habitat aslinya, adapun medianya bisa menggunakan 2 cara yaitu dengan air bersih saja dan menggunakan lumpur tanah.

Budidaya Cacing Sutra Dengan Air Bersih

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh kamu yang ingin melakukan budidaya cacing sutra dengan media air saja, yaitu:
  • Sediakan tempat plastik untuk wadahnya, bisa baskom, ember atau drum yang dipotong menjadi 2 bagian.
  • Dibuat bersusun 2-3 lantai agar elok dipandang.
  • Bolongkan bagian sudut dibawahnya agar air bisa terus mengalir dan berikan saringan agar cacing tidak ikut mengalir.
  • Lakukan putaran air secara terus menerus.
Keuntungan dari cara ini adalah salah satunya dapat menghemat uang dan waktu kamu, karena tidak perlu mencari lumpur.

Budidaya Cacing Sutra Dengan Lumpur

Jika kamu ingin membudidayakannya dengan media lumpur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Gunakan lumpur yang baik (tidak mengandung logam atau limbah apapun)
  • Bisa menggunakan lumpur pada area persawahan atau rawa rawa
  • Tetap dialiri dengan air bersih.
Note: Kamu juga bisa kok menggunakan 2 media tersebut secara bersamaan, intinya disesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan kamu.

Bibit Cacing Sutra

budidaya cacing sutra
Selanjutnya yang akan kita bahas adalah prihal bibit yang digunakan untuk ternak budidaya cacing sutra ini, Untuk mendapatkan benih cacing sutra ini sebenarnya cukup gampang, kalo mau lama kamu tinggal cari secara manual di sawah hehe
Tapi kalo mau cepat bisa dibeli langsung di toko ikan atau beli secara online juga bisa. Harganya cukup beragam, dari 5 ribu sampai 20 ribuan per kilonya.
Namun jika nantinya setelah berjalan bisnis ini dan kamu memilih buat menggunakan bibit secara langsung dari cacing sutra sebelumnya kami sarankan untuk memilih bibit cacing yg berkualitas.
Adapun tahapan kalau kamu mau mendapatkan bibit cacing sutra secara langsung ialah:
  • Pilih yang gerakannya lincah dan gesit dalam setiap gumpalan cacing sutra
  • Pisahkan ketempat lain yang berisikan air bersih
  • Pemisahan ini dilakukan sebagai proses karantina cacing sutra agar terhindar dari hama dan penyakit
  • Waktu karantina 1-2 pekan dan setiap waktu harus dialiri genangan air yang sedikit agar oksigen tetap setabil.

Pemindahan Benih Cacing Sutra

budidaya cacing sutra
Bibit atau benih cacing sutra yang telah dikarantina atau kamu beli sebelumnya bisa dipindahkan kedalam media budidaya yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Tapi ada beberapa hal yang harus diingat, yaitu, lakukan pemindahan dengan menggunakan alat atau sendok, karena cacing ini mudah stress dan hindari penggunaan tangan langsung dalam proses pemindahan, karena dapat mempengaruhi tingkat kegagalan budidaya cacing sutra

Makanan Untuk Ternak Cacing Sutra

budidaya cacing sutra
Sama halnya seperti semua mahluk hidup, cacing sutra juga harus diberi makan. Disarankan untuk memberikan pakan yang sifatnya organik, seperti sayuran dan buah buahan.
Karena cacing sutra menyukai mikro organisme, hal tersebut untuk memudahkan pencernaan cacing sutra.
Gunakan metode fermentasi untuk bahan bahan organik supaya memiliki tekstur lembek serta mudah hancur. Proses tersebut berguna untuk meningkatkan nutrisi pada bahan bahan organik tadi.
Berikut adalah stepnya:
  • Larutkan 1/3 kg gula
  • Kemudian campurkan EM4 kedalamnya hingga larut dan rata
  • Tunggu hingga suhu adem
  • Simpan selama 2 hari ditempat yang tertutup
  • Siapkan pakannya yang akan difermentasi lalu berikan cairan tadi secara merata
  • Tutup dengan rapat dan tunggu 2 hari.
  • Pakan siap disajikan untuk cacing sutra.
Lakukan pemberian makan 1 kali sehari, serta lakukan pergantian menu makanan setiap 2-3 hari, seperti kompos buah, kompos daun, kompos sayur atau bisa juga dengan ampas tahu, karena ampas tahu punya banyak protein yang bermanfaat untuk kebutuhan nutrisi cacing sutra.

Perawatan Proses Budidaya Cacing Sutra

budidaya cacing sutra
Proses perawatan ini sangat krusial karena nantinya akan menentukan proses panen cacing sutra, jika dilakukan secara buruk maka hasilnya pun tidak akan berkualitas, serta sulit untuk dijual kepasaran.
Kamu tidak maukan, sudah capek capek, buang energi dan uang tapi hasilnya malah mengecewakan. Untuk itu kami akan berikan formula agar perawatan cacing sutra tetap terjaga kualitasnya.
Simak baik baik ulasan berikut ini:
  • Langkah pertama adalah selalu mengawasi debit air yang ada dialam tempat budidaya, dan pastikan tidak ada sumbatan dalam aliran air tersebut.
  • Debit air disetiap kolam budidaya tidak lebih dari 3x jumlah cacing sutranya. Hal tersebut untuk menjaga kandungan oksigen dalam air agar tidak berebut.
  • Jangan sampai air dalam kolam budidaya tercampur dengan bahan kimia, karena dapat merusak habitat cacing sutra dan menjadi gagal panen.

Penggantian Media

budidaya cacing sutra
Untuk proses kembangbiak cacing ini tidak terlalu cepat dan pesat seperti halnya cacing tanah, tapi perlu perhatian juga untuk mengganti medianya, jika kamu menggunakan media lumpur maka pergantian media tanam bisa dilakukan setiap 1 – 2 bulan sekali.
Caranya pun cukup mudah, pindahkan seluruh cacing sementara ketempat lain, lalu lumpur lama dipindahkan juga ketempat lain untuk proses penetasan telur dan pengembangan cacing cacing sutra yang baru.

Pembuatan Media Sarang Bertelur

Umunya hewan cacing tergolong hermaprodit yang artinya dapat mengganti kelaminnya sendiri, tapi tetap saja harus memiliki pasangan jika ingin melakukan proses perkembangbiakkan. Tidak bisa membuahi dirinya secara mandiri.
Jika budidaya cacing sutra dirata rata, untuk 500 ekor cacing sutra bisa menghasilkan 100 ribu cacing sutra baru dalam waktu setidaknya 6-12 bulan.

Penanggulangan Hama Cacing Sutra

budidaya cacing tanah
Sama halnya dengan proses budidaya cacing tanah ataupun budidaya tanaman atau sayuran. Ternak cacing sutra juga tidak terlepas dari hama atau gangguan yang ada disekitarnya, hama yang biasanya mengincar cacing tanah sutra pada habitat aslinya adalah burung, tikus, semut, serangga, ayam, bebek, dst.

Proses Panen Cacing Sutra

budidaya cacing sutra

Inti dari pemanenan cacing sutra ini yaitu mengurangi jumlah koloni yang ada pada wadah media, jika bagian atas cacing sutra tersebut dicabut maka dengan sendirinya bagian bawahnya akan berkembang biak dan menghasilkan koloni baru kembali.
Dalam 1 wadah kolam cacing tanah biasanya bisa menghasilkan cacing sutra siap panen sebanyak 100-200 ml, budidaya cacing sutra dapat memanen hasilnya pada hari ke 60-70 setelah proses pembibitan dimulai.
Cara lainnya selain memangkas jumlah koloni adalah dengan menggunakan kain untuk menutup seluruh bagian media kolam selama 6-7 jam, nantinya setelah ditutup, para cacing akan mulai membebaskan diri dari koloninya.
Kamu tinggal menyendoknya dan memisahkannya untuk dijadikan pundi pundi uang.
Biasanya para budidaya cacing sutra melakukan proses pembekuan cacing sutra, agar lebih segar dan fresh ketika dijadikan pakan untuk hewan ternak atau ikan ikan kecil.

Budidaya Cacing Sutra – Mudah, Cepat Untung

Sumber : https://agribisnis.co.id/budidaya-cacing-sutra-mudah-cepat-untung/
Informasi Budidaya Cacing Sutera Terlengkap dan Terupdate

Budidaya Cacing Sutra – Saat ini sudah semakin banyak masyarakat yang mulai menggeluti bisnis budaya cacing sutra. Sebelumnya, bisnis ini jarang sekali dilirik namun kini sudah banyak masyarakat yang memulai usaha ini. Hal ini karena kebutuhan cacing sutera semakin meningkat sementara itu produksi cacing sutra dalam negeri masih sangat terbatas.

Lihat saja pebisnis ikan hias dan usaha pembenihan, mereka sangat mengandalkan ketersediaan cacing sutra dari para peternak cacing sutra. Pakan pengganti cacing sutra sebetulnya sudah ada namun peran cacing sutra belum tergantikan sampai sekarang.
Cacing Sutra (Tubifex) biasanya disebut dengan cacing rambut atau cacing darah karena warnanya menyerupai darih. Cacing ini memiliki ukuran yang sangat kecil, ukurannya hampir sama dengan rambut dengan panjang sekitar 1 -3 cm.
Cacing sutra hidupnya membentuk koloni  di perairan yang jernih kaya akan bahan organik. Kandungan tubuhnya terdiri dari 57% protein serta 13% lemak, dengan komposisi tersebut, sehingga sangat cocok cacing sutra untuk pakan ikan. Selain itu harga cacing sutra juga yang saat ini sudah terjangkau sehingga sudah banyak orang yang memulai usaha ternak cacing sutra.

Cara Budidaya Cacing Sutra Tanpa Lumpur

Cacing sutra merupakan jenis cacing yang hidup berkelompok bersifat hemaprodit. Ternak cacing sutra saat ini sudah sangat menjanjikan, cacing sutra digunakan untuk pakan ikan hias. Selain itu harga cacing sutra pun kini sudah sangat terjangkau. Cacing sutra bisa bertahan hidup dalam kondisi air yang mengandung lumpur dengan tingkat kedalaman 0-4 cm.
Dalam ternak cacing sutra, bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Yang sedang populer adalah budidaya cacing sutra tanpa lumpur. Cara ini merupakan cara beternak cacing sutra modern. Sebelum memulai beternak cacing sutra, ada baiknya kita mengenal klasifikasi cacing sutra

Klasifikasi cacing sutra

  • Filum : annelida
  • Kelas : oligochaeta
  • Ordo : haplotaxida
  • Famili : tubifisidae
  • Genus : tubifex
  • Spesies : tubifex sp
Budidaya cacing sutra memiliki syarat hidup, peranan air dalam budidaya ini sangat penting karena untuk mendukung perkembangan. Air yang bagus untuk budidaya ini memiliki ciri ciri antara lain memiliki pH sekitar 5.5 -8.0, Pastikan suhu udaranya jangan terlalu tinggi, berkisar antara 25 – 280 C, Kandungan oksigen pada air sekitar 2,5 – 7,0 ppm.
Sebelum memulai budidaya cacing sutra, ada baiknya anda juga sudah melihat perkiraan estimasi biaya yang akan dikeluarkan. Sehingga semua sudah bisa diperhitungkan.

Alat dan bahan budidaya cacing sutra

NoBahan
1Kotoran per karung5 x 1000050000
2Starter Cacing Sutra5000050000
NoBahan
1Kayu200000200000
2Baskom10 x 10000100000
3Selang2000020000
4Filter7500075000
5Peralon5000050000
Total545000

Video Ternak Budidaya Cacing Sutra Organik oleh BeritaSatu TV

Langkah Langkah Budidaya Cacing Sutra


Membuat Bibit Cacing Sutra
Mendapatkan bibit cacing sutra bisa didapatkan di toko ikan hias atau bisa juga diambil dari alam. Jika anda ingin mengambil bibit cacing sutra, pastikan cacing harus dikarantina terlebih dahulu karena dikhawatirkan membawa bakteri patogen. cacing sutera ini dikarantina 2 sampai 3 hari dengan cara dialiri air bersih dengan volume air yang kecil pastikan juga air memiliki kandungan oksigen yang cukup.
Media Budidaya Cacing Sutra
Budidaya cacing sutra tanpa lumpur bisa menggunakan nampan plastik. Pada prinsipnya dalam ternak cacing sutra yang terpenting adalah air, air harus tetap dalam kondisi mengalir. Budidaya dengan nampan plastik bisa dengan sistem rak karena terbilang mudah dan rapi dimana saluran air yang masuk cukup diletakan pada nampan paling atas
Perawatan cacing sutra
Perawatan dan pemeliharaan cacing sutra bisa dimulai dengan menjaga debit air tetap pada kisaran 5-7 cm. jangan lupa juga berikan fermentasi kotoran ayam dan makanan tambahan seperti sawi dan ampas tahu sampai memasuki umur 10-12 hari.
Panen cacing sutra
Cacing sutra sudah bisa dipanen ketika memasuki umur 70-75 harii setelah biang cacing sutra ditebar. Teknis panen cacing sutra adalah dengan meletakan nampan plastik ditutup hingga gelap. Biarkan 5-6 jam akan terlihat cacing akan bergerombol di permukaan. Lalu kumpulan cacing tersebut diambil menggunakan serok atau tangan.

Budidaya Cacing Sutra Tanpa Lumpur (Cara Modern)


(sumber : https://arenahewan.com/budidaya-cacing-sutra-tanpa-lumpur )

Pernah mendengar tentang cacing sutra? Ini adalah jenis cacing yang memiliki panjang sekitar 1 cm dengan kombinasi diameter 0.5 hingga 1 mm. Sebenarnya habitat dari cacing sutra ini adalah di tempat – tempat lembab, perairan yang kotor seperti di air comberan, kolam – kolam pembuangan maupun got yang mungkin terlihat tenang sekaligus jernih.
Sedangkan manfaat dari cacing jenis ini biasanya digunakan sebagai jenis pakan yang berkualitas serta bergizi tinggi. Umumnya dipakai dalam usaha pembibitan ikan atau untuk pakan para anak – anak ikan yang baru saja ditetaskan. Walaupun proses pembibitan dari cacing sutra sendiri termasuk hal yang lumayan sulit. Karena cacing sutra setidaknya haris dibudidayakan didalam kolam yang tidak terlalu dalam namun memiliki air yang selalu mengalir.
Sebenarnya, cacing sutra memang harus dibudidayakan karena jenis cacing ini juga tergolong langka di daerah tertentu. Lagipula, cacing sutra akan sulit didapatkan pada saat atau musim – musim tertentu. Khususnya pada musim penghujan, maka cacing sutra menjadi sangat sulit ditemukan. Maka, pembudidayaan cacing sutra amatlah bagus untuk dilakukan. Karena cacin sutra merupakan salah satu pakan alami terbaik dikelasnya. Cacing sutra sangat baik jika dijadikan pakan untuk pertumbuhan dari bibit gurami, lele maupun jenis ikan tawar yang lain.
Sedangkan bagi pebisnis, atau pengusaha pemula, mengembangkan budidaya cacing sutra adalah sebuah pilihan usaha yang menjanjikan. Karena ini merupakan peluang usaha yang bisa dimulai dengan modal kecil. Walaupun minim modal tapi bisa mendapatkan banyak untuk bahkan berlimpah jika memulainya dengan trik maupun metode yang benar. Karena seperti yang telah dibahas diatas bahwa budidaya cacing akan lebih menguntungkan dikala musim penghujan. Permintaan akan relatif tinggi sedangkan cacing sutra akan lebih sulit ditemukan.Tentunya permintaan yang meningkat akan lebih menguntungkan ketika sebagai pembudidaya cacing sutra, anda memiliki stok yang lebih. Harga akan terus melonjak dan keuntungan juga tidak akan menurun.

Perkembangbiakan Cacing Sutra

Karena cacing sutra adalah golongan hewan berkelamin ganda atau biasa dikenal dengan istilah hermafrodit, perkembangbiakan cacing sutra adalah dengan cara bertelur dan juga memerlukan sperma dari cacaing yang lain agar seltelur dapat terbuahi hingga pada akhirnya bisa menetas. Telur dari cacing sutra akan dibentuk dalam sebuah konkon. Konkon ini adalah sejenis tempat pembuahan yang berbentuk sebuah bangunan bukat telur, dengan diameter 0.7 mm dan panjang sekitar 1 mm yang di keluarkan oleh kelenjar epidermis di salah satu bagian segment dari tubuh cacing sutra yang dinamai kitelum.
Tubuh dari cacing sutra ini memiliki panjang sekitar 1 hingga 2.5 cm yang telah terdiri dari 30 hingga 60 ruas atau segmen. Telur – telur yang ada di dalam tubuh otomatis akan melakukan proses pembelahan, dan akan berkembang selanjutnya berubah menjadi segmen – segmen. Embrio dari cacing sutra akan keluar selama beberapa hari setelah berada di konkon.
Para induk cacing sutra yang dapat mengeluarkan telur dan menghasilkan konkon yang nantinya akan menetas dan berkembang menjadi cacing – cacing sutera selanjutnya. Lama proses pembuahan hingga menetas adalah sekitar 40 hingga 45 hari. Sedangkan sebuah konkon dapat menampung atau menghasilkan sebanyak 4 hingga 5 butir telur cacing. Butuh waktu sekitar 10 hingga 15 hari agar telur yang berada di dalam konkon dapat menetas menjadi embrio cacing. Sedangkan untuk daur hidup dari cacing sutra sendiri adalah kisaran 50 hingga 57 hari. Ini terhitung ketika embrio cacing masih disimpan didalam konkon hingga menetas menjadi seekor cacing sutra dewasa. Dan hebatnya cacing sutra bahkan dapat bertahan ditempat yang mengalami kekeringan dengan maksimal waktu 14 hari.
Syarat dan Habitat Cacing Sutra
Cacing sutra adalah jenis cacing yang memiliki ukuran serta bentuk yang kecil nan ramping yang panjangnya hanya sekitar 1 hingga 2.5 cm, hingga sepintas hanya akan terlihat sperti sebuah koloni atau rambut yang melambai – lambai. Karena itulah cacing sutra ini sering di panggil sebagai cacing rambut. Cacing ini tergolong kedalam jenis Nematoda dan hidup didasar perairan tawar yang berada di daerah sub tropis maupun daerah tropis.
Merupakan salah satu jenis dari benthos yang mempunyai saluran pencernaan dengan tubuh yang beruas – ruas. Walaupun jenis cacing sutra ini dapat hidup di perairan tawar yang memiliki air jernih, namun tempat yang paling disukai adalah dasar perairan yang mengandung bahan organik dan juga berlumpur. Karena makan utama cacing sutra adalah bagian – bagian dari bahan organik yang telah mengendap serta terurai di dasar perairan tawar tersebut.
Habitat dari cacing sutra ini adalah subtract lumpur yang memiliki kedalam dari 0 hingga 4 cm. Cacing – cacing sutra ini akan mulai berkembang biak setelah 7 hingga 11 hari. Karena air memiliki peranan yang sangat penting bagi perkembang biakan cacing – cacing sutra ini, maka cacing ini sangat menyenangi air dan apabila ingin membudidayakannya, maka kualitas air yang pas adalah :
  • Memiliki suhu yang berada diantara 25 hingga 28 drajat C.
  • Sebaiknya di budidayakan pada pH air 5.5 hingga 8.0
  • Jangan menggunakan debit air yang relatif besar, namun usahakan agar tetap terus mengalir atau mengalami pergantian air secara konstan.
  • Kapasitas oksigen terlarut atau DO nya adalah sebanyak 2.5 hingga 28 ppm.
Makanan Pokok Cacing Sutra
Cacing sutra dapat mencerna berbagai jenis bahan orgaik yang telah terurai, namun untuk kualitas terbaik makan bahan organik yang telah terfermentasi akan meningkatkan kandungan dari nutrisi yang tentunya baik untuk perkembangbiakan para cacing sutra. Pada dasarnya alam dapat melakukan fermentasi dari bahan organik secara alami. Fermentasi bahan organik secara alami ini akan menghasilkan berbagai jenis ganggang yang memilki vilamen, beberapa pakan alami seperti zoolankton, fittoplankon dan berbagai mikro organisme lainnya.
Sedangkan makanan cacing sutra lainnya yang juga efektif adalah ampas tahu yang telah mengalami proses fermentasi. Karena ampas tahu jenis ini akan menjadi lebih lembek dan steril. Sedangkan untuk campuran pakan alami lainnya dapat berupa tepung ikan, buah -buahan dan berbagai jenis bahan lain yang tidak sulit dijangkau.

Proses Pembibitan Cacing Sutra Tanpa Lumpur

Berikut ini adalah bagaimana proses pembibitan Cacing sutra tanpa menggunakan lumpur, antara lain:
  • Pembibitan
Ini adalah langkah awal yang harus dilakukan. Pembibitan atau melakukan persiapan bibit dapat dilakukan dengan 2 metode umum. Metode pertama adalah mencari sendiri bibit cacing sutra secara manual di persawahan maupun disungai. Sedangkan pembibitan metode kedua adalah membeli bibit dari cacing sutra tersebut. Walaupun kebanyakan pengusaha cacing sutra akan memilih melakukan metode kedua karena lebih mudah dan menghemat waktu, namun metode pertama juga direkomendasikan bagi pemula yang minim modal. Pastikan mengkarantina selama 2 – 3 hari dengan media air bersih yang mengalir walau dengan debit kecil. Ini dilakukan agar bakteri – bakteri patogen yang telah menempel pada cacing dapat dibuang.
  • Pembuatan Media Tumbuh
Penyiapan habitat atau media untuk pertumbuhan cacing sutra adalah langkah kedua yang harus dilakukan setelah proses atau selama proses pembibitan. Karena disini kita akan menggunakan cara modern atau tanpa lumpur. Maka buatlah sebuah kolam yang menyerupai kubangan lumpur berukuran 1 x 2 m. Lengkapi dengan saluran pembuangan dan pemasukan air, agar air akan tetap diganti tiap harinya. Lengkapi dengan petakan kecil per kubangan. Bisa juga meminimalisir biaya dengan hanya menggunakan media nampan terbuat dari terpal maupun plastik.
  • Pemeliharaan, Pemupukan dan Pemberian Pakan
Pada prises ini, ketinggian air sangat perlu untuk dijaga, biasanya hanya butuh hingga 5 cm. berikanlah kotoran ayam yang telah difermentasikan. Bisa juga menambahkan sawi – sawian untuk pakan tambahan. Anak – anak cacing ini akan tumbuh selama lebih kurang 10 hari. Ramuan dari dedak halus, pupuk kandang bahkan ampas tahu bisa dijadikan bahan untuk proses pemupukan. Karena cacing – cacing sutra ini sebenarnya menyukai berbagai jenis bahan organik sebagai pakan pokok mereka.
  • Musim Panen
Cacing sutra bisa dipanen sekitar 14 hari sekali. Karena itulah mengapa budidaya cacing sutra merupakan usaha yang menguntungkan. Karena proses pemeliharaannya tidak terlalu sulit dan memiliki masa panen yang relatif cepat. Gunakanlah serok lembut atau yang halus untuk melakukan pemanenan cacing – cacing sutra ini, karena tubuh mereka sangat ramping dan kecil. Karena cacing yang baru dipanen masih kotor karena bercampur dengan berbagai media lainnya yang berada di kolam pemeliharaan, maka  harus dibersihkan kembali. Caranya cukup mudah, hanya dengan memisahkannya kedalam sebuah wadah yang berisi air bersih dan cacing akan naik kepermukaan sehingga mudah dikerok ulang.
Atau anda bisa menutup media pemeliharaan hingga benar – benar gelap dan biarkan hingga 4 – 5 jam dan nantinya cacing- cacing akan bergerombol di dekat permukaan. Kemudian anda hanya tinggal mengambilnya dengan serokan tentunya ini akan mempermudah proses pemanenan.

Manfaat Cacing Sutra

Jika dijabarkan secara gamblang, maka manfaat dari cacing sutra sangatlah banyak. Apalagi manfaat utama cacing sutra yang diperuntukkan di bidang perikanan dan juga pertenakan. Karena cacing sutra banyak digunakan sebagai salah satu pakan alami. Di bidang perikanan, cacing berjenis ini biasanya digunakan sebagai pakan bagi pembibitan bebagai jenis budidaya seperti :
  • Budidaya ikan cupang
  • Budidaya belut
  • Budidaya Lele
  • Budidaya Gurame
  • Budidaya lobster atau udang
Selain untuk budidaya pembibitan dari berbagai jenis ikan air tawar diatas, cacing sutera juga masih banyak dijadikan sebagai pakan alami bagi ikan – ikan yang lainnya. Sedangkan untuk bidang pertenakan, budidaya cacing sutera biasanya dipakai dalam campuran pakan – pakan berikut:
  • Campuran dari pakan alami untuk budidaya ayam kampung
  • Campuran dari pakan alami untuk budidaya ayam pedaging maupun ayam pertelur
  • Campuran dari pakan alami untuk budidaya ayam – ayam hias.
Tubuh cacing sutra mengandung protein tinggi hingga mencapai 57% sedangkan kandungan lemak hanya 13%. Faktor inilah yang menyebabkan cacing sutra tergolong pakan alami bagi pembibitan yang memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Sangat baik jika dijadikan pakan bagi berbagai jenis pembibitan ikan maupun ayam. Kandungan gizinya yang cukup tunggi tentunya akan mempercepat proses pembibitan, membuat pertumbuhan dari larva menjadi semakin cepat.
Larva – larva pada proses pembibitan akan sangat tertarik dengan warna cerah yang dimiliki oleh tubuh cacing sutra ini. Sedangkan pada ikan hias, cacing sutra akan berguna untuk mempertinggi kemunculan dari pigmen warna dan juga merncerahkan berbagai warna dari ikan hias, ikan koi misalnya.

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...