Minggu, 24 November 2019

5 Jenis Kolam Lele dan Ukuran yang Ideal untuk Pembesaran

Peluang Budidaya Ikan Lele

Kolam lele – Budidaya ikan air tawar menjadi pilihan bisnis yang menjanjikan saat ini.
Apalagi untuk masyarakat pedesaan yang memiliki lahan untuk melakukan budidaya ikan.
Modal yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya ikan tergolong ringan.
Meskipun begitu, keuntungan yang didapatkan dari bisnis ini bisa sangat besar.
Tak heran jika banyak orang yang tertarik untuk menjalankan bisnis ini.
budidaya ikan lele
Banyak jenis ikan air tawar yang bisa dibudidayakan. Salah satu jenis ikan yang paling populer di kalangan masyarakat adalah ikan lele.
Tak hanya mudah dipelihara, budidaya ikan lele juga tergolong murah.
Selain itu, ketika sudah waktunya panen, ikan lele bisa dengan mudah dijual dan harga jualnya juga sangat menguntungkan.
Sangat menguntungkan bukan?
Lantas apa saja jenis kolam lele yang bisa digunakan untuk budidaya ikan lele?
Simak uraian lengkapnya berikut ini:

Jenis-jenis Kolam Budidaya Lele Beserta Kelebihan serta Kelemahannya

Ikan lele bisa dibudidayakan di beberapa jenis kolam.
Ketika anda ingin membudidayakan ikan lele maka anda harus menemukan jenis kolam lele yang tepat untuk dipakai.
Berikut adalah beberapa jenis kolam lele yang bisa digunakan untuk memelihara ikan lele :

1. Kolam Tanah

Kolam tanah menjadi jenis kolam lele yang paling sederhana dan bisa dikatakan sebagai metode tradisional untuk membudidayakan ikan lele.
Kolam tanah juga biasa disebut blumbang, empang, atau balong.
Keunggulan kolam tanah :
  • Alami sehingga tidak ada pencemaran bahan kimia apapun di air kolam lele.
  • Hemat karena tidak membutuhkan alat maupun bahan yang mahal.
  • Banyak mikroorganisme alami yang tumbuh di kolam dan bisa menjadi makanan ikan lele.
  • Air kolam tidak perlu sering diganti.
Kekurangan kolam tanah :
  • Menghabiskan lahan yang luas.
  • Ikan lele bisa rentan terkena penyakit dan hama.
  • Suhu kolam sulit dikendalikan karena pengaruh cuaca.
  • Sulit membedakan ikan kecil dan ikan besar karena air kolam tanah yang keruh.
  • Kualitas ikan lele yang hidup di kolam tanah tidak begitu baik sehingga bisa menurunkan nilai jual.
kolam lele tanah

2. Kolam Semen

Kolam semen merupakan jenis kolam lele yang hampir mirip dengan kolam tanah namun dinding dan dasar kolam disemen.
Jenis kolam ini juga banyak digunakan karena dinilai kuat dan aman untuk memelihara ikan lele.
Kelebihan kolam Semen :
  • Tahan lama karena bangunannya kuat, kolam semen diketahui bisa bertahan bahkan hingga 10 tahun.
  • Suhu air kolam bisa dikontrol dengan mudah.
  • Penggantian air kolam bisa dilakukan dengan lebih mudah.
Kekurangan kolam semen :
  • Membutuhkan biaya yang besar.
  • Ketika kolam rusak, perbaikan kolam akan lebih sulit untuk dilakukan.
  • Perlu disterilkan beberapa hari agar bau semen hilang dan kolam bisa menjadi tempat hidup yang aman untuk ikan lele.
  • Mudah ditumbuhi lumut.
kolam lele tembok

3. Kolam Jaring Apung atau Keramba

Kolam jaring apung atau keramba merupakan jenis kolam yang menggunakan jaring sebagai penampung ikan.
Kolam ini biasanya dipakai di pinggir sungai maupun danau.
Kolam lele dari jaring ini juga biasa dipakai di kolam tanah untuk memudahkan kontrol pertumbuhan ikan lele.
Kelebihan kolam jaring apung :
  • Lahan budidaya bisa sangat luas.
  • Pengontrolan ikan bisa dilakukan dengan mudah.
  • Menciptakan lingkungan yang alami sehingga ikan bisa tumbuh optimal.
Kekurangan kolam jaring apung :
  • Suhu air kolam lele akan sulit dikendalikan.
  • Ikan lele rawan terserang penyakit.
  • Bisa hanyut dan mudah rusak apalagi saat musim hujan.
  • Ikan mudah lepas kalau jaring rusak atau berlubang.
kolam keramba
4. Kolam Fiber
Kolam fiber merupakan jenis kolam lele buatan yang sangat praktis dan biasanya memiliki desain yang menarik dengan beragam warna.
Kelebihan kolam fiber :
  • Memiliki kekuatan yang baik.
  • Bisa dipindahkan dengan mudah.
  • Tahan lama.
  • Mudah dibersihkan.
  • Ikan lele bisa terlindung dari hama dan penyakit.
Kekurangan kolam fiber :
  • Biayanya lebih mahal.
  • Air kolam harus sering diganti.
  • Jumlah ikan yang bisa ditampung sangat terbatas.
kolam lele fiber

5. Kolam Drum

Kolam drum merupakan jenis kolam yang terbuat dari drum bisa drum besi maupun drum plastik.
Jenis kolam lele ini dinilai sangat praktis dan tetap bisa menjadi tempat tumbuh ikan lele secara optimal.
Kelebihan kolam drum :
  • Perawatannya mudah.
  • Bisa dipindahkan dengan mudah.
  • Air kolam bisa lebih mudah dikontrol kualitasnya.
  • Suhu air kolam bisa dikontrol dengan mudah.
Kekurangan kolam drum :
  • Biaya lumayan mahal.
  • Jumlah ikan yang bisa ditampung tidak banyak.
  • Penggantian air kolam harus sering dilakukan.
kolam drum

6. Kolam Terpal

Kolam terpal merupakan jenis kolam lele yang saat ini sedang sangat populer di kalangan pelaku budidaya ikan air tawar.
Jenis kolam lele ini terbuat dari bahan terpal yang kuat dan dibangun dengan kerangka besi yang kuat.
Kolam lele ini juga didesain memiliki lubang drainase yang bisa mempermudah anda untuk menjaga kebersihan air kolam.
Kelebihan kolam terpal :
  • Biaya lebih murah.
  • Bisa dibuat di lahan yang sempit.
  • Ikan terlindung dari hama maupun penyakit.
  • Penggantian air bisa dilakukan dengan mudah.
  • Lele yang dipelihara di kolam terpal akan hidup sehat dan bersih, serta tidak berbau.
  • Peluang hidup ikan lebih tinggi.
  • Tahan Lama hingga 6 tahun bahkan lebih.
Ada banyak jenis kolam lele yang bisa anda gunakan.
Anda bisa memilih jenis kolam yang menurut anda paling menguntungkan.
Dari banyaknya jenis kolam yang ada, kolam terpal menjadi pilihan kolam lele yang dinilai paling menguntungkan sehingga anda direkomendasikan untuk memakai kolam terpal jika ingin melakukan budidaya ikan lele.
cara pemberian pakan ikan lele

Kolam Terpal Bulat, Media Terbaik untuk budidaya Ikan Lele

Jenis kolam lele terpal bulat sangat populer saat ini.
Kolam terpal bulat memiliki banyak kelebihan.
Ada banyak sekali keuntungan yang bisa anda dapatkan jika anda memakai kolam terpal bulat sebagai media untuk memelihara ikan lele.
Kolam terpal bulat menjadi pilihan kolam lele terbaik yang bisa anda pakai jika anda ingin sukses melakukan budidaya ikan lele.
Memangnya kenapa harus kolam terpal bulat?
Dari sekian banyaknya jenis kolam lele yang bisa dipakai kenapa kolam terpal bulat sangat direkomendasikan?
Tentu ada alasan mengapa kolam terpal bulat sangat direkomendasikan untuk anda.
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa kolam terpal membutuhkan biaya yang lebih hemat.
Selain itu, jenis kolam lele terpal ini juga kuat dan tahan lama digunakan.
Penggunaan kolam terpal ternyata juga sangat bagus untuk kesehatan dan kualitas ikan lele itu sendiri.
Berikut beberapa keuntungan penggunaan kolam terpal yang berhubungan dengan kondisi ikan lele :

1. Ikan Tumbuh Sehat

Ikan lele akan tumbuh dengan sehat di kolam terpal bulat. Ikan lele yang tumbuh di kolam terpal bulat bisa terlindung dari hama maupun berbagai jenis penyakit.
Dengan begitu ikan lele bisa tumbuh sehat bahkan dari mulai bibit sampai menjadi lele dewasa.

2. Daya Tampung Banyak

Anda bisa memelihara ikan lele dalam jumlah yang lebih banyak di dalam kolam terpal bulat.
Kolam terpal bulat bisa menampung ikan lele dalam jumlah yang lebih banyak dari jenis kolam lele lainnya.
Meskipun daya tampungnya banyak, namun ikan tetap bisa tumbuh dengan sehat dan optimal.
kolam ikan lele

3. Tumbuh Seragam

Memelihara ikan lele di kolam terpal bulat sangat menguntungkan karena ikan lele bisa tumbuh seragam.
Ikan lele bisa tumbuh dengan status yang sama jadi ketika sudah tiba waktunya panen anda akan mendapatkan ikan lele dengan ukuran yang sama.
Keuntungan yang anda dapatkan juga bisa lebih maksimal karena ukuran lele yang didapatkan seragam.
Jelas sekali bahwa kolam terpal bulat memiliki banyak kelebihan.
Kolam terpal bulat bisa digunakan di lahan yang sempit sekalipun.
Jadi, walaupun anda memiliki lahan yang terbatas, anda tetap bisa mewujudkan niat anda untuk melakukan budidaya ikan.
Tak ada alasan bagi anda untuk tidak menggunakan kolam terpal bulat sebagai media untuk memelihara ikan lele.

Ukuran Kolam Lele 1000 ekor, 2000 ekor, 5000 ekor, 10000 ekor untuk Kolam Terpal Bulat

daya tampung kolam terpal DT
Bagan daya tampung ikan tersebut adalah ukuran kolam lele yang ideal untuk pembesaran.
Anda bisa menyesuaikan bentuk lahan serta dana yang Anda punya untuk menentukan akan memakai ukuran diameter berapa.

Kemudahan Menggunakan Kolam Terpal Bulat

Kolam terpal bulat sangat mudah didapatkan saat ini.
Ada banyak tempat yang menjual kolam terpal bulat dengan kualitas terbaik.
Harga kolam terpal juga tergolong murah dan anda bisa memilih kolam terpal dengan ukuran yang paling ideal dan sesuai kebutuhan anda.
Tak hanya mudah didapatkan, kolam terpal bulat juga sangat mudah untuk dibangun.
Biasanya, ketika anda membeli produk kolam terpal bulat anda sudah mendapatkan peralatan lengkap yang dibutuhkan untuk membangun kolam.
Selain itu, proses pengerjaan kolam terpal bulat juga tergolong singkat sehingga anda bisa segera mewujudkan rencana anda untuk melakukan budidaya ikan lele.
Tak perlu banyak pertimbangan lagi, anda bisa langsung membeli kolam terpal bulat sebagai media untuk budidaya ikan lele.
Ikan lele anda bisa tumbuh dengan sehat dan optimal memakai kolam terpal bulat.
Pastikan anda membeli kolam terpal lele yang berkualitas dan kuat sehingga bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama.

Panduan Ternak Lele Bioflok Tingkatkan 10x Lipat Hasil Panen

Sumber : https://duniaterpal.com/panduan-ternak-lele-bioflok/

Banyak peternak lele modern yang menggunakan sistem ternak lele bioflok.
Bioflok asal katanya “bio” yang artinya kehidupan dan “floc” yang artinya gumpalan.
Bioflok sendiri menurut istilah mengandung pengertian tentang sebuah bahan organik hidup yang menggumpal menjadi satu.
Pembesaran ikan lele hampir sama dengan pembesaran ikan nila.
kolam terpal bulat siap pakai
Ternak lele bioflok mengandung pengertian dimana sistem budidaya lele akan semakin menguntungkan dengan memanfaatkan mikroorganisme yang bisa menggunakan limbah dari budidaya lele sistem bioflok itu sendiri.
Pertumbuhan mikroorganisme dan limbah budidaya ikan lele bisa diubah menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau biasa disebut dengan (flok) dengan bantuan bakteri non probiotik.
Gumpalan-gumpalan tersebut sebenarnya terdiri dari mikroorganisme air yang tersusun atas bakteri, fungi, algae, metazoa, protozoa, gastrotricha, nematoda, rotifera, dan organisme lainnya yang secara langsung bekerjasama dengan unsur partikel organik.
Lalu unsur tersebut akan berubah menjadi pakan ikan alami.
Proses perkembangan mikroorganisme dapat dilakukan dengan memberi tambahan probiotik lele bioflok.
Banyak produk probiotik yang tersedia di toko pertanian.
Penambahan probiotik ditambah dengan memasang aerator, yang kemudian secara langsung dapat menyuplai oksigen dan dapat mengaduk-aduk kolam.
INTINYA sistem bioflok adalah memanfaatkan organisme air dan limbah budidaya lele sistem bioflok untuk diolah lagi menjadi pakan lele.
Jadi Anda bisa menghemat pakan hingga 50%.
Sistem budidaya bioflok awalnya merupakan rangkaian sebuah teknologi yang bisa digunakan untuk pengolahan limbah secara lebih simpel dan bermanfaat.
Proses pengolahan limbah bisa diurai dengan menggunakan bahan organik yang unsurnya ialah limbah lumpur yang secara terus-menerus terus diaduk dan diaerasi.
Pengadukan ini sebenarnya bertujuan agar limbah dalam kondisi yang padat yang bisa diurai oleh bakteri.
Pengadukan atau aerasi dalam sistem pengolahan limbah bisa terjadi karena bahan organik mengendap terus akan menimbulkan kondisi anaerob (tidak ada oksigen) pada limbah tersebut.
pembuatan kolam terpal bioflok
Bakteri anaerob dapat mengurai bakteri anorganik berubah menjadi senyawa sederhana dan beracun yang isinya ialah Nitrit, H2S, ammonia, dan Metana.
Teknologi bioflok merupakan proses pengolahan limbah yang diterapkan di Thailand pada budidaya ikan nila.
Sebenarnya bukan hanya ikan nila, bisa juga pada ikan lele, gurami atau bahkan udang.
Sistem bioflok ini terus mengalami perkembangan dan selanjutnya dan bisa diterapkan pada budidaya udang.
Teknologi bisa terus berkembang sepanjang waktu dan terus diterapkan di berbagai Negara maju diantaranya ialah Brasil, Jepang, Australia, dan lain sebagainya.
Penerapan teknologi bioflok merupakan sistem budidaya ikan yang banyak dikembangkan di Indonesia dan masih modern atau belum terlalu lama dikembangkan.
Sehingga banyak membuat pembudidaya ikan lele yang ingin membuka usaha ternak lele bioflok.

Apa Saja Kelebihan Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok?

Ada beberapa kelebihan dari sistem bioflok yang perlu Anda ketahui ialah sebagai berikut:
  1. Kadar PH bisa dibilang relatif stabil atau sekitar pH 7 – pH 7,8.
  2. Kadar PH lebih cenderung bisa dibilang rendah, sehingga membuat kandungan di dalamnya seperti amoniak (NH3) terbilang relatif kecil.
  3. Sistem kerja bioflok memang tidak tergantung dengan sorotan sinar matahari yang aktivitasnya dapat menurun dalam kondisi suhu rendah.
  4. Sistem bioflok tidak perlu mengganti air dalam kondisi yang singkat sehingga kondisi biosecurity atau (keamanan) bisa terus terjaga dengan baik.
  5. Limbah dari tambak berupa (kotoran, sisa pakan, algae, amonia) bisa didaur ulang dengan menggunakan aneka makanan alami yang memiliki protein sangat tinggi.
  6. Sistem bioflok bisa dibilang memang lebih ramah lingkungan sehingga dapat memberikan dampak yang lebih baik.

Teknis dan Konsep Ternak Lele Bioflok di Kolam Terpal, Pemula juga bisa!

Ada beberapa teknis dan konsep yang perlu dilakukan dalam melakukan budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok.
Ternak lele bioflok perlu dilakukan dengan beberapa teknis dan konsep yang bisa dijabarkan dalam beberapa cara berikut ini :
  • Proses Pembuatan Kolam Terpal pada Ternak Lele Bioflok
Proses pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang memakai bahan dasar terpal.
Terpal bisa digunakan untuk budidaya ikan lele bahkan bisa meningkatkan hasil panen dengan modal yang lebih terjangkau dibanding kolam beton.
Tapi rangkanya harus lah memakai bahan dasar besi sehingga lebih awet dan konstruksi yang diterapkan bisa menggunakan sistem knockdown atau dapat dibongkar pasang kembali.
Syarat dari budidaya dengan sistem bioflok adalah Anda harus menggunakan kolam yang berbentuk bulat, memenuhi standar dan terletak dilingkungan yang kondusif.
Kalau Anda  masih menggunakan kolam kotak, kolam tembok dan kolam tanah, Anda masih belum bisa menerapkan sistem bioflok karena syarat utamanya adalah menggunakan kolam terpal bulat.
Selain itu banyak keuntungan dari penggunaan kolam terpal bulat VS kolam terpal kotak.
Kolam terpal yang digunakan dalam ternak lele bioflok harus memenuhi standart. Dari segi bahan ataupun tingginya agar konsep bioflok terealisasi dengan benar. Seperti kolam yang dijual oleh www.duniaterpal.com yang telah memenuhi standart kolam terpal yang baik.
Bisa saja ketika fase pertengahan budidaya kolam mengalami kerusakan ataupun kebocoran.
Itu juga akan merepotkan.
Jelas akan mengakibatkan kerugian bagi Anda.
Untuk itu, ketika membeli kolam terpal, pastikan pada produsen yang berkualitas.
Lalu berapa sih harga kolam terpal siap pakai yang berkualitas itu?
Akan saya bahas bagian akhir artikel ini.
ternak lele sistem bioflok
  • Persiapan Air Kolam Bioflok Untuk Pembesaran Ikan Lele
Apabila proses pembuatan kolam lele bioflok sudah selesai, maka Anda perlu mempersiapkan air sebagai media pembesaran benih ikan lele.
Caranya memang bertahap yaitu diawali dengan proses pengisian bak kolam terpal yang sudah direncanakan yaitu sekitar ketinggian 80 hingga 100 cm.
Kemudian untuk hari kedua, adalah proses memasukkan bakteri pathogen atau pun probiotik dengan dosis sekitar 5 ml/m3 di dalam kolam.
Kemudian perhatikan hari ketiga, dimana Anda perlu memasukkan pakan bakteri atau prebiotik molase sebanyak 250 ml/m3.
Ketika saat malam hari tiba, maka Anda bisa menambahkan dolomite dengan takaran sekitar 150-200 gram/m3 ke area kolam.
Kemudian pastikan media air yang sudah diolah hingga 7 hingga 10 hari sehingga mikroorganisme didalamnya dapat berkembang baik.
  • Pembenihan Ikan Lele
Apabila media air selesai disiapkan, maka Anda bisa memasukkan benih lele ke area kolam terpal. Ciri dari pembenihan yang sehat ialah melalui indukannya yang unggul.
Benih induk yang unggul dapat menurun dari sang indukan untuk diturunkan kepada bibit-bibit baru yang dilahirkan.
Sifat benih lele yang unggul ialah memiliki sifat gesit, aktif, ukurannya seragam, dan warnanya seragam.
Organ tubuh lengkap, panjang tubuhnya sekitar 4 hingga 7 cm. Benih yang berkualitas tersebar baik, dan tambahkan probiotik.

Porsi Pemberian Pakan pada Ternak Lele Bioflok

Cara pemberian pakan lele membutuhkan trik-trik khusus agar hasil panen dapat lebih meningkat dari pada periode sebelumnya.
Anda perlu memberi pakan lele dengan cara yang baik dan benar untuk menghasilkan panen yang baik sehingga perlu diperhatikan kadar pH airnya, sistem aeratornya, dan lain sebagainya.
Pemberian pakan ikan lele dengan cara yang baik dapat mendukung produktivitas perkembangan ikan lele sehingga tidak membuat lele mati atau bisa saling memangsa satu sama lain.
Makanan yang buruk bisa membuat ikan lele mati karena makanannya sulit dicerna dan bisa menjadi racun yang mematikan lele.
pakan lele
Anda perlu memperhatikan cara pemberian pakan yang baik dan benar dalam budidaya ikan lele dengan cara sebagai berikut:
  • Atur Jadwal Pemberian Pakan
Anda dapat mengatur ritme pemberian pakan dengan manajemen waktu yang tepat. Pengaturan jadwal ikan lele dalam waktu sehari dua kali atau tiga kali, sebanyak 3x sehari, pada waktu pagi, siang dan malam.
Jangan terlalu pagi dalam memberikan pakan kepada ternak lele, karena sebagian besar ternak lele tidak memiliki nafsu makan yang terlalu tinggi saat pagi.
Saat pagi hari tiba, permukaan air kolam banyak tercemar oleh zat-zat dari udara sehingga merugikan pada budidaya ikan lele.
Pemberian makan kalau bisa jangan terlalu pagi, karena bisa menjadi racun bagi ikan lele.
Hasilnya akan membuat banyak ikan yang mati.
Standarnya memberikan ikan ketika pagi minimal ya pukul 9. Saat air sudah mulai netral, maka Anda bisa memberi pakan ikan.
Saat siang hari, maka Anda bisa memberikan pakan ketika waktu menunjukkan jam 1 hingga jam 2 siang.
Kemudian saat malam hari, Anda dapat memberikan pakan ikan lele ketika jam 8 hingga jam 9 malam.
  • Persiapan Pemberian Pakan Ikan Lele
Apabila Anda sudah memasang standar penjadwalan pakan lele, Anda bisa melakukan persiapan sebelum melakukan penebaran pakan lele.
Pada tahap awal, Anda harus mengetahui ukuran ikan lele, kemudian sebaiknya pelet segera diberikan.
Anda perlu membedakan pelet untuk budidaya lele bioflok yang masih kecil dan besar, sebaiknya campurkanlah sesuai dengan ukurannya, kemudian ganti dengan pelet yang ukurannya lebih besar saat ikan lele sudah siap berkembang.
Lele bisa diberikan pakan pelet sesuai dengan ukuran agar tidak kekurangan pakan.
jual kolam terpal siap pakai
  • Pembasahan Pakan Pelet
Anda bisa membasahi pelet agar lebih mengembang, hal ini karena sifat lele itu rakus saat makan.
Apabila pelet yang diberikan dalam kondisi kering, maka lele akan makan lebih banyak dan ikan lele biasanya akan menjadi kekenyangan dan sulit dalam bergerak secara aktif.
Ikan yang mengalami rasa kenyang, bisa ditandai dengan menggantung diam dalam posisi miring dan mengapung permukaan air.
Setelah ini, sebaiknya lakukan saja pembasahan pelet dengan menebarkan air secara merata pada pelet.
Diamkan beberapa menit sampai pelet lebih mengembang sehingga tidak tenggelam dan berikan pada lele di kolam.
  • Tambahkan Probiotik Bioflok
Anda bisa membasahi pelet di dalam air selama beberapa menit dan menambahkan probiotik.
Probiotik bisa dibeli di toko peternakan ikan. Saat Anda menambahkan probiotik, maka keuntungan yang akan Anda dapat ialah asupan vitamin dan menjaga kualitas air dengan menguraikan sisa kotoran organik sehingga tidak mengganggu kesehatan lele.
  • Cara Penebaran Pakan yang Baik
Cara penebaran pakan yang baik ialah dengan membagi 3 bagian sudut pada kolam terpal di area sisi bagian kanan kolam, kiri kolam dan tengah kolam. Pemberian pakan lele bisa lebih merata.
Saat tahap awal, Anda bisa menebarkan di area sisi kanan hingga pelet habis, kemudian pindah di area sisi kiri.
Kemudian setelah sisi kiri habis, maka Anda bisa pindah ke sisi tengah. Sebarkan pelet hingga kenyang.
Tanda dari ikan yang sudah kenyang adalah adanya pelet yang mengambang dan tidak dimakan oleh ikan.
Apabila Anda menggunakan pelet yang tenggelam, maka cara penebarannya bisa dilakukan dengan perlahan pada satu titik, karena lele termasuk jenis ikan yang mengejar pakan yang bergerak.
Anda perlu mengatur pelet sebelum benar-benar terlanjur tenggelam, dan nantinya tidak dimakan oleh ikan lele.
Pastikan Anda memberikan pakan sampai respon ikan sudah menurun akan ketika memakan pelet

Minggu, 27 Oktober 2019

7 Langkah Budidaya Ikan Nila Urut Cepat Panen dan Omset Jutaan

Cara Budidaya Ikan Nila Cepat panen, mudah lengkap urut per langkah.  Jika anda mencari teknik budidaya ikan nila yang terbaru dan bisa dilaksanakan, anda akan menyukai panduan ini.
Panduan ini akan mengajak anda membudidayakan ikan nila secara efektif dan teliti dengan target 2 bulan panen. Saya membuatnya sesederhana mungkin, agar anda langsung bisa praktek.

Persiapan Budidaya Ikan Nila

1. Kolam Ikan Nila

Ikan nila ini bisa dibudidayakan di kolam tanah liat, kolam terpal, Keramba jaring apung, tambak air payau, maupun kolam beton atau semen. Saya sangat merekomendasikan anda menggunakan kolam tanah liat agar hemat dan mudah. Tanah liat yang menjadi dasar kolam bisa menumbuhkan jasad renik, plankton, dan sejenisnya yang akan menjadi makanan ikan nila. Makanan gratis = hemat = menguntungkan anda.
membuat kolam ikan nila
sumber: duniaikan.com
Ukuran panjang dan lebar kolam sesuai selera anda. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kepunyaan anda. Jangan lupa ada lubang sirkulasi di bagian pojok bawah, dibuat agak miring agar gampang saat membersihkan air kolam.
Yuk kita bahas langkah perlangkah cara membuat kolam ikan nila.
  1. Pengeringan kolam. Tujuan pengeringan adalah membunuh bibit penyakit yang ada di dasar kolam. lakukan pengeringan sampai tanah retak-retak. namun jangan sampai membatu. jika panas terik, 3 – 7 hari cukup. Ingat jangan sampai membatu, pastikan kalau anda menginjak dasar kolam masih menyisakan jejak sedalam kira kira 2 cm.
  2. Pembersihan kolam. Permukaan kolam dicangkul atau dibajak sedalam 10cm. Tujuannya untuk mengambil sampah atau kerikil yang tersisa. Selain itu juga berfungsi menggemburkan dan menyuburkan tanah. Jika kolam pernah dipakai sebelumnya, bersihkan juga lumpur hitam yang berbau busuk, lumpur tersebut adalah sisa pakan sebelumnya yang tidak habis.
  3. Pemberian kapur. Tuangkan kapur pertanian agar tanah tidak terlalu asam. Dosisnya 5kg per 100m2 atau 500 kg per hektar. aduk kabur dengan tanah, usahakan kapur masuk ke tanah sedalam 10cm.
  4. Pemupukan kolam. Pemupukan ini bertujuan menghidupkan tumbuhan renik, plankton, dsj untuk calon pakan nila. Gunakan pupuk organik, bisa pupuk kompos atau pupuk kandang. Dosisnya 1- 2ton per hektar, atau 10 – 20 kg per 100m2. silahkan sesuaikan dengan ukuran kolam anda. setalah 7-14 hari, anda bisa menambah pupuk kimia, urea (dosis 0,7kg/100m2) atau TSP (0,25kg per 100m2)
  5. Pengairan Kolam. Sebaiknya anda melakukan pengairan secara bertahap. Pertama airilah kolam setinggi 20cm, biarkan 1-2 hari agar sinar matahari menyentuh dasar kolam dan calon pakan ikan nila bisa tumbuh. setelah itu airilah setinggi 60-70 cm

2. Pemilihan Benih

Pertama putuskan dulu jenis nila apa yang akan anda budidayakan? yang paling banyak di budidayakan petani adalah nila merah karena banyak di sukai konsumen.
Jika tertarik mengetahui jenis -jenis ikan nila, yuk baca :  21 Jenis Ikan Nila Budidaya 
benih ikan nila
sumber : indotrading.com
Saya menyarankan anda memijah atau membeli benih yang jantan saja.
Kenapa? karena ikan nila sangat liar saat kawin, jadi energinya akan habis hanya untuk kawin. Selain itu ikan nila saat akan membuat anak juga kurus kurus dan lambat tumbuh.
Jika tujuan anda adalah berternak ikan nila untuk tujuan menjual ikan konsumsi (bukan benih). Pilihlah bibit jantan saja.
Pemilihan bibit nila jantan bisa dilakukan secara manual atau menggunakan hormon jantanisasi (mengubah nila betina menjadi jantan). Hormon jantanisasi bisa dibeli di toko pertanian, bisa yang produk impor maupun produk asli indonesia. Cara jantanisasi bisa anda baca di dokumen ini
Jika anda terlanjur membeli benih campur (jantan dan betina) dan tidak mau malakukan jantanisasi, pilihlah nila secara manual.
Ciri -ciri nila jantan
  • Warna perut nila jantan agak gelap, sedangkan nila betina agak putih
  • Dagu nila jantan agak hitam, nila betina agak putih
  • Lubang Urogenital nila jantan ada 2 untuk betina ada 3 (1 untuk mengeleuarkan telur)
  • Sirip nila jantan terang jelas, sirip nila betina amerah pucat

3. Penebaran benih ikan nila

Kolam yang sudah kita isi air sekitar 70cm tadi, silahkan diisi dengan benih ikan nila. petani umumnya menebar benih dengan kepadatan sekitar 30 ekor/m2. Hanya saja sebuah penelitian di institusi penelitian air tawar depok, meneliti bahwa yang paling optimal adalah 100 ekor / m2.  Jika punya lebih dari satu kolam, cobalah juga yang 100 ekor per m2. kalau betul berhasil, untung anda dobel. Hemat ruang dan panen berlipat.
penebaran benih nila
sumber : intanblog.com
Perubahan suhu air mendadak bisa menyebabkan ikan nila stres. Waktu yang baik untuk menebar benih nila adalah pagi dan sore agar tidak stres.
Cara memasukkan benih yang benar adalah masukkan benih beserta wadahnya ke dalam kolam selama setengah jam. Ini untuk adaptasi agar mengurangi jumlah benih mati. Setelah itu miringkan wadah tadi agar ikan nila keluar sendiri dari wadahnya.

4. Pembesaran dan Pemeliharaan Ikan Nila

Kunci sukses dari budidaya ikan nila ini adalah ketekunan pembudidaya dalam 3 hal berikut : Perawatan air, Pemberian pakan, dan penanganan terhadap hama dan penyakit.
perawatan ikan nila
sumber : tilapia99.files.wordpress.com
Kita mulai dari perawatan air.
Lihatlah airnya saat akan memberi pakan, jika dirasa ada bau tak sedap silahkan ganti air tersebut. Caranya buang air melalui lubang yang kita buat dipojokkan kolom, sisakan 1/3nya saja. Pastikan lubang ada saringannya sehingga ikan nila tidak lari. Setelah itu isi kolam tadi sampai ukuran seperti semula.
Jika kolam ikan di rasa kotor, ada daun jatuh atau kotoran lain segeralah anda ambil.

5. Pakan

Jika anda pemula, saya akan beritahu anda: Pakan adalah biaya paling besar dalam budidaya ikan nila.
Ya meskipun kita sudah menyiapkan plankton dan kawan – kawannya di awal pembuatan kolam, anda tetap membutuhkan pelet dengan kadar protein 20-30 %.
memberi pakan nila
sumber : 1.bp.blogspot.com
Pakan ikan nila adalah 3% bobotnya. Jika bobot ikan nila 100 gram, pakannya berarti 3 gram pelet.
Setiap dua minggu sekali, ambilah beberapa ikan nila sehat lalu timbang bobotnya. Misal bobot rata -rata ikan 100 gram, maka :
pakan yang dibutuhkan = 3% x bobot rata – rata x jumlah perkiraan ikan
pakan yang dibutuhkan = 3 % x 100 gram x 1.000 ekor = 3.000 gram = 3 kg pelet
Saking besarnya biaya pakan ikan, saya menulis artikel khusus tentang pakan ikan nila dan alternatifnya, silahkan anda membaca : Jenis Pakan – Pakan Ikan Nila : Alamai, Alternatif, dan Pelet.

6. Menangani Hama dan Penyakit Ikan Nila.

Hama dan penyakit ikan nila ini bisa terjadi setiap tahap, mulai dari tahap penyebaran benih sampai tahap hampir panen.
Misal saat di awal-awal benih, anda harus melihat apakah ada hewan pemangsa benih semisal ucrit. Jika tidak anda cek, bisa -bisa benih anda habis hanya karena dimakan ucrit.
hama dan penyakit nila
sumber : CNN Indonesia
Pastikan pinggiran kolam anda tidak banyak tumbuhan atau sampah agar tidak memicu datangnya ucrit. Jika sudah ditemukan ucrit, waktunya anda bekerja keras, sejauh ini cara membasmi ucrit yang efektif adalah dibersihkan secara manual menggunakan seser.
Saat pemberian pakan, anda juga harus melihat aktifitas ikan. Pastikan ikan sehat-sehat dan gesit. Jika ada ikan yang diam sendiri di pojokan, bisa jadi dia berpenyakit. segera tangkap dan lakukan pengecekan.
Karena jumlah hama dan penyakit agak banyak , saya membuatkan artikel khusus untuk anda : Daftar Hama dan Penyakit Ikan Nila

7. Panen Ikan Nila

Waktu panen bervariasi antara 4-7 bulan, tergantung lokasi dan ketekunan pengusaha. Ada juga yang 2 bulan, caranya beli benih yang sudah besar dan beri pakan nila yang banyak. Sebenarnya bukan waktu yang menjadi patokan panen, tetapi berat ikan. Itulah pentingnya pengukuran bobot beberapa ikan nila secara acak setiap dua minggu sekali, agar kita tahu bobot ikan dan kebutuhan pakan.
ipb panen ikan nila besar
sumber : antarafoto.com
Ada yang memanen saat berat ikan 300 gram, ada yang menunggu sampai sekitar 500 gram. Ini tergantung kebutuhan dan cara pembudidaya menjual ikan tersebut.
Pengusaha yang sudah berkelud lama dengan ikan nila, biasanya punya kesepakatan dengan pihak yang membutuhkan ikan, seperti: restoran, warung lamongan, hotel dan penjual ikan sehingga ia tidak kesusahan dalam menjual. Di dalam kesepakatan  tersebut biasanya mereka mensyaratkan bobot minimal.
Cara panen juga berbeda, tergantung bagaimana cara anda menjualnya.
Umumnya ikan nila dijual dalam 3 keadaan :
  1. Hidup (Filet fresh). Ini biasanya untuk dikirim ke restoran-restoran atau luar kota.
  2. Mati tapi Bersih tanpa kotoran. Ini untuk dijual di swalayan, semisal : superindo.
  3. Beku utuh: bisa juga untuk dikirim ke luar kota bahkan luar negeri,
  4. hidup atau Mati biasa, untuk dijual ke ibu ibu rumah tangga di kampung – kampung
Khusus untuk nomor 1, anda harus menghentikan pemberian pakan 1 hari sebelum panen. Tujuannya adalah untuk menghindari nila punya banyak kotoran saat proses pengiriman ke tujuan. Pengiriman biasanya menggunakan drum atau styrofoam yang pasti sempit dan padat, banyak kotoran dalam wadahsempit  bisa menyebabkan racun yang bisa membunuh nila. Selain itu dalam proses pengiriman luar kota juga bisa diberi tabung oksigen.
Untuk no 2 s.d. 4, anda boleh menghentikan pakan 1 hari sebelum panen untuk penghematan boleh juga tidak.
Panen bisa dilakukan secara manual menggunakan sesek, bisa juga dengan mengeringkan kolam. Untuk ikan yang bobotnya masih kecil, dikembalikan lagi untuk dibudidaya.

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...