Selasa, 08 Desember 2020

 

Langka dan Super Indah, Ini Dia 10 Jenis Ikan Hias Termahal di Dunia

Ikan hias selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi peminatnya, terutama untuk ikan hias yang terbilang langka dan sulit ditemukan. Pada dasarnya ikan hias ini dibedakan menjadi 2 jenis, yakni: ikan hias air asin (laut) dan juga ikan hias air tawar. Kedua jenis ikan hias ini tentu akan memiliki karakter dan juga cara perawatan tersendiri, termasuk jenis pakan yang bisa dikonsumsi. 

Namun secara garis besar, memelihara ikan hias air asin memang lebih rumit, jika dibandingkan dengan ketika memelihara ikan hias air tawar. Dari berbagai hal menarik terkait ikan hias ini, harganya yang mahal tentu menjadi sesuatu yang tidak bisa dilupakan, bukan? 

Ada banyak jenis ikan hias yang populer dan dicari di pasaran, beberapa di antaranya bahkan dihargai sangat tinggi. Tidak tanggung-tanggung, beberapa jenis ikan hias bahkan dijual dengan harga milyaran. 

Jika melihat kenyataan ini, menjadikan ikan hias sebagai hobi yang menghasilkan uang tentu sangat layak untuk dipertimbangkan. Selain mendapatkan kesenangan, keuntungan yang besar juga bisa diharapkan dari aktivitas yang satu ini. Berikut adalah beberapa jenis ikan hias termahal yang pernah diperjual-belikan:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

1. Arwana Platinum (Rp5,5 Milyar)

Arwana Platinum

Menjadi ikan hias paling langka dan banyak diminati, Arwana Platinum saat ini menjadi jenis ikan hias yang paling mahal di dunia. Jenis ikan air tawar yang bisa ditemukan di perairan Afrika, Amerika Serikat hingga Asia Tenggara ini memiliki harga yang sangat paling fantastis untuk saat ini. Bukan hanya itu saja, Arwana Platinum bahkan biasanya memiliki chip khusus di dalam tubuhnya, peralatan ini ditanam dengan tujuan untuk membedakannya dari ikan lainnya.

2. Peppermint Angelfish (Rp400 Juta)

Peppermint Angelfish

Ikan hias yang satu ini menjadi salah satu yang terlangka, bahkan diperlihatkan untuk terakhir kalinya di tahun 2012 kepada khalayak ramai. Corak unik berwarna garis merah dan putih di tubuhnya membuat Peppermint Angelfish begitu menarik, ditambah lagi dengan tingkat kesulitan mendapatkannya yang harus menggunakan kendaraan khusus yang bisa mencapai kedalaman tertentu di bawah laut. 

3. Bladefin Basslet (Rp135 Juta)

Bladefin Basslet

Memiliki ukuran rata-rata 1,5 inchi saja, Bladefin Basslet memang begitu mungil dan tentunya sulit ditangkap. Ikan ini bisa ditemukan di perairan dalam sekitar Karibia dan biasanya hanya hidup di celah-celah karang yang terdapat di dasar laut saja. Untuk membawa pulang ikan hias yang mungil ini.

4. Golden Basslet (Rp110 Juta)

Golden Basslet
Ikan laut yang tergolong pemalu ini bisa ditemukan di sekitar perairan Pasifik dan juga Atlantik. Sifatnya yang pemalu membuatnya betah berlama-lama di tempat persembunyian, sehingga semakin sulit untuk ditemukan. Untuk mendapatkan Golden Basslet biasanya akan dibutuhkan perangkap yang dibuat secara khusus.

5. Neptune Grouper (Rp80 Juta)

Neptune Grouper
Neptune Grouper merupakan ikan hias yang hidup di laut yang dalam, meskipun sesekali bisa ditemukan di area yang sedikit dangkal. Ikan ini memiliki corak yang beragam, bahkan bisa berbeda ketika masih muda dan ketika sudah dewasa. Jika di usia muda ikan ini bercorak kekuningan dan juga oranye, maka ketika dewasa corak ini akan berubah menjadi merah kekuningan.

6. Nami Green Arowana (Rp70 Juta)

Nami Green Arowana
Meski tidak menjadi jenis arwana yang paling langka, Nami Green Arowana juga sudah mengalami penurunan populasi yang sangat tinggi saat ini. Ikan air tawar yang tadinya cukup banyak ditemukan di perairan air tawar Asia ini sudah semakin sulit ditemukan, karena banyak yang menjadikannya target buruan. Hal ini juga membuat harganya semakin tinggi di pasaran.

7. Australian Flathead Perch (Rp67 Juta)

Australian Flathead Perch
Menjadi salah satu ikan hias yang sulit ditangkap, Australian Flathead Perch memang lebih senang bersembunyi di celah karang. Ikan ini bahkan hanya akan keluar sesaat saja, yakni ketika mereka sedang mencari makan.  Jika ingin mendapatkannya, menyelam ke dasar laut adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dengan tingkat kesulitan seperti ini, wajar saja jika harga Australian Flathead Perch ini bisa semahal itu.

8. Wrought Iron Butterflyfish (Rp32 Juta)

Wrought Iron Butterflyfish

Ikan yang hanya berukuran sekitar 6 inchi ini termasuk jenis ikan mungil dan pada umumnya mudah ditemukan di perairan Jepang. Tergolong ke dalam jenis Butterflyfish, Wrought Iron Butterflyfish juga terbilang lincah dan gerakannya begitu menarik.  Wrought Iron Butterflyfish memiliki warna dasar hitam keabu-abuan dengan tambahan garis yang berwarna kuning terang di sekitar area siripnya.

9. Clarion Angelfish (Rp30 Juta)

Clarion Angelfish

Ikan hias yang satu ini bisa ditemukan di area pantai lepas Pasifik Meksiko, Kepulauan Revillagigedo, tepatnya di sekitar pulau Cipperton yang terpencil. Meski ukurannya terbilang kecil, Clarion Angelfish memang memiliki warna yang cantik dan cerah, sehingga sangat menarik minat para kolektor. Untuk memelihara ikan ini, dibutuhkan izin resmi dari pemerintah Meksiko.

10. Candy Basslet (Rp14 Juta)

Candy Basslet

Ikan hias air asin ini bisa ditemukan di sepanjang Pantai Curacao di perairan Karibia. Ikan langka ini termasuk dalam kelompok ikan hias yang kaya akan warna yang sangat beragam, namun terbilang sulit ditemukan. 

Kemampuannya yang baik dan senang bersembunyi di antara celah karang membuat Candy Basslet hanya bisa ditemukan di titik tertentu saja. Bahkan untuk mendapatkannya, dibutuhkan perjuangan yang kuat untuk menyelam ke bawah lautan. Namun saat ini Candy Basslet sudah mulai dibudidayakan, sehingga bisa dibeli langsung pada penangkarnya.

 

Ikan Arwana Dihargai Fantastis, Kenali Alasannya Mengapa Menjadi Ikan yang Banyak Digemari

Anda tentu tidak asing dengan salah satu jenis ikan yang banyak digandrungi oleh para pecinta ikan hias. Selain memiliki harga yang selangit, jenis ikan ini juga dikenal dapat memberikan keberuntungan kepada siapa saja yang memeliharanya. Ya, jenis ikan tersebut adalah ikan Arwana.

Ikan yang memiliki julukan sebagai “Raja Ikan Hias” ini memang memiliki tempat istimewa di hati para pecinta ikan. Terutama bagi mereka yang percaya pada mitos, bahwa ikan ini dapat membawa banyak hoki. Tak aneh tentunya jika ikan Arwana ada yang dihargai hingga puluhan juta Rupiah tiap ekornya.

Para pecinta ikan Arwana ini biasanya datang dari masyarakat kalangan menengah keatas. Penyebabnya tak lain karena harga jual beli ikan dengan nama latin Osteoglossidae ini di pasaran terbilang fantastis. 

Namun, seiring dengan berkembangnya waktu dan munculnya banyak komunitas pecinta ikan Arwana, banyak orang dari berbagai kalangan dan usia yang mulai menjadikannya hobi.

Untuk itu, bagi Anda yang menyukai ikan Arwana, tidak ada salahnya untuk terjun menekuni hobi tersebut. Bahkan, hobi ini juga dapat dijadikan sebagai ladang rezeki. 

Tentunya, tetap perlu mencari banyak informasi seputar ikan Arwana untuk menjadi mahir dalam memeliharanya.

Alasan Mengapa Harga Ikan Arwana Selangit

Alasan Harga Ikan Arwana Selangit

1. Ikan Pembawa Keberuntungan

Ikan Arwana memang dianggap ikan yang membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi sebagian orang. Bahkan, berdasarkan Feng Shuinya, ikan Arwana adalah simbol dari kesehatan, kegembiraan, dan kemakmuran. Tak ayal mengapa banyak orang yang rela merogoh kocek cukup dalam hanya untuk membeli satu ekor ikan Arwana.

Namun, penyebab mengapa harga ikan arwana sangat fantastis bukanlah kepercayaan pada Feng Shui saja. Tetapi, ada beberapa faktor lain yang lebih rasional. Salah satu alasannya adalah cara pemeliharaannya yang cukup banyak menyita waktu si pemeliharanya.

Pemeliharaan ikan Arwana memang terbilang tidak mudah ketimbang jenis ikan air tawar lainnya. Saat memutuskan untuk memelihara ikan Arwana, Anda harus secara rutin memeriksa kondisi air dalam akuarium agar senantiasa bersih. Pemeriksaan kondisi air tempat ikan Arwana tinggal memiliki fungsi yang cukup penting yaitu agar ikan tidak mudah stress dan kesehatannya tetap terjaga.

Pemberian lampu yang selalu dinyalakan juga merupakan syarat wajib dalam memelihara ikan Arwana. Anda juga tidak boleh telat untuk memberikan pakan pada ikan Arwana serta harus sesuai dengan porsi yang telah ditentukan dan dilakukan secara konsisten. 

2. Tanning

Selain itu, ikan Arwana adalah salah satu jenis ikan yang memerlukan tindakan tanning. Tujuan dari pemberian sinar matahari ini agar ikan Arwana dapat memiliki warna merah merona yang dipercaya sebagai pembawa keberuntungan. 

Berbeda jenis ikan Arwana pun mengharuskan sang pemelihara untuk melakukan metode tanning yang berbeda. Jika kurang cermat dalam melakukan proses tanning, bukan tidak mungkin ikan akan memiliki warna yang kurang diminati. Alhasil harga jual ikan tersebut akan merosot tajam atau bahkan tidak laku sama sekali.

Terakhir, alasan mengapa tak sedikit orang yang rela membayar mahal untuk membeli ikan Arwana adalah keberadaannya yang langka. Di tempat budidaya dan penjualan ikan Arwana pun stoknya biasanya cukup terbatas. Alasan inilah yang membuat ikan Arwana memiliki harga yang fantastis bagi orang awam.

Jenis Ikan Arwana yang Banyak Dicari Para Peminatnya

Tren memelihara ikan Arwana memang semakin menyebar luas. Jenis ikan Arwana pun cukup beragam dan memiliki kisaran harga yang bervariasi pula. Akan tetapi, ada beberapa jenis yang memiliki popularitas yang cukup tinggi dan mengimbangi harga jualnya di pasaran.

1. Ikan Arwana Black Golden

  Ikan Black Golden

Sumber: bagi-in.com

Yang pertama adalah ikan Arwana dengan jenis Black Golden. Ikan Arwana jenis ini banyak dicari karena ciri fisiknya yang berwarna dasar emas dan warna sisiknya yang kehitaman. Berhabitat di rawa dan sulit untuk dicari, tak ayal ikan Arwana jenis Black Golden dihargai hingga 18 juta Rupiah per ekornya.

2. Ikan Arwana Cross Back Golden

Ikan Arwana Cross Back Golden

Sumber: bagi-in.com

Selanjutnya, ada ikan Arwana yang dikenal karena warna emas yang ada di bagian punggungnya yang mencolok. Ikan Arwana dengan nama latin Scleropages Formosus atau biasa dikenal sebagai ikan Arwana dengan corak Cross Back Golden. 

Ikan ini memiliki kisaran harga setara dengan jenis Black Golden, yakni 18 jutaan.

3. Ikan Arwana Super Red

Ikan Arwana Super Red

Jenis ikan Arwana ketiga yang cukup banyak digemari adalah yang berjenis Super Red. Sesuai dengan namanya, jenis ini memiliki tampilan yang dominan dengan warna merah menyala. Meski begitu, ikan Arwana jenis Super Red memiliki kisaran harga yang beragam mulai dari 2 juta sampai 48 juta Rupiah.

4. Arowana Batik

Jenis Ikan Arwana

Para pecinta ikan Arwana tentu tidak asing dengan ikan berjenis Arowana Batik. Ikan jenis ini banyak dikenal karena corak tubuhnya yang menarik menyerupai pola yang ada pada kain batik. Dengan memiliki perpaduan warna perak dan perunggu, ikan Arwana jenis Batik ini dibanderol dengan harga 56 juta Rupiah.

5. Ikan Arwana Platinum

Ikan Arwana Platinum

Ikan Arwana berjenis Platinum yang pasti sudah luas dikenal oleh para pecinta ikan tersebut, bahkan oleh orang awam sekalipun. Pasalnya, ikan Arwana jenis ini sempat membuat geger karena harga jualnya yang setara sebuah rumah mewah, yakni mencapai 5.7 miliar Rupiah. 

Tentunya, siapa yang sangka harga ikan Arwana jika dijual bisa mencapai angka miliaran Rupiah. Namun, karena ciri khas warna platinum mengkilap di kulit dan sisiknya serta permukaannya yang halus, tak sedikit orang yang menjuluki ikan Arwana Platinum sebagai jenis ikan tercantik. 

Masih banyak jenis ikan arwana lainnya yang banyak dicari seperti ikan arwana silver dan lain-lain.

Tips Cermat dalam Memilih Ikan Arwana Unggulan

Tips Cermat Memilih Ikan Arwana

Melihat harga jual ikan Arwana yang cukup mahal mungkin membuat sebagian orang mundur untuk menekuni hobi memelihara ikan tersebut. Namun, bagi yang memiliki kondisi finansial bagus, Anda mungkin tertarik untuk memelihara salah satu jenis ikan Arwana yang disebutkan di atas. 

1. Perhatikan Ukurannya

Hal pertama yang perlu dicermati sebelum membeli ikan Arwana adalah melihat ukuran dari ikan tersebut. Umumnya, ikan Arwana yang berukuran 20 cm hingga 25 cm banyak dipilih oleh para pecinta ikan jenis tersebut. Alasannya karena ikan Arwana dengan ukuran sedang tersebut cukup mudah untuk dipelihara oleh pemula dibandingkan dengan ukuran dibawahnya.

2. Pilihlah Tempat Jual yang Terpercaya

Selanjutnya, Anda juga harus memilih tempat jual beli ikan Arwana yang terpercaya. Pastikan bahwa cara pembudidaya dalam merawat ikan Arwana sesuai dengan yang dipahami. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa kesehatan ikan Arwana tersebut terjaga dan sedang tidak mengalami stress.

3. Kunjungi dan Lihat Secara Langsung

Tips yang ketiga dalam memilih ikan Arwana adalah kunjungi lokasi penjualan ikan tersebut secara langsung. Meski kini transaksi jual beli ikan Arwana banyak dilakukan secara online, akan jadi lebih bijaksana jika memilih untuk membelinya di tempat konvensional. Pasalnya, dalam membeli ikan Arwana, Anda perlu mengetahui dengan pasti kondisi fisik dari ikan tersebut.

Memilih untuk membeli ikan Arwana di tempat yang bisa dikunjungi juga memungkinkan Anda untuk bisa berkomunikasi secara langsung dengan pembudidayanya. Dengan begitu, beberapa hal seputar ikan Arwana yang akan dipilih serta berbagi informasi mengenai cara pemeliharaannya juga dapat ditanyakan.

4. Perhatikan Kondisi Fisik dengan Cermat

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, tips terakhir dalam memilih ikan Arwana adalah kondisi fisik dari ikan tersebut. Cermati apakah ada sisik yang terlepas ataupun telah rusak. 

Tips ini juga penting untuk dipraktikan saat ingin membeli anakan ikan Arwana. Pastikan bahwa anakan ikan tersebut tidak memiliki bibir cakil. 

Pasalnya, saat beranjak dewasa, ikan Arwana dengan bibir cakil akan menurunkan kualitas fisiknya yang secara langsung membuat harga jualnya menjadi lebih rendah.

Memelihara Ikan Arwana Bisa Menjadi Hobi yang Membuka Pintu Rezeki

Meski cara pemeliharaannya tidak mudah, ikan Arwana terbukti dapat menjadi ladang rezeki bagi orang yang memiliki hobi tersebut. Asal tekun dan disiplin, ikan Arwana yang dipelihara dapat dijual kembali dengan harga yang cukup tinggi. 

Jadi, tidak ada salahnya untuk menjadikan hobi memelihara ikan Arwana tersebut sebagai profesi utama Anda.

 

Mengenal Ikan Louhan yang Dipercaya Membawa Kebahagiaan serta Kesejahteraan

Anda tentu sudah tidak asing dengan salah satu jenis ikan hias yang identik dengan dahinya yang besar dan bulat. Ya, ikan hias ini dikenal dengan nama ikan Louhan dan memiliki banyak peminat karena keunikan dahi yang dimilikinya tersebut. Di Indonesia, popularitas ikan jenis ini juga cukup tinggi dan terbukti dengan harga jualnya yang lumayan mahal.

Ikan Louhan juga dipercaya sebagai salah satu jenis ikan hias atau pajangan yang dapat membawa peruntungan baik kepada pemeliharanya. Namun, tahukah Anda asal usul mengapa mitos tersebut banyak tersebar di kalangan para pecinta ikan, tak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia? 

Secara singkat, kepercayaan bahwa ikan Louhan dapat memberi keberuntungan berawal dari mitos yang ada di negara Tiongkok. Tak sedikit pecinta ikan hias di Taiwan juga menganggap ikan Louhan sebagai pertanda datangnya keberuntungan. Bahkan, nama Louhan sendiri memiliki arti sebagai dewa pelindung. 

Melihat ketenaran ikan Louhan sebagai ikan pembawa hoki tersebut, mungkin membuat Anda merasa tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang ikan ‘jenong’ ini. Terlebih lagi yang memang memiliki rencana untuk memelihara ikan Louhan di rumah. 

Untuk itu, simak informasi mengenai ikan Louhan berikut ini.

Awal Mula Mitos Ikan Louhan Membawa Keberuntungan

Sebelum memutuskan untuk menjadikan ikan Louhan sebagai peliharaan, mengetahui asal muasal jenis ikan tersebut tentu bukanlah hal yang buruk. Meski ikan Louhan telah dikenal oleh banyak kalangan masyarakat, masih sedikit orang yang mengetahui awal ditemukannya ikan jenis ini.

Ikan dengan bentuk dahi menonjol ini pertama kali ditemukan di Malaysia, tepatnya di bagian barat negara tersebut. Di Indonesia sendiri, ikan Louhan baru dikenal sejak 1993 dan langsung memiliki banyak peminat. 

Ciri jidatnya yang unik serta warna sisiknya yang indah membuat popularitas ikan Louhan cepat meroket. Ditambah mitos orang Taiwan yang menganggap bahwa dahi yang menonjol adalah sumber keberuntungan, tak sedikit orang yang berlomba-lomba untuk memelihara ikan Louhan. 

Bahkan di tahun 1995, ada jenis ikan Louhan baru dari proses persilangan yang diberi nama five colours God of Fortune dan semakin membuat popularitasnya kian meninggi.

Setelah itu, banyak ikan Louhan jenis baru yang muncul hasil dari proses persilangan yang dilakukan oleh para pecinta ikan hias. Ikan Louhan pun menjadi lebih banyak ragamnya. Ciri khas benjolan di kepala dan warna sisiknya pun jadi lebih bervariasi. 

Alhasil, peminat ikan Louhan menjadi banyak bermunculan dari masyarakat awam sekalipun. Hingga saat ini, tempat budidaya ikan Louhan cukup mudah untuk bisa ditemui. 

Meski memiliki kisaran harga yang terbilang mahal, peminat dari ikan Louhan semakin hari seakan jarang menunjukkan tren yang negatif. Penyebabnya tak lain adalah ciri khas jidatnya yang menonjol yang dipercaya dapat memberikan keberuntungan serta warna sisiknya yang memukau.

Untuk itu, jika berniat untuk memelihara ikan Louhan di rumah, segera kunjungi tempat jual beli atau peternak ikan tersebut. 

Dengan begitu, Anda bisa memilih jenis ikan Louhan beserta motif tubuh yang sesuai dengan selera. Siapa tahu mitos ikan pembawa peruntungan baik terjadi dalam hidup Anda setelah memelihara ikan ini di rumah.

Jenis Ikan Louhan Paling Memukau dengan Harga Selangit

Memiliki karakter yang unik serta warna tubuh yang indah membuat ikan Louhan memiliki banyak peminatnya. Permintaan akan ikan hias jenis ini pun semakin gencar bermunculan dari para penggiat setianya. Tak ayal harga ikan Louhan jika dijual per-ekornya bisa mencapai jutaan Rupiah.

Ikan dengan nama latin Flowerhorn ini dibanderol dengan harga mahal juga disebabkan oleh mitos pembawa hoki yang dipercaya oleh sebagian kalangan masyarakat. Dengan alasan tersebut, tak sedikit orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli ikan jenis ini agar bisa ‘memberikan’ lebih banyak keberuntungan dalam hidup.

Namun, perlu diketahui juga bahwa ada beberapa jenis ikan Louhan yang memiliki harga fantastis ketimbang jenis lainnya. Bahkan, pernah terjual seekor ikan Louhan dengan harga ratusan juta Rupiah

Pastinya, jenis ikan Louhan tersebut dapat menjadi dijadikan pilihan jika memiliki budget yang cukup. Berikut ulasan beberapa ikan Louhan paling memukau dengan harga fantastis.

 

1. Ikan Louhan Golden Red

Ikan Louhan Golden Red

Ikan  Louhan pertama yang paling banyak dicari adalah yang berjenis Golden Red. Tak sedikit dari penggiat ikan Louhan yang menganggap ikan jenis ini sebagai ikan Louhan paling mahal. 

Alasannya karena untuk yang memiliki kualitas biasa saja, ikan Louhan jenis Golden Red  ini dibanderol paling murah 3 jutaan Rupiah. 

Memiliki ciri khas berwarna merah keemasan. Golden Red yang bersertifikat resmi dan sering memenangkan beragam kejuaraan juga dapat menembus harga puluhan juta Rupiah atau bahkan lebih. Itulah mengapa ikan Louhan jenis Golden Red ini digadang-gadang sebagai ikan Louhan paling mahal.

2. Ikan Louhan Kamfa

  Ikan Louhan Kamfa

Selanjutnya ada ikan Louhan berjenis Kamfa yang juga tak kalah mahalnya dengan jenis Golden Red. Ikan Louhan yang identik dengan warna sisik kemerahan dengan banyak bintik putih disekujur tubuhnya ini banyak dibudidayakan di Indonesia. 

Harga jualnya berada di kisaran 3.5 jutaan setiap ekornya. Ikan Louhan dengan julukan ikan Louhan Mutiara ini memang dijual dengan harga yang bisa membuat dompet Anda terkuras. 

Anakannya saja dipatok dengan harga 800 ribu hingga 900 ribuan per ekornya. Jadi, pastikan kondisi keuangan Anda stabil sebelum memutuskan untuk membeli ikan Louhan Kamfa ini.

3. Ikan Louhan Super Red Synspillum

Ketiga ada ikan Louhan dengan jenis Super Red Synspillum yang dikenal sangat langka, khususnya di wilayah Indonesia. Inilah penyebab mengapa harga ikan Louhan jenis ini terbilang fantastis dan banyak diminati. Harga jual termurah dari jenis Super Red Synspillum bahkan mencapai nominal 2.5 juta Rupiah. 

4. Ikan Louhan Super Red Texas

Ikan Louhan Super Red Texas

Ikan Louhan jenis Super Red Texas menjadi ikan Louhan paling dicari selanjutnya. Memiliki ciri warna merah dengan bintik mutiara hingga ke ujung ekor seperti buah strawberry membuat ikan Louhan ini banyak dicari. 

Oleh karena itu, siapkan dana setidaknya 2.3 juta untuk bisa mengisi akuarium dengan ikan Louhan jenis ini.

5. Ikan Louhan Golden Base

Ikan Louhan Golden Base

Terakhir ada ikan Louhan dengan jenis Golden Base yang sekilas mirip dengan jenis Golden Red. Perbedaan dari kedua ikan jenis ini adalah warna merah dan kuning keemasan yang lebih mendominasi jenis Golden Base ini. Tak mengherankan jika harga ikan Louhan ini tergolong tinggi.

Untuk yang sudah dewasa, Anda perlu merogoh kocek sedikitnya 2 juta Rupiah. Tentunya, nominal tersebut bukanlah masalah besar bagi para pecinta ikan hias, terlebih lagi untuk jenis ikan Louhan yang banyak diminati. 

Jadi, pastikan bahwa kondisi finansial keluarga tidak akan terganggu karena memenuhi kesukaan Anda akan keindahan ikan Louhan tersebut.

Tips Merawat Ikan Louhan agar Ciri Khasnya Semakin Muncul

Memiliki kondisi fisik yang unik, tidak sembarang orang bisa merawat ikan Louhan dengan baik. Pasalnya, cara perawatan yang dilakukan pada si ikan dapat mempengaruhi keindahan ‘jidat nongol’ dan warna kulitnya. 

Untuk itu, Anda perlu memahami tata cara dalam merawat ikan dengan julukan Dewa Pelindung ini. Maka dari itu, pelajari lima hal yang perlu diawasi saat memelihara ikan Louhan di rumah. 

1. Akuarium yang Cukup Luas

Pastikan bahwa ukuran akuarium cukup luas untuk ikan Louhan bisa berenang. Jadi, Anda perlu melihat ukuran ikan Louhan dan menyesuaikannya dengan ukuran akuarium yang dimiliki.

2. Rutin Memeriksa Kondisi Air

Hidup alami di habitat air tawar, Anda juga perlu untuk rutin memeriksa kondisi air yang ada pada akuarium. Pastikan bahwa air berada dalam kondisi jernih dan memiliki kandungan oksigen yang lancar. Dengan begitu, ikan Louhan dapat hidup dengan sehat dan tidak mudah sakit.

3. Membersihkan Selalu Filter Akuarium

Tips ketiga yang perlu dilakukan agar ikan Louhan terawat dengan baik adalah rajin membersihkan filter akuarium. Hal ini berkaitan dengan tips sebelumnya agar air berada di kondisi yang baik. Jadi, tidak ada salahnya untuk membersihkan filter air tersebut setiap minggu.

4. Pakan Harus Berkualitas

Selanjutnya adalah pemberian pakan ikan Louhan yang berkualitas. Biasanya, para penggiat ikan Louhan berpengalaman akan memberikan kombinasi makanan yang bervariasi untuk sang ikan, mulai dari pellet, cacing beku, hingga udang kecil segar. 

5. Berinteraksilah dengan Ikan Louhan

Tips terakhir agar ikan Louhan dapat berkembang dengan baik adalah selalu melakukan interaksi dan pembentukan mental. Terdengar aneh memang, tetapi, ikan Louhan adalah jenis ikan yang dapat mengerti perhatian yang diberikan oleh si pemelihara. 

Hal ini juga berpengaruh kepada kualitas ikan Louhan Anda jika berniat untuk mengikutsertakannya pada ajang perlombaan atau semacamnya. 

Berharga Mahal, Cara Perawatan Ikan Louhan Juga Terbilang Sulit

Selain untuk membeli seekor ikan Louhan, memelihara ikan jenis ini juga mengharuskan Anda untuk menyiapkan dana yang tidak sedikit. Mulai dari kapasitas akuarium yang bervariasi hingga pemberian pakan yang berkualitas perlu untuk disiapkan agar ikan Louhan memiliki keindahan fisik yang terjaga. 

Jadi, pahami dulu kondisi keuangan sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ‘bermahkota’ ini.

 

Budidaya Ikan Nila Bisa Jadi Ladang Rezeki? Berikut Fakta-Fakta yang Harus Diketahui

Sudah jadi rahasia umum jika budidaya ikan adalah salah satu jenis usaha yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Alasannya tidak lain adalah karena kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan seakan tidak pernah ada habisnya. Hal inilah yang membuat ternak ikan menjadi bisnis yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.

Saat ini, peternak ikan mungkin masih menggandrungi budidaya ikan jenis lele. Padahal, ada jenis ikan lain yang tidak kalah memikat untuk bisa dibudidayakan dan menjadi ladang rezeki yang menggiurkan. Salah satunya adalah budidaya ikan Nila yang terbukti terus meningkat setiap tahunnya.

Bisnis ternak ikan Nila memang sedang memiliki tren yang positif di Indonesia. Penyebabnya adalah rasa ikan yang dianggap lebih lezat dan gurih, serta masih ada banyak peluang bagi peternak untuk menggaet minat beli para konsumennya.

Meski memiliki potensi bisnis yang cukup menjanjikan, belum banyak orang melirik usaha tersebut. Nah, hal ini tentu bisa menjadi kesempatan emas bagi Anda yang sedang mencari ide usaha. 

Untuk itu, simak fakta seputar budidaya ikan Nila berikut ini agar Anda dapat sukses menggeluti bisnis tersebut.

Keunggulan Budidaya Ikan Nila Ketimbang Ikan Jenis Lain

Budidaya ikan Nila sebenarnya memiliki potensi yang cukup tinggi di pasar Indonesia. Akan tetapi, masih belum banyak orang yang melihat potensi tersebut dan menjadikan ternak ikan Nila sebagai bisnis yang layak untuk dikembangkan. 

1. Persaingan Bisnis yang Masih Longgar

Keunggulan pertama dari bisnis ternak ini adalah persaingan bisnisnya yang terbilang masih longgar. 

Jumlah pengusaha ikan Nila yang masih belum seberapa, membuat siapa saja yang menggelutinya bisa meraup keuntungan. Permintaan pasar yang tinggi juga ikut menambah peluang kesuksesan saat terjun ke bisnis tersebut karena lebih mudah mendistribusikan hasil panen nantinya.

2. Tidak Membutuhkan Modal Besar

Selain itu, ternak ikan Nila juga tidak membutuhkan modal bisnis yang besar. Kelebihan ini tentu sangat cocok bagi Anda yang memiliki jumlah dana yang terbatas namun menginginkan hasil keuntungan yang tinggi dan hampir tanpa risiko. 

Namun, hingga masa panen tiba, Anda harus menunggu setidaknya 3 bulan untuk bisa mendapatkan keuntungannya.

3. Mudah Dilakukan

Memulai usaha ini juga dinilai tidak sulit untuk dilakukan. Benih yang mudah didapat di toko perikanan serta daya tahan tubuh ikan yang kebal dari serangan penyakit menjadikan bisnis ikan ini bisa menjanjikan kesuksesan bagi pengusaha awam sekalipun. 

Belum lagi benih yang didapatkan pasca memanen hasil budidaya ikan Nila yang dapat menetaskan ribuan butir telur. Hal tersebut menjadi modal cuma-cuma untuk budidaya selanjutnya. 

4. Harga Jual Ikan yang Stabil

Keuntungan yang bisa diraih pun menjadi berlipat ganda karena harga jual ikan Nila cukup stabil dan jarang mengalami penurunan yang berarti.


Jenisnya Beragam, Kelebihannya pun Beragam

Sama seperti ikan ragam lainnya, jenis ikan Nila juga sangat bervariasi. Masing-masing ikan Nila memiliki kelebihannya masing-masing. Hal ini bisa dijadikan acuan saat memilih ikan mana yang akan dibudidayakan.

1. Ikan Nila Hitam

  Ikan Nila Hitam

Jenis yang pertama adalah ikan Nila Hitam. Ini merupakan jenis yang paling banyak ditemui di pasaran. Jadi, jika mencari jenis ikan Nila yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan gampang mencari benihnya, jenis Hitam inilah pilihannya.

2. Ikan Nila Merah

  Ikan Nila Merah


Ikan Nila Merah juga menjadi salah satu jenis ikan yang paling banyak diminati oleh pecinta kuliner di Indonesia. Namun, dibandingkan dengan jenis hitam, ikan Nila Merah memiliki harga yang lebih mahal meski memiliki pertumbuhan yang lebih pesat.

3. Ikan Nila Gift

Ikan Nila Gift

Sumber: dictio.id

Selanjutnya ada ikan Nila berjenis Gift yang merupakan perpaduan dari berbagai jenis ikan Nila di dunia, seperti Mesir dan Singapura. 

Meski dalam hal warna sisik kurang menarik, ikan Nila Gift memiliki masa pengeraman telur yang cukup singkat. Hanya dalam kurun waktu 6 minggu, satu indung dapat menghasilkan total 2000 telur yang tumbuh hingga mencapai berat 600 gram.

4. Ikan Nila Gesit

  Ikan Nila Gesit

Sumber: pertanianku.com

Jenis berikutnya adalah ikan Nila Gesit. Jenis ini memiliki popularitas yang positif di antara para peternak ikan karena mudah untuk dibudidayakan dan dapat tumbuh hingga mencapai berat 600 gram pada usia 4 bulan. 

5. Ikan Nila Best

Ikan Nila Best

Ada lagi ikan Nila jenis Best yang memiliki perwatakan gesit dan aktif. Karena memiliki watak tersebut, ikan Nila Best memiliki daya tahan tubuh yang tidak mudah terserang penyakit. 

Nah, jika masih ragu tentang cara budidaya ikan Nila, Anda dapat memelihara ikan jenis ini untuk mengurangi risiko gagal panen karena wabah penyakit.

6. Ikan Nila Bangkok

Ikan Nila Bangkok

Sumber: olx.co.id

Selain jenis di atas, ada pula ikan Nila Bangkok yang juga tak kalah diminati oleh peternak ikan Indonesia. Alasannya karena cita rasa daging yang lezat dan mudah diolah. 

7. Ikan Nila Larasati

Ikan Nila Larasati

Sumber: mediatani.co

Ikan ini banyak diminati karena memiliki tekstur daging yang tebal sehingga dapat memberikan kepuasan kepada siapapun yang melahapnya.

Jenis Kolam yang Efisien pada Lahan yang Sempit

Untuk bisa menjadi peternak ikan Nila, tak banyak hal yang perlu dipelajari. Pasalnya, hanya dengan luas kolam 1 meter persegi dan beralaskan terpal saja Anda siap menjadi peternak. 

Banyak peternak ikan nila yang memilih kolam dari terpal karena mudah dibuat, bisa menampung banyak ikan, dan mudah untuk dibersihkan. Selain itu, kolam terpal juga membuat ikan yang dirawat memiliki kualitas yang lebih mumpuni dengan tingkat kematian yang lebih rendah.

Meski begitu, ada satu hal lain yang wajib dipahami agar ikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Faktor penting tersebut adalah pilihan jenis kolam terpal yang akan dibuat, yaitu bentuk bulat atau kotak. Kedua bentuk kolam tersebut tentu memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

1. Kolam Bulat

Umumnya, peternak akan membuat kolam dengan bentuk bulat karena dapat membuat ikan Nila terlihat lebih sehat dan tumbuh dengan baik. Hal itu disebabkan oleh lebih mudahnya menjaga kualitas air kolam karena memiliki sistem drainase kotoran di tengah kolam. 

Risiko terjadinya benturan pada ikan pun menjadi lebih rendah saat menggunakan kolam berbentuk bulat.

Namun, kelemahan dari kolam jenis ini adalah harga pembuatannya yang lebih mahal ketimbang kolam terpal berbentuk kotak. Air yang ditampung dalam kolam bulat juga relatif lebih sedikit dan jarak antar kolam harus sedikit berjauhan. 

Jadi, pastikan Anda mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.

2. Kolam Kotak

Selanjutnya adalah kolam ikan Nila berbentuk kotak yang memiliki harga lebih terjangkau. Kolam ikan berbentuk kotak ini juga memiliki volume air yang lebih besar dan dapat dibangun berdekatan dengan kolam yang lain. 

Jadi, Anda tidak perlu membuang banyak lahan saat membangun kolam ikan Nila dengan bentuk kotak.

Sedangkan untuk kekurangan dari kolam kotak adalah tidak cocok pada praktek tebar padat tinggi. Potensi ikan untuk bertabrakan satu sama lain atau dengan dinding kolam pun lebih tinggi. 

Alhasil, ikan akan lebih rentan terkena penyakit dan lebih sulit untuk tumbuh dengan baik.

Tips Membudidayakan Ikan Nila bagi Pemula

Tips Budidaya Ikan Nila

Setelah mengetahui kelebihan serta kekurangan dari jenis kolam ikan Nila, Anda tentu juga harus memahami tentang tata cara memelihara ikan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan secara kontinyu agar ikan Nila yang dibudidayakan dapat berkembang dengan sehat dan sempurna.

1. Membeli Benih di Tempat Terpercaya

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan Nila adalah membeli benih ikan yang akan dipelihara di tempat yang kualitasnya terjamin. Hal ini dilakukan agar risiko mendapatkan benih ikan bermasalah lebih kecil terjadi. 

Mencari benih ikan di tempat terpercaya juga akan memberikan Anda ikan berkualitas tinggi.

2. Kualitas Air Kolam Harus Dijaga

Dalam bisnis budidaya ikan, termasuk ikan Nila, kualitas air kolam harus senantiasa dijaga agar tidak mengganggu proses perkembangan ikan. Pastikan air kolam memiliki pH stabil sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi. Usahakan pula tidak ada hama di kolam ikan Nila yang dimiliki. 

3. Ada Mikroorganisme

Anda juga harus memeriksa endapan yang muncul di kolam sebagai pemicu munculnya mikroorganisme. Munculnya mikroorganisme tersebut akan menjadi penanda benih siap ditebar dan menjadi asupan bagi benih ikan tersebut nantinya. 

Dengan begitu, benih ikan akan memakan mikroorganisme yang dapat meningkatkan kualitas ikan Nila ketika dewasa.

Selama dua hari pasca menebar benih ikan Nila, Anda tidak wajib memberi pakan karena ikan akan memakan mikroorganisme yang terkumpul dari endapan. Setelah berselang dua hari, Anda baru akan diharuskan untuk rutin memberikan pakan ikan yang disesuaikan dengan umur ikan. 

Bila perlu, agar kualitas ikan menjadi lebih baik, peternak akan mencampurkan azolla dan vitamin pada pakan ikan.

4. Peraturan Saat Memanen

Tips selanjutnya adalah perihal cara memanen ikan Nila. Setelah berselang beberapa bulan, ikan yang dibudidayakan mungkin akan siap untuk dipanen. Sebelum memanen, pastikan terlebih dahulu ingin memanen ikan sekaligus atau sebagian.

Jika ingin langsung panen sekaligus, Anda bisa langsung menggunakan jaring untuk mengambil ikan. Namun, jika hanya memanen sebagian saja, Anda harus memisahkan ikan ke kolam khusus. Saat ingin menyatukan kembali ikan yang tidak dipanen dengan ikan lainnya, pastikan untuk memberikan malachite green sebagai antimikroba bagi ikan.

5. Pendistribusian Ikan

Terakhir adalah masalah pendistribusian ikan Nila kepada konsumen. Cara paling efektif yang bisa dilakukan untuk menjual ikan Nila adalah bekerja sama dengan pihak pemilik tempat makan, supermarket, atau pedagang ikan eceran. 

Anda pun dapat mengolah sendiri ikan tersebut sebagai produk kuliner yang siap konsumsi, seperti ikan nila goreng atau ikan nila bakar. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan untuk yang lebih besar lagi ketimbang menjualnya dalam bentuk mentahan.

Segera Mantapkan Diri Budidaya Ikan Nila yang Menjanjikan

Ikan Nila ternyata memiliki potensi bisnis yang cukup menggiurkan dibanding jenis ikan lain yang lebih populer, seperti ikan lele dan ikan gurame. Dengan cara ternak yang mudah dan modal yang tidak besar, bisnis budidaya ikan Nila cocok untuk dilakukan oleh pengusaha pemula. 

Untuk itu, jangan tunggu waktu lebih lama lagi dan wujudkan mimpi Anda untuk menjadi seorang pengusaha ulung melalui bisnis ternak ikan Nila.

 

5 Cara Budidaya Ikan Lele dengan Terpal yang Mudah bagi Pemula

Sumber : https://finance.detik.com/solusiukm/d-4631647/5-cara-budidaya-ikan-lele-dengan-terpal-yang-mudah-bagi-pemula
 
Budidaya ikan lele ini  tak harus dilalukan di kolam tanah. Ada cara efektif mengembangbiakkan lele dengan cara mudah, menggunakan terpal. Begini caranya!

Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang dijual dengan harga terjangkau. Meskipun begitu, lele memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dalam 100 gram ikan lele mengandung 240 Kkal, 14,5 gram lemak, 8,5 gram karbohidrat, dan 17,5 gram protein.

Selain gizinya tinggi, ikan lele juga mudah dibudidayakan di rumah. Berikut beberapa cara budidaya lele dengan terpal yang bisa diikuti oleh pemula:

 1. Siapkan Media Kolam

Budidaya ikan lele kolam terpal bisa dilakukan di rumah. Terpal jadi media yang paling mudah didapatkan. Berikut cara untuk menyiapkan terpal sebagai kolam ikan lele:

- Pastikan kolam terpal sudah dibersihkan terlebih dulu dengan sabun dan bilas sampai bersih dan keringkan

-Bentangkan terpal hingga berbentuk menyerupai kolam. Supaya bisa berdiri dengan tegak, terpal bisa disanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan batako yang dilapisi terpal

- Isi terpal dengan air hingga setinggi 20-30 cm

- Diamkan air di dalam terpal selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu tambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm

- Setelah air siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya dan singkong untuk mengurangi bau air kolam
2. Pilih Bibit Unggul

Pemilihan bibit ikan lele tak boleh asal. Pilih bibit lele unggul yang sehat dan lebih besar. Bibit lele yang unggul biasanya gerakannya lebih agresif dan gesit saat diberi makan dan warna sedikit lebih terang.

3. Penebaran Bibit

Sebelum mulai menebar bibit, Anda memisahkan ikan lele ukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele memakan sesama, karena ikan lele bersifat kanibal.

Yang harus diperhatikan dalam cara budidaya ikan lele adalah jangan menebar bibit secara bersamaan. Ini akan membuat ikan stres dan menyebabkan kematian.

Sebaiknya gunakan ember dan masukkan sebagai ember berisi bibit lele ke dalam kolam. Diamkan hingga 30 menit dan biarkan ikan lele keluar dan ember menuju kolam. Waktu penebaran yang baik adalah pagi dan malam hari.

4. Pemeliharaan Ikan Lele

Dalam budidaya ikan lele, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran. Pisahkan lele yang besar dan kecil dalam kolam berbeda.

Kualitas air kolam yang bagus untuk lele adalah hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. Air akan berwarna merah menandakan ikan sudah dewasa dan siap dipanen.

Keadaan kolam juga perlu jadi perhatian. Tinggi kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal.

Ikan lele harus diberi pakan tiga kali sehari yaitu jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jenis pakannya sentrat 781-1.

5. Panen Ikan Lele

Anda bisa memanen ikan lele jika sudah berusia kurang lebih 90 hari dari masa tebar bibit. Pastikan pengambilan ikan lele dengan sarung tangan. Anda juga bisa menggunakan jaring ataupun serokan besar. 

Budidaya ikan lele sistem bioflok juga bisa jadi alternatif. Sistem bioflok ini merupakan kolam berbentuk bulat dengan lapisan terpal yang dilengkapi dengan pipa pembuangan kotoran yang memudahkan pengurasan kolam. Kolam ikan lele pun terbebas dari bau.

Senin, 07 Desember 2020

PELESTARIAN SUMBERDAYA HAYATI DENGAN RESTOKING

(sumber : http://pilarpenyuluhan.blogspot.com/2014/01/pelestarian-sumberdaya-hayati-dengan.html) 

Latar Belakang

Air adalah sumber kehidupan dan penghidupan (Omne Vivum Eks Aquatis), pepatah tersebut memperingatkan kepada kita agar selalu menjaga sumberdaya perairan sebagai upaya menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup termasuk kita manusia didalamnya.
Restocking ikan adalah salah satu upaya penambahan stock ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum, pada perairan yang dianggap telah mengalami penurunan stock akibat  tingkat pemanfaatan yang berlebihan. Tujuan restocking selain menambah stock ikan agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi, juga bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang. Keberadaan ikan pada suatu perairan akan memberikan manfaat baik bagi ekositem pada perairan tersebut maupun bagi manusia sebagai bahan pangan. 
Kegiatan konservasi keanekaragaman hayati (KEHATI)  melalui restocking ikan  ini untuk menyadarkan  masyarakat agar keberadaan ikan yang hidup diperairan tersebut tetap lestari.  Kegiatan konservasi bukan hanya melindungi ikan saja tetapi juga pemanfaatan yang berkelanjutan, artinya ikan yang boleh ditangkap untuk dikonsumsi adalah ikan ukuran konsumsi saja, sedangkan benih-benih dan induk ikan yang tertangkap harus dikembalikan lagi ke perairan tersebut, dengan harapan  memberi kesempatan pada ikan untuk tumbuh dan berkembang.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan KEHATI ini sangat diperlukan, oleh karena itu sub Unit Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat (UPPM) STP JURLUHKAN  Bogor berkerja sama dengan masyarakat, serta  pihak terkait melakukan   penyuluhan  untuk menyadarkan  masyarakat  tentang arti pentingnya konservasi sumberdaya ikan.
Permasalahan
Stock ikan di perairan umum semakin  mengalami tekanan yang tinggi dari berbagai sumber antara lain akibat pencemaran,  penggundulan hutan,  konversi lahan pertanian dan perkebunan menjadi pemukiman, penangkapan ikan berlebih, introduksi jenis baru, dan akibat-akibat lainnya.
Tujuan

Tujuan dari kegiatan konservasi KEHATI melalui restocking ikan adalah:\

1.      Meningkatkan stock populasi ikan di perairan umum
2.      Melestarikan keanekaragaman sumberdaya ikan
3.      Meningkatkan produksi
4.      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat/ nelayan disekitar situ           

INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PERAIRAN UMUM
Syarat perairan umum untuk restocking
1.   Mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi
2.   Perairan tidak tercemar
3.   Kualitas perairan memenuhi kriteria baku  mutu air golongan C
4.   Kondisi perairan layak bagi kehidupan biota akuatik
5.   Sifat perairan permanen (mengandung air sepanjang tahun)
6.   Dekat dengan sumber benih
Prioritas perairan umum untuk restocking
1.   Perairan umum yang sudah kritis dan padat tangkap
2.   Banyak nelayan/ pembudidaya ikan/ masyarakat yang bermukim disekitar perairan tersebut

Produksi ikan cenderung menurun/rendah

MEKANISME RESTOCKING
Dalam pelaksanaan restocking ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sempurna, yaitu persiapan, koordinasi kegiatan, pembinaan dan pengelolaan.
1.   Peninjauan ke lokasi kegiatan; kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perairan umum yang akan dilakukan restocking
2.   Pengadaan benih dan syarat pemilihan jenis; Benih diutamakan jenis-jenis ikan yang mudah dan cepat berkembang biak, sehat, cepat beradaptasi, memiliki mobilitas yang tinggi dan tidak bersifat predator.
3.   Pengadaan sarana; sarana yang diperlukan adalah kantong plastic dengan ketebalan 0,5 -0,6 cm, dus/karton untuk pengepakan, tabung oksigen dan bahan peredam suhu (Styrofoam, dll)

REKOMENDASI JENIS IKAN
Jenis-jenis ikan yang direkomendasikan di perairan
a.      Ikan mas (Cyprinus carpio)
a.     Nila (Oreochromis niloticus)
b.    Nilem (Osteochilus hasselti)
c.     Tawes (Puntius javanicus)
d.    Patin Jambal (Pangasius pangasius)
e.     Lele (Clarias batracus)
f.      Gurame (Osphronemus gouramy)

 

RESTOCKING IKAN DI PERAIRAN UMUM: BERBAHAYA BILA SALAH PILIH JENIS IKAN

Sumber : http://bp3upalembang.kkp.go.id/posting/321-restocking%C2%A0ikan-di-perairan-umum-berbahaya-bila-salah-pilih-jenis-ikan

 Perairan umum Indonesia tercatat luasnya mencapai 54 juta hektar, dan adalah yang terluas di ASEAN, terdiri atas 11,95 juta ha perairan sungai dan paparan banjirannya, 39,4 juta ha perairan rawa dan 2,1 juta ha perairan danau dan waduk serta genangan lainnya seperti kolong-kolong, situ, embung dan telaga. Diperkirakan ada 950 jenis ikan yang mendiami perairan tawar Indonesia dan hasil penelitian dari Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum Palembang, perairan Sumatera Selatan didiami 233 jenis ikan air tawar termasuk diantaranya jenis ekonomis penting baik untuk ikan konsumsi maupun ikan hias.

Peranan perairan umum dalam kehidupan manusia sangatlah penting yaitu sebagai sumber air tawar, sumber keanekaragaman hayati, sumber ketahanan pangan dan sumber perekonomian sehingga bisa dikatakan perairan umum bersifat multifungsi, multiguna dan multipemanfaat berbagai sektor pembangunan.  Manusia sebagai pemanfaat telah menggunakan perairan umum untuk berbagai kepentingan, misalnya untuk pembangkit tenaga listrik, irigasi pertanian, perikanan, pariwisata serta pasokan air untuk rumah tangga dan industri bahkan masih digunakan sebagai penampung buangan limbah. Semua aktivitas manusia itu tentu dapat memberikan berbagai dampak negatif terhadap ekosistem perairan seperti kerusakan dan hilangnya habitat ikan, atau punahnya keanekaragaman hayati perairan termasuk sumber daya ikan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan turunnya populasi ikan antara lain akibat perubahan habitat, eksploitasi berlebih, akibat introduksi ikan asing  dan akibat pemanasan global, serta akibat persaingan penggunaan air dan pencemaran. Ikan sangat penting sebagai penyedia protein hewani  bagi pemenuhan gizi masyarakat  terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Pasokan ikan di Sumatera Selatan masih mengandalkan hasil tangkapan, karena itu perlu dipertahankan ketersediaan stok ikan di perairan umum. Salah satu upaya untuk mempertahankan stok ikan di perairan umum adalah dengan melakukan restocking atau kegiatan penebaran kembali ikan di habitatnya.

 

Apakah restocking ikan itu?

Sejalan dengan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan, restocking ikan diyakini mendukung upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kegiatan restocking ini sering dilakukan di danau dan sungai. Saat ini sudah sering dilakukan kegiatan restocking ikan oleh kelompok-kelompok yang peduli lingkungan, akademisi, pemerintahan bahkan personal dalam rangka memperingati kegiatan tertentu. Sesuai dengan definisinya, restocking adalah menebarkan kembali jenis-jenis ikan yang menurut sejarahnya mendiami perairan itu yang karena suatu sebab terjadi penurunan populasi atau tidak ditemukan lagi. Namun seringkali jenis ikan yang ditebar bukanlah ikan asli setempat tetapi jenis ikan introduksi yang belum tentu cocok dengan lingkungan perairan itu bahkan dapat membahayakan populasi ikan asli.

Sebelum melakukan kegiatan  restocking, harus mengetahui terlebih dahulu kondisi stok ikan di perairan yang dipilih dan jenis ikan yang akan ditebar. Untuk penebaran ikan asli  tentu memerlukan persediaan benih dalam jumlah yang memadai dengan cara melakukan perbenihan di panti benih yang didahului dengan proses domestikasi mulai dari pemeliharaan induk dari perairan umum dan dikuasai teknologi budidayanya kemudian dilakukan perbenihan selanjutnya benih yang dihasilkan di tebar ke perairan asalnya. Sedangkan introduksi didefinisikan sebagai kegiatan menebar ikan dengan cara mendatangkan spesies baru dari luar ke habitat barunya (bukan ikan asli). Kegiatan restocking sendiri bertujuan untuk: (1) meningkatkan keanekaragaman jenis ikan, (2) peningkatan stok ikan yang dapat ditangkap oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya, (3) pelestarian sumber daya benih ikan dan (4) pemanfaatan sisa-sisa kotoran organik yang dihasilkan dari kegiatan pembudidayaan ikan.

Ciri dari perairan yang harus dilakukan penebaran kembali adalah perairan yang telah mengalami penurunan stok alami (depleting natural population), yang ditandai makin sedikit hasil tangkapan oleh nelayan. Tentunya upaya ini sebelum dilakukan harus disertai dengan berbagai kajian dan pertimbangan ilmiah, karena dalam upaya mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang jangan sampai kegiatan ini justru dapat mengakibatkan hilangnya spesies endemik yang mempunyai nilai ekonomis penting.

Untuk keperluan restocking sebaiknya menebarkan benih yang sudah cukup besar sehingga benih tersebut mampu mencari pakan alami dan menghindar dari predator. Menebarkan   ikan yang sudah dewasa atau indukan sebenarnya lebih baik, tetapi membutuhkan biaya yang tinggi.

 

Restocking dengan ikan asli perairan setempat

Perairan umum di Sumatera Selatan mempunyai kekayaan ragam jenis dan ada beberapa jenis yang dikenal bernilai ekonomi misalnya  Patin, Baung, Jelawat, Lampam, Semah, Belida. Jenis ikan Baung, Patin dan Jelawat telah dapat dilakukan perbenihan di panti benih sehingga dapat menjadi pilihan untuk ditebar sebagai pengkayaan stok di sungai atau danau. Sedangkan di Danau Ranau dapat ditebar ikan semah yang dulu pernah menjadi primadona di danau ini dan sekarang sangat sulit didapatkan. Dengan menebar jenis ikan yang tepat, kegiatan restocking ini dapat mengembalikan keseimbangan ekosistem perairan dan bernilai ekonomi bagi masyarakat di sekitar perairan tersebut.

Pemahaman restocking ikan sering disalahartikan dengan introduksi misalnya melakukan penebaran ikan nila atau ikan mas yang jelas bukan ikan asli Indonesia. Ikan nila berasal dari Afrika dan ikan mas berasal dari China. Ikan nila dan ikan mas di beberapa perairan umum sangat invasif terhadap makanan dan ruang. Ikan nila telah diintroduksi ke 90 negara di dunia dan 15 negara diantaranya telah melaporkan dampak negatif terhadap ekologi perairan. Saat ini ikan mas dan ikan nila termasuk ke dalam 100 spesies asing di dunia yang bersifat invasif, walaupun memiliki nilai ekonomis.

Contoh kegiatan yang berhasil di Negara tetangga adalah restocking 600.000 benih udang galah di Sungai Timun Malaysia sepanjang 12,7 km, yang dapat meningkatkan hasil tangkapan 38% setelah 3 tahun. Contoh lain adalah menebar 220.000 benih ikan Bream pada perairan Blackwood River Australia yang memiliki luas 13 ribu ha, dan setelah 5 tahun produksinya meningkat 4 kalinya dan menjadi tempat olahraga pancing yang menarik. Di beberapa sungai dan danau di Indonesia juga pernah dilakukan restocking ikan Baung (di Riau), Patin (Sulawesi Selatan), Jelawat (Kalimantan Barat), bahkan di Sumatera Selatan pernah dilakukan restocking ikan Patin dan Baung  namun belum ada laporan dampak dari restocking tersebut. Dari contoh di atas untuk kegiatan restocking ikan di perairan Sumatera Selatan misalkan di Danau Ranau yang memiliki luas 12.800 ha, untuk menebar kembali ikan Semah paling tidak dibutuhkan sebanyak 200.000 ekor benih.

 

Regulasi yang mengatur restocking

Berdasarkan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Pasal 12 Ayat 2, menyebutkan “Setiap orang dilarang membudidayakan ikan yang dapat membahayakan sumber daya ikan, lingkungan sumber daya ikan, dan/atau kesehatan manusia di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia” dan ayat 3 “Setiap orang dilarang membudidayakan hasil rekayasa genetika yang dapat membahayakan sumber daya ikan, lingkungan sumber daya ikan, dan/atau kesehatan manusia di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia”.

Penebaran ikan juga tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.15/MEN/2009 tentang Jenis  Ikan dan Wilayah Penebaran Kembali Serta Penangkapan Ikan Berbasis Budidaya, yang menyatakan bahwa “bahwa danau yang dilakukan penebaran kembali tetapi danau yang mempunyai spesies ikan endemik, maka jenis ikan lainnya tidak boleh ditebar”.

 

Bijaksana dalam mengelola perairan umum

Pengelolaan perikanan perairan umum sebagai upaya agar sumber daya ikan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan perlu dilakukan secara bijaksana. Untuk menjamin ketersedian stok ikan selain menjaga kelestarian habitat ikan dan pengaturan penangkapan, khusus di perairan yang sudah menunjukkan penurunan produksi perlu dilakukan pemacuan dengan restocking jenis ikan yang tepat. Keberhasilan kegiatan restocking ini perlu didukung oleh pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Daerah dan para pelaku usaha di bidang perikanan.

  PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA UNIT USAHA BUDIDAYA CBIB - Cara Budidaya ...