Ternak Lele Bioflok Untuk Pemula
Sama seperti artikel yang saya tulis sebelumnya tentang Ikan Lele, kali ini kita akan fokus di salah satu metode dalam budidaya, yaitu secara Bioflok.
Limbah ikan lele nantinya akan diubah menjadi bentuk gumpalan-gumpalan kecil atau dengan nama lain flok/floc. Yang kemudian dapat berguna sebagai pakan ikan lele alami.
Dan untuk menumbuhkan Mikroorganisme tadi dapat dipacu dengan pembentukan kultur bakteri non pathogen atau probiotik dan dengan didukung oleh aerator yang menyuplai oksigen sekaligus sebagai sirkulasi pada air kolam.
Sistem Bioflok ini tidak hanya digunakan pada ternak lele saja, tetapi juga bisa digunakan oleh para peternak udang air tawar.
Keuntungan dari sistem Bioflok diantaranya :
- Bioflok mengubah limbah ikan lele menjadi Protein (pakan).
- Menghemat biaya pakan ikan itu sendiri.
- Kualitas ikan lebih baik.
- Kolam mudah dibersihkan.
- Tingkat kematian ikan rendah.
- Mudah dikelola.
- Proses panen ikan yang praktis.
- Lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan bau yang menyengat pada lingkungan.
Tahap-tahap dalam Ternak Lele Sistem Bioflok
Pembuatan Kolam Bioflok
Bahan bahan yang perlu dipersiapkan :
- Pipa Paralon
- Rangka Besi 6 mm.
- Pasir dan Semen
- Batu Bata
- Cat
- Perlak
- Terpal
- Mesin Aerator dan Selang

Langkah pembuatan kolam lele bioflok:
Paralon untuk Saluran Pembuangan (Pipa Paralon, Sambungan L Paralon)

Pembuatan Kerangka Kolam (Rangka Besi, kawat/ bisa dengan di Las)
Pondasi Kolam (Batu Bata, Pasir, Semen)
Pemasangan Terpal (Terpal, perlak)

Saluran Pembuangan Kolam (pasir, semen, bata)
Perlu diperhatikan, kolam sebaiknya diberi penutup/atap agar kolam terhindar dari paparan terik matahari dan guyuran air hujan, karena dapat mengubah mutu air kolam menjadi tidak layak/tidak cocok dengan ikan lele.
Persiapan Kolam
Persiapan Air
Pengisian air kolam untuk pertama kali diisi dengan air setinggi 4/5 dari tinggi kolam sekitar 80-100 cm, lalu taburi air kolam dengan garam sebanyak 2 kilo untuk ukuran kolam berdiameter 1 m3. Lalu biarkan selama 1 hari. Di hari berikutnya tambahkan Probiotik sebanyak 5 ml/ m3, jenis probiotik yang bisa dipakai POC (Pupuk Organik Cair),BMW dan lainnya. Pada hari ke 3, tuangkan Molase 250 ml/ m3 ke air kolam, setidaknya butuh waktu 1 minggu-10 hari untuk media siap tebar benih ikan lele.Persiapan Budidaya
Cara memilih benih yang baik yaitu dengan mencari bibit yang memiliki ciri-ciri benih terlihat aktif melakukan oksigenisasi yaitu dengan mengeluarkan gelembung-gelembung udara, gesit dan lincah dan mempunyai ukuran yang sama rata sekitar 4–6 cm/5-7 cm,Pemeliharaan Ikan Lele
Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari, ukuran pakan menyesuaikan dengan ukuran dan bobot ikan. Dan dalam kurun 1 minggu, puasakan ikan lele selama 1 hari tidak memberi pakan kepada lele seharian.Sebelum pemberian pakan, sebaiknya difermentasikan terlebih dulu dengan probiotik dan jika flok/foc sudah terbentuk yang akan menjadi makanan bagi lele, maka pemberian pakan dapat anda kurang sebanyak 30%.
Untuk 1000 ekor lele membutuhkan setidaknya 90-100 kg pakan dam 1 siklus budidaya yang itu berkisar antara 2-3 bulan sampai ikan lele mencapai ukuran konsumsi panen yaitu 8-12 ekor per kg. Dan untuk harga perkilo jika pasar stabil adalah Rp 13.500-Rp 15.000,-
Kesalahan-kesalahan umum pada saat budidaya ikan lele
1. Pada kolam
Yang sangat terlihat adalah faktor kualitas air pada kolam, ada beberapa peternak yang menggunakan air PDAM sebagai air kolam hal ini harus dihindari mengingat air PDAM mengandung kaporit yang tidak baik bagi kesehatan ikan lele karena dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme.Selain dari jenis air yang tidak cocok, suhu dan pH air kolam yang tidak stabil bisa menyebabkan pertumbuhan lele yang kurang maksimal yang berdampak ikan akan mudah stress dan tidak mau makan.
2. Kualitas Benih Lele

3. Pemberian Pakan yang Salah

Di fase ini kita harus memperhatikan ukuran dan bobot dari lele, lalu pakan yang akan diberikan menyesuaikan dengan ukuran mulut lele, jika lele dengan ukuran yang kecil diberikan dengan pakan dengan ukuran yang lebih besar dari mulutnya, tentu saja lele akan kesusahan dalam memakannya ataupun jika bisa, kemungkinan ikan akan tersedak dan mati sangat besar
4. Serangan Penyakit

- Perut Kembung
- Gatal
- Cacar Ikan
- Penyakit lele sirip merah
- Terjangkit parasit atau jamur
- Penyakit bintik putih
5. Lele Kanibal
Sebenarnya permasalahan ini terhubung dengan proses pemilihan bibit lele yang salah. Bibit ikan lele yang tidak rata sama ukuranya menjadi penyebab utama kanibalisme pada ikan lele, selain itu juga pada pemberian pakan yang kurang.6. Biaya Pakan yang Membengkak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar